Usul Uji Vaksin Covid-19 di Afrika, Dua Dokter Ini Disemprot WHO
Logo WHO saat ini. (Reuters)

Solopos.com, PARIS - Dua dokter Prancis disemprot Badan Kesehatan Dunia WHO lantaran mewacanakan uji coba vaksin virus corona Covid-19 di Afrika. WHO mengutuk dua dokter itu dan menyebutnya sebagai tindakan rasis.

"Afrika tidak bisa dan tidak akan menjadi tempat pengujian untuk vaksin apa pun," kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Bentuk Mirip Printer, Alat Ini Bisa Diagnosis Covid-19 Hanya 5 Menit

Dilansir BBC, Selasa (7/4/2020), pernyataan para dokter selama debat di televisi itu memicu kemarahan. Mereka dituduh memperlakukan orang Afrika seperti "kelinci percobaan manusia". Salah satu dari mereka kemudian mengeluarkan permintaan maaf.

Ketika ditanya tentang saran kedua dokter itu dalam jumpa pers, Dr Tedros menjadi sangat marah dan menyebutnya mabuk dari "mentalitas kolonial".

"Itu memalukan, mengerikan, untuk mendengar selama abad ke-21 dari para ilmuwan, ucapan semacam itu. Kami mengutuk ini dengan cara sekuat mungkin dan kami meyakinkan Anda bahwa ini tidak akan terjadi," katanya.

Hari Ini Dalam Sejarah: 8 April 217, Kaisar Romawi Dibunuh Adiknya

Karena jumlah kasus yang dikonfirmasi di Afrika terus meningkat, beberapa pemerintah memberlakukan tindakan yang lebih keras untuk mencoba memperlambat penyebaran virus. Presiden Kenya Uhuru Kenyatta telah melarang semua perjalanan keluar-masuk ibu kota, Nairobi, dan tiga kota besar lainnya selama tiga minggu.

Selama debat di saluran TV Prancis LCI, Camille Locht, kepala penelitian di kelompok riset kesehatan Inserm, berbicara tentang uji coba vaksin di Eropa dan Australia.

Uji Vaksin Covid-19 di Afrika Provokatif

Jean-Paul Mira, kepala perawatan intensif di rumah sakit Cochin di Paris, kemudian mengatakan, "Jika saya bisa menjadi provokatif, bukankah kita harus melakukan penelitian ini di Afrika, tempat tidak ada masker, tidak ada perawatan, tidak ada resusitasi?"

Sah! PSBB Jakarta Mulai Berlaku Jumat 10 April 2020

Locht mengangguk setuju dengan saran ini, dan berkata, "Anda benar. Kami sedang dalam proses berpikir tentang studi paralel di Afrika."

Dr Mira sebelumnya mempertanyakan apakah penelitian akan bekerja sesuai rencana pada petugas kesehatan di Australia dan Eropa karena mereka memiliki akses ke alat pelindung diri (APD) saat bekerja.

Acara itu memicu kemarahan luas, termasuk dari mantan pemain sepak bola Didier Drogba, yang menyebut komentar itu "sangat rasis". Dia menambahkan, "Jangan menganggap orang Afrika sebagai kelinci percobaan! Benar-benar menjijikkan".

Meninggal Mendadak, Jasad Pria Tua di Banjarsari Solo Dievakuasi BPBD

Rekan mantan pemain sepak bola Samuel Eto'o menyebut para dokter itu sebagai "pembunuh".

Komentar para dokter juga memicu kekhawatiran yang ada di Afrika bahwa orang Afrika akan digunakan sebagai kelinci percobaan untuk vaksin virus corona Covid-19 baru.

Pusat-pusat penyebaran virus telah ditargetkan di negara-negara Afrika. Baru-baru ini, sebuah fasilitas yang sedang dibangun di Abidjan di Pantai Gading diserang dan dihancurkan oleh pengunjuk rasa.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho