Corona Menggila, Menkes Belgia Larang Warga Seks Threesome? Cek Faktanya
Maggie de Block, menkes Belgia. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Beredar kabar Menteri Kesehatan Belgia, Maggie de Block melarang warga untuk menghentikan aktivitas seksual threesomes dan bertukar pasangan. Menkes Belgia menilai kedua aktivitas seksual itu rawan menularkan virus corona Covid-19.

Dewan Guru Besar FKUI Minta Jokowi Terapkan Lockdown di Indonesia

Menyertai pengumuman itu, Maggie juga menjawab pertanyaan wartawan soal aktivitas seksual bestiality atau berhubungan badan dengan hewan. Kabarnya Maggie justru mengizinkan warganya untuk menggauli hewan lantaran Covid-19 tidak menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

Maggie terpaksa mengeluarkan pernyataan itu lantaran reputasi Belgia sebagai “Ibu Kota Grup Seks Eropa.” “Belgia adalah kota peminum bir dan grup seks di Eropa, jika bukan dunia. Kita, sebagai bangsa, harus mengatasi situasi ini,” kata Maggie seperti dimuat worldnewsdailyreport.com.

“Bertukar istri [wife swapping],  hubungan seksual bertiga [threesomes], dan pesta pora dengan enam, lima puluh, seratus atau lebih [kerumunan orang] tidak diizinkan sampai wabah mereda,” demikian bunyi pernyataan itu.

Ingin Wabah Corona Segera Berakhir? Mahamenteri Keraton Solo Tedjowulan Sarankan Ini

Sejumlah media telah mengutip pernyataan ini. Bahkan beberapa media di Indonesia turut menyebarkan berita sesuai dengan sumber aslinya.

Sedangkan ditelusuri Solopos.com, Jumat (27/3/2020) sore WIB, pernyataan Maggie tersebut tak pernah dimuat oleh media-media arus utama di Belgia ataupun di Eropa.

Hoax di Tengah Wabah Corona Belgia

Beberapa laman pemeriksaan fakta seperti Truth of Fiction hingga Pioneer Invasion menyebut berita tersebut hoax. Times of India juga mengklaim pernyataan tersebut palsu. Maggie de Block bahkan tak pernah membahas tentang aktivitas seksual threesomes dan bertukar pasangan.

Ada 639 ODP & 6 PDP Corona di Klaten, Ini Sebaran Wilayahnya

Namun beberapa media membenarkan sebagian dari isi berita hoax tersebut. Dikatakan dalam sebuah survei tahun 2018 mengungkapkan bahwa lebih dari 78% pasangan Belgia secara terbuka mempraktikkan kebiasaan bertukar istri. Praktik ini telah umum setelah pada abad ke-19 di bawah pemerintahan King Leopold II bertukar pasangan dilegalkan.

Sedangkan situasi terkini, Belgia telah menerapkan karantina wilayah alias lockdown selama 19 hari hingga 5 April. Kebijakan ini sebagaimana diumumkan Perdana Menteri Belgia Sophie Wilmès.

Belgia sendiri telah mencatat 7.284 kasus warga terinfeksi virus corona dan 289 orang meninggal dunia serta 858 telah sembuh. Saat dikarantina wilayah, Belgia masih menunjukkan angka positif 1.000-an orang.

Terima 18.400 Alat Rapid Test, Gubernur Jatim Minta Segera Digunakan


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho