Viral, Keluarga Nekat Bongkar Plastik Jenazah PDP Corona di Kendari
Video mayat PDP Corona terbunkus plastik dibongkar keluarga di Kendari. (Istimewa)

Solopos.com, KENDARI - Beredar video jenazah terbungkus plastik kedap dibuka keluarga diduga direkam di Kendari Sulawesi Tenggara. Jenazah dalam video tersebut diklaim merupakan pasien PDP virus corona dari RSUD Bahteramas Kendari.

Dari keterangan video amatir yang diterima Solopos.com, jenazah pasien PDP Covid -19 tiba di rumah duka di Kabupaten Kolaka. Jenazah diangkut pihak keluarga dengan mobil pribadi dari RSUD Bahteramas Kendari.

Resmi Diperpanjang, Pelajar di Jateng Belajar di Rumah hingga 13 April

Peristiwa ini terjadi saat pihak keluarga nekat membawa pulang jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) corona dari rumah sakit.

Keluarga membawa pulang jenazah yang masih terbungkus dengan plastik menggunakan mobil pribadi, bukan ambulans.

Setibanya di rumah duka, sejumlah sanak saudara dan kerabat telah menanti jenazah yang dibawa dari rumah sakit.

KLB Corona, Semua Agenda Wisata Solo 2020 Ditunda hingga Desember

Belum bisa dipastikan cerita dalam keterangan video tersebut benar atau tidak. Sedangkan Rumah Sakit Bahteramas Kendari membenarkan adanya satu pasien dalam pemantauan atau PDP meninggal dunia.

PDP Corona Kendari

Dilansir Detik.com, PDP corona yang berusia 34 tahun merupakan warga Kolaka. pasien telah menjalani uji swab. Namun hasilnya belum keluar saat pasien tersebut meninggal dunia.

Dokter forensik Polda Sulawesi Tenggara Kompol Mauludin turut menanggapi beredarnya video tersebut. Dilansir iNews, dia meminta warga atau sudara dapat menahan diri dan mematuhi peraturan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid–19.

Gojek Soloraya Kolaborasi dengan PMI dan Brimob Perangi Covid-19

"Tolong hal-hal tersebut (membuka jenazah pasien PDP) dihindari. Ini pembelajaran ke depan kita hindari," kata Mauludin, Rabu (25/3/2020).

Menurutnya, meskipun jenazah masih berstatus PDP harus langsung dimakamkan untuk menghindari penularan Covid–19. Saat ini hasil swab jenazah belum diketahui dan masih menunggu dari Balitbangkes Kemenkes.

"Semoga hasilnya jenazah negatif Covid-19," ujarnya.

Sukoharjo KLB Corona, Grogol Bentuk Gugus Tugas Covid-19 Pakai Dana Desa

Saat ini warga dan keluarga yang datang melayat didata dan akan dikarantina selama 14 hari.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho