Tutup Iklan
Vijaya Fitriyasa (Instagram)

Solopos.com, SOLO - Sebuah video yang menunjukkan bos Persis Solo, Vijaya Fitriyasa, melakukan orasi dengan menggunakan pengeras suara viral di media sosial. Pasalnya, pemilik 70 persen saham di PT Persis Solo Saestu (PSS) tersebut mengajak para suporter untuk memboikot PSSI dan mengajak untuk tak menonton laga Timnas Sepak Bola Indonesia.

“Saya pengen para suporter untuk bersatu menunjukkan bahwa kita solid. Kalau perlu kita boikot PSSI. Boikot? Sampai PSSI ada perubahan, kita enggak usah nonton bola . Tidak usah nonton timnas saja. Klub masing–masing kita dukung, tapi timnas kita boikot selama PSSI tidak mau melakukan perubahan,” ujarnya dalam video yang beredar sejak Sabtu (2/11/2019) tersebut.

Video itu diduga diambil saat Vijaya dan lima calon ketua umum (caketum) PSSI lainnya menemui puluhan suporter yang menggelar demo di luar lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta. Vijaya, saat dihubungi Solopos.com, sudah menjelaskan orasinya dilakukan menanggapi aksi suporter yang berdemo.

“Kalau misalnya PSSI enggak bisa menerima masukan suporter, ya boikot saja. Suara suporter tidak pernah didengar kok,” ujarnya.

Namun, video yang sudah viral itu mendapat reaksi negatif dari mantan Wakil Presiden Pasoepati sekaligus Pembina Pasoepati, Ginda Ferachtriawan. Ia menyayangkan ajakan boikot laga timnas yang disampaikan Vijaya. “Itu bukan gaya Solo,” ujarnya kepada Solopos.com melalui sambungan telepon, Minggu (3/11/2019).

Menurutnya, KLB PSSI berjalan dengan lancar. Bahkan, Presiden FIFA telah memberikan ucapan selamat kepada Presiden Joko Widodo atas lancarnya kongres tersebut. Selain itu, dalam voting, Mochamad Iriawan, jelas-jelas mendapatkan suara mayoritas dengan 82 suara dari total 86 pemilik suara.

“Saya harus mengucapkan selamat kepala Pak Iriawan. Kongres sudah selesai, tinggal janji-janji beliau ke depan harus dibuktikan dan jadi skala prioritas,” tutur politikus PDIP Solo tersebut.

“Harusnya kalau tidak terima hasil kongres, dia [Vijaya] menyampaikan dengan alasan yang jelas dengan jalur yang tepat seperti banding atau bagaimana. Namanya pemilihan ya harus fair play. Pernyataan Vijaya yang mewakili Persis itu menjadi semacam kontradiksi dengan sikap wong Solo. Saya kecewa,” papar dia.

Lebih lanjut, suporter memang harus kritis. Tetapi, mereka harus memahami batasan dari status sebagai suporter. “Memboikot timnas jelas bukan langkah yang baik untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” tutupnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten