Foto merbabu, Kamis (3/10/2019) pagi, yang diunggah akun Instagram @johanjacob_oki. (Istimewa/Instagram)

Solopos.com, SOLO - Awan Lenticular muncul dalam pemandangan Gunung Merbabu pagi ini, Kamis (3/10/2019). Fenomena alam ini diabadikan dalam foto yang diunggah akun Instagram @johanjacob_oki yang menjadi viral via akun @agendasolo.

"Pagi merbabu," demikian tulis @johanjacob_oki di postingannya sembaru menyertakan deretan hashtag tentang pemandangan gunung.

Saat ditanya oleh netizen, akun ini menyebut foto adalah pemandangan Gunung Merbabu pagi ini. Selain banyak dipuji, foto juga lantas menyebar dengan cepat termasuk diunggah akun-akun populer di Instagram.

Akun @agendasolo, selain mengunggah ulang postingan @johanjacob_oki juga memamerkan foto yang diposting akun KasSih Abadi di Facebook. Dalam keterangannya foto diambil 3 Oktober 2019 pada pukul 05.27 WIB.

 

View this post on Instagram

 

Merbabu pagi ini. Do ngematke merbabu ora gaes? . . from @johanjacob_oki

A post shared by AGENDA KOTA SOLO (@agendasolo) on

Fenomena awan seperti ini sebenarnya sering terjadi. Dari catatan Solopos.com, salah satu kasus serupa yang cukup heboh adalah pada Desember 2018 dan 27 Januari 2019 di puncak Gunung Lawu, Karanganyar. Ada pula di Gunung Rinjani, Lombok, NTB, pada Juli 2019.

Baca Juga:

Mantan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun Twitternya, @Sutopo_PN, Senin (27/1/2019). "Ini fenomena alam biasa saja. Tidak usah dikaitkan dengan mistis & politik menjelang pemilu pilpres, DPD, DPR, DPRD," ungkapnya.

Tokoh populer yang meninggal 7 Juli 2019 ini menyertakan link berita fenomena alam gunung bertopi di Gunung Slamet, Jateng menjelaskan awan seperti itu terjadi akibat adanya pusaran angin di puncak gunung.

"Gunung Slamet bertopi. Puncak gunung tertutup awan jenis Lentikularis atau Altocumulus Lenticularis. Awan ini terbentuk akibat adanya pusaran angin di puncak," tandas Sutopo Purwo Nugroho.

Kepala BMKG Mataram, Agus Rianto, menjelaskan awan Lenticular. Biasanya, awan tersebut ditemukan di dekat bukit atau gunung-gunung.

Awan ini terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar, seperti pegunungan dan perbukitan, sehingga menimbulkan sebuah pusaran.

Menariknya, awan Lenticular kelihatan begitu padat, padahal kenyataannya tidak demikian. Awan ini terlihat padat karena aliran udara lembab terus menerus mengalir dan akan keluar lewat permukaan paling bawah.

Akibatnya, bentuk awan Lenticular akan bertahan hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari. Bagi dunia penerbangan, awan Lenticular ini sangat mematikan karena bisa menyebabkan turbulensi bagi pesawat yang nekat memasuki awan atau hanya terbang di dekat awan Lenticular.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten