SOLOPOS.COM - Ustaz Yusuf Mansur mendatangi salah satu investor patungan usaha hotel dan menyerahkan uang investasi yang ditanam sejak 2012. (Daqu Channel)

Solopos.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Adi Partner Perkasa, Adiansyah menjadi orang kepercayaan Ustaz Yusuf Mansur dalam bisnis batu bara di Kalimantan Selatan pada tahun 2009.

Namun, Adiansyah ternyata mengkhianati kepercayaan itu dengan memalsukan tanda tangan Ustaz Yusuf Mansur pada tahun 2010.

Promosi BRI Borong 12 Penghargaan 13th Infobank-Isentia Digital Brand Recognition 2024

Hal itu diketahui dari fakta persidangan gugatan perdata yang diajukan Bank CIMB Niaga kepada PT Adi Partner Perkasa pada Juni 2011 silam. Selain PT Adi Partner Perkasa selaku tergugat I, pihak yang digugat adalah Adiansyah (tergugat II), Ustaz Yusuf Mansur (komisaris utama/ tergugat III) dan Muhammad Syakir Sula (komisaris/ tergugat IV).

Bisnis batu bara pada tahun 2009 itu kini meledak setelah Zaini Mustofa sebagai salah satu investor menggugat perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca Juga: Tanda Tangan Yusuf Mansur Dipalsukan Direktur Perusahaan Batu Bara

Zaini Mustofa kehilangan uang Rp80 juta namun investasi batu bara tersebut diperkirakan menelan dana investor dari kalangan masyarakat senilai Rp55 miliar.

Dalam putusan bernomor 313/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel tertanggal 27 Maret 2012, Adiansyah dan PT Adi Partner Perkasa terbukti bersalah melawan hukum terhadap Bank CIMB Niaga. Adiansyah tidak melakukan pembayaran atas penerbitan bank garansi yang diajukan ke bank tersebut.

Adiansyah harus membayar Rp2,4 miliar kepada Bank CIMB Niaga.

“Menyatakan Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan perbuatan melawan hukum, menghukum secara tanggung renteng untuk membayar ganti kerugian materiil secara tunai kepada Penggugat sebesar Rp2,4  miliar,” putus majelis hakim yang diketuai Suko Harsono SH pada 27 Maret 2012.

Baca Juga: Gugatan Bank Niaga, Hakim Nyatakan Ustaz Yusuf Mansur Tak Bersalah

Sementara itu, Yusuf Mansur yang menjabat komisaris utama di perusahaan batu bara itu diputus tidak terlibat dalam pengajuan uang ke Bank CIMB Niaga.

Tanda tangan dai bernama kecil Jam’an Nurchotib Mansur itu dipalsukan Adiansyah untuk memuluskan pengajuan dana.

“Tergugat III (Yusuf Mansur) dan Tergugat IV (Muhammad Syakir Sula) telah dapat membuktikan dalilnya bahwa tanda tangan yang dibubuhkan didalam Surat Persetujuan Komisaris PT Adi Partner Perkasa adalah bukan tanda tangan Tergugat III dan Tergugat IV sehingga keduanya tidak mempunyai tanggung jawab hukum untuk itu,” ujar hakim.

PT Adi Partner Perkasa adalah perusahaan yang dipakai Ustaz Yusuf Mansur untuk menggalang investor bisnis batu bara di Kalimantan Selatan pada tahun 2009.

Baca Juga: Investor Pertanyakan Izin Bisnis Batu Bara Yusuf Mansur ke Menteri ESDM

Gugatan Bank CIMB Niaga itu terjadi pada bulan Juni 2011. Solopos.com mendapatkan salinan putusan majelis hakim bernomor 313/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel yang memuat putusan untuk PT Adi Partner Perkasa dan Adiansyah.

Kasus itu bermula saat Adiansyah mengajukan kredit ke Bank CIMB Niaga untuk investasi batu bara di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan perjanjian kredit No.362/CBG/JKT/2009 tertanggal 29 Desember 2009, Bank CIMB Niaga telah memberikan kredit kepada PT Adi Partner Perkasa senilai Rp120 miliar.

Untuk jaminan kredit, perusahaan tersebut menyerahkan objek jaminan berupa dana tunai yang ditempatkan di deposito berjangka pada Bank Niaga senilai Rp120 miliar yang diikat dengan gadai berikut surat kuasa pencairannya.

Baca Juga: Sidang Gugatan Investasi Batu Bara Yusuf Mansur Digelar 15 Februari

Pada 17 Maret 2010, Adiansyah mengajukan surat permohonan penerbitan bank garansi kepada Bank Niaga senilai US$162.000 untuk pembayaran kepada Shenzen City Rixinshenglong Logistic.Co.Ltd. Bank Niaga lantas menerbitkan bank garansi pada 24 Maret 2010.

Namun hingga batas klaim pembayaran Adiansyah tidak memenuhi kewajibannya.

“Bahwa hingga tanggal klaim pembayaran diajukan oleh Shenzen City Rixinshenglong Logistic.Co.Ltd., Tergugat I (PT Adi Partner Perkasa) tidak melakukan penyetoran jaminan tunai tersebut, sedangkan di lain pihak Penggugat (Bank Niaga) harus tetap melakukan pembayaran atas klaim bank garansi tersebut untuk menghindari name risk apabila klaim tersebut tidak dibayarkan. Bahwa hingga saat ini Tergugat I tidak melakukan pembayaran sesuai dengan jumlah tertagih atas Collateral BG meskipun telah beberapa kali dilakukan penagihan, padahal Penggugat telah melakukan pembayaran (advance payment) atas Bank Garansi tersebut,” kutip Solopos.com dari putusan majelis hakim.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Digoyang Tudingan Investasi Bodong Batu Bara



Belakangan diketahui pengajuan bank garansi tersebut ternyata merupakan inisiatif pribadi Adiansyah selaku Direktur Utama PT Adi Partner Perkasa. Dalam persidangan juga terbukti Adiansyah memalsukan tanda tangan Ustaz Yusuf Mansur (Komisaris Utama) dan Muhammad Syakir Sula (komisaris) untuk pengajuan dana ke Bank Niaga.

Sebelumnya, dalam klarifikasi yang diunggah di kanal Youtube Daqu Channel, Yusuf Mansur menegaskan dirinya tidak pernah menipu dalam bisnis batu bara di Kalimantan Selatan pada 2009. Bahkan ia harus mengembalikan uang hingga Rp23 miliar kepada para investor bisnis tersebut.

“Soal tipu menipu mah kagak. Soal batu bara saya dibilang nipu, kagak. Dari dulu malah saya ngalah mulu, ikut ganti ikut bayar beberapa orang, malah ada satu orang Rp23 miliar itu. Saya juga gak tahu dapat duit dari mana itu bisa ganti. Belum yang lain-lain itu, yang nyelonong ke rumah saya, kalau sekarang mah enggak. Kalau sekarang ada yang mau mempermasalahkan ke polisi aja udahbuktiin di sono aja udah. Selama ini juga ke polisi melulu, pakai pengacara melulu ya gak apa-apa,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya