Video Warga Italia Sujud Berjamaah Gara-Gara Corona Hoax! Ini Faktanya

Video yang diperlihatkan adalah aksi unjuk rasa di Plaza San Martin Kota Lima, Peru.

 Warga Italia sujud bersama-sama karena takut corona adalah hoax. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Warga Italia sujud bersama-sama karena takut corona adalah hoax. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO - Beredar kabar warga Italia ramai-ramai sujud usai pandemi virus corona mewabah di negara tersebut. Mereka disebut-sebut meratap dan menagisi diri sendiri sambil memohon ampun.

Hoax! Anies Himbau Warga Tak Berhubungan Badan Saat Wabah Corona

Kabar ini berasal dari sebuah video yang diunggah Juned By pada 28 Maret 2020. Diperlihatkan orang-orang bersujud secara masal namun tak terdengar apa yang mereka ucapkan.

Ditelusuri Solopos.com, kabar tersebut tidak benar. Video yang diperlihatkan adalah aksi unjuk rasa di Plaza San Martin Kota Lima, Peru. Aksi itu untuk melawan orang-orang yang diduga melakukan korupsi selama pemilihan mendatang.

Dalam video itu tampak bangunan dan patung yang jika ditelusuri pada mesin pencari google dengan kata kunci “Plaza San Martin Lima Peru.” Kata kunci itu akan mengarahkan pada foto yang identik dengan bangunan dan patung dalam video.

Beredar Hoaks Kampung Krapyak Sragen Lockdown Gegara PP Dijemput Ambulans, Cek Faktanya!

Warga Italia Sujud Gara-Gara Corona

Sedangkan pada video yang diunggah tersebut juga, terdapat seorang pria yang berbicara dengan bahasa Spanyol. Dia mengatakan “saat ini kita berada di Plaza San Martin, bersama-sama dari berbagai kelompok Denominasi (Kelompok Keagamaan) yang berdoa
untuk Peru”.

Unggahan video Youtube tersebut pernah tayang di laman Facebook Perú, Jesucristo es la única esperanza dengan judul “VIGILIA DE ORACIÓN POR EL PERÚ. Plaza San Martín – Lima”. Dalam video itu terdapat kumpulan massa yang sedang berdoa, seperti unggahan video di akun Youtube Juned By.

Kabar 1 Pasien Covid-19 Meninggal di RSUD Karanganyar Dipastikan Hoaks, Cek Faktanya!

Mengutip laman Covid-19.go.id, dilansir dari altnews.in, unjuk rasa tersebut berlangsung pada tanggal 6 Desember 2019, sedangkan menurut kantor berita Reuters, kasus positif virus Corona pertama di Peru dilaporkan pada 6 Maret 2020. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa peristiwa itu tidak memiliki koneksi dengan virus Corona.

Video yang diunggah akun Youtube Juned By tidak ada kaitannya dengan Italia dan wabah Corona. Video tersebut merupakan unjuk rasa di Plaza San Martin Kota Lima, Peru pada tahun 2019 yang berdoa untuk melawan orang-orang yang melakukan korupsi selama pemilihan mendatang.

Corona Menggila, Menkes Belgia Larang Warga Seks Threesome? Cek Faktanya

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Benarkah Ruqyah Bisa Obati Covid-19? Cek Faktanya

Sebuah unggahan menyebutkan ruqyah(rukiah) bisa menjadi obat Covid-19 yang disebabkan virus Corona SARS-Cov2. Benarkah demikian?

Cek Fakta: Tabung Elpiji 12 kg Biru Diganti BrightGas Gratis

Baru-baru ini grup aplikasi perpesanan WhatsApp sedang ramai dengan beredarnya informasi tentang tabung elpiji biru ukuran 12 kilogram yang dapat ditukar menjadi tabung BrightGas secara gratis.

Cek Fakta: Hoaks Covid-19 Tak Masuk Akal

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook mengenai virus Corona yang dinilai tak masuk akal. Klaim itu berangkat dari kebijakan-kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia yang dirasa berubah-ubah dan sesuai nalar.

Cek Fakta: Makan Kumbang Bisa Bikin Kebal Covid-19?

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook perihal mengonsumsi rampal atau sejenis kumbang diklaim bisa mencegah virus Corona Covid-19.

Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan penyelenggaraan hajatan warga Ngemplak, Karangpandan, Kamis (8/10/2020). Klarifikasi itu disampaikan menyusul adanya postingan</em> warga di media sosial yang mengeluhkan adanya pembubaran hajatan oleh polisi dan Satpol PP Karanganyar.

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Baru-baru ini di grup-grup Whatsapp beredar pesan berantai mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Dalam pesan itu, Nila disebut menganjurkan warga tidak memegang uang kembalian dan menjemurnya untuk membunuh virus corona.

Cek Fakta: Memeriksa Klaim Yahya Waloni Soal Tudingan Bisnis Corona

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video berisi potongan ceramah seorang mualaf Yahya Waloni beredar di Facebook. Video itu berisi sejumlah klaim sesat mengenai Covid-19 mulai dari masker hingga keberadaan penyintas.

Cek Fakta: Gibran Ingin Bebaskan Palestina dari Israel?

Solopos.com, SOLO -- Akun Facebook AnNde AnNde Lumut pada 9 September 2020 mengunggah pertanyaan soal kemungkinan Gibran Rakabuming Raka membebaskan Palestina dari Israel. Kabar ini ditulis di grup Facebook Kancah Politik dan ramai dibagikan di sejumlah akun Instagram.

Hoaks Tes Covid-19 dengan Menahan Napas, Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video pendek berdurasi 45 detik beredar di grup-grup Whatsapp. Video berisi sebuah animasi bergambar paru-paru disebut-sebut bisa dipakai sebagai tips melakukan tes Covid-19.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Solopos.com, SOLO -- Channel Youtube Big Video mengunggah konten yang menerangkan soal sosok mantan istri penyanyi Dory Harsa. Akun ini mengkompilasi sejumlah video dan foto yang beberapa diantaranya justru bukan sosok mantan istri Dory Harsa.

Cek Fakta: Lemon Bisa Bunuh Virus Corona? Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Grup-grup whatsapp kembali diriuhkan oleh sebuah gambar berisi informasi mengenai kit medis hingga cara mengatasi Covid-19. Tidak jelas siapa pembuat gambar itu.

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Solopos.com, SOLO -- Sebuah pesan beredar di grup-grup Whatsapp mengutip pernyataan Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland. Pesan itu berisi poin-poin atau intisari sebuah artikel online.

Cek Fakta: Rocky Gerung Mualaf dan Mendadak Jadi Ustaz?

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar foto akademisi Rocky Gerung berada di atas mimbar dengan penampilan menggunakan peci dan mengalungkan sarung. Foto tersebut beredar dengan narasi Rocky Gerung telah memeluk Islam atau mualaf dan mendadak menjadi seorang ustaz.

Cek Fakta: Surat Panggilan Calon Karyawan Pertamina DIY & Solo Hoax

Solopos.com, SOLO – Surat panggilan yang mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta beredar ke sejumlah alamat email dan Whatsapp. Surat yang diberi nomor 816/SDM-31704/2020 itu berisi enam lampiran yang tertulis untuk kepentingan panggilan tes seleksi “rekrutmen” karyawan PT Pertamina (Persero).

Cek Fakta: Covid-19 Sengaja Disebar untuk Bisnis Vaksin?

Solopos.com, SOLO -- Klaim berbahaya beredar di Instagram lewat akun @ayoe2146. Akun ini menyebut virus corona Covid-19 atau SARS-Cov2 sengaja disebarkan lewat tenaga medis untuk melancarkan praktik bisnis vaksin.

Cek Fakta: Hati-Hati! Link Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Hoax

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar informasi siswa sekolah bisa mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) lewat daring. Informasi ini juga menyertakan tautan yang mengarah pada situs tertentu.