Update PMK Sukoharjo: 800 Kasus Terjangkit, 1.300 Ternak Sudah Divaksin

Jumlah total jatah vaksin PMK yang diterima Sukoharjo ada 2.100 dosis, dengan prioritas penyuntikan di zona hijau.

Kamis, 30 Juni 2022 - 16:29 WIB Penulis: Magdalena Naviriana Putri Editor: Rohmah Ermawati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan memberi tanda telah divaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada seekor sapi ternak warga di Kandang Komunal Gapoktan Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (18/6/2022). (Antara/Mohammad Ayudha)

Solopos.com, SUKOHARJO – Penyakit mulut dan kuku atau PMK menyerang hewan ternak di Kabupaten Sukoharjo hingga total terdapat lebih dari 800 kasus. Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Sukoharjo, Arif Rahmanto, mengatakan penyebaran PMK di Sukoharjo terus terjadi mendekati Hari Raya Iduladha.

Update kasus terakhir 29 Juni 2022. Kasus baru 73 ternak, sakit 802, sembuh 317 dengan rincian sapi 306, kambing 10, domba satu. Kalau untuk ternak yang mati empat, potong paksa 10,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Kamis (30/6/2022).

Arif mengungkapkan pihaknya masih terus berupaya melakukan pengendalian penyebaran kasus PMK. Hingga saat ini, dia menyebut, pemerintah masih melakukan penutupan seluruh pasar hewan hingga batas waktu yang belum ditentukan, dan melakukan vaksinasi PMK pada ternak.

“Kalau pasar hewan masih ditutup, tapi berjualan di rumah boleh. Ada yang di pinggir jalan juga sudah meminta izin. Prinsipnya, kami tak melarang berjualan hewan kurban di pinggir jalan. Namun, harus mengajukan izin berjualan atau minimal pemberitahuan ke instansi terkait guna memudahkan pemantauan kesehatan hewan kurban,” kata dia.

Hingga Rabu (29/6/2022) dia menyebut vaksinasi telah disuntikan kepada sejumlah 1.300 hewan ternak di Sukoharjo. Sementara jumlah total jatah vaksin yang diterima Kabupaten Sukoharjo ada 2.100 dosis, dengan prioritas penyuntikan di zona hijau.

Baca juga: Peternak Sukoharjo Diminta Kandangkan Sapi Usai Divaksin PMK

“Per hari kemarin sudah 1.300an vaksin yang disuntikkan. Untuk hari ini akan kita lakukan vaksinasi lagi sebanyak 800 dosis. Kalau untuk tambahan jatah dosis kami masih menunggu dari pemerintah pusat, untuk saat ini belum ada tambahan,” jelasnya.

Fatwa Penyembelihan Hewan Kurban

Tak hanya pengawasan distribusi jual beli ternak dan penyuntikan vaksin, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada takmir masjid terkait perlakuan hewan kurban yang terjangkit PMK dan pelaksanaan penyembelihan.

Lebih lanjut, Arif menambahkan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban saat Iduladha merujuk pada surat edaran Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Sebelumnya, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah PMK.

Baca juga: Vaksinasi PMK Ternak Sapi di Sukoharjo, Jadi Percontohan di Jateng

“Kalau nanti memang ada yang terpapar, penyembelihan hewan kurban yang sakit harus di urutan paling akhir. Setelah semua selesai, peralatan, lokasi penyembelihan dan petugas harus di semprot disinfektan untuk sterilisasi,” katanya.

Diberitakan Sebelumnya, Ketua MUI Sukoharjo, Abdullah Faishol, menyatakan sesuai fatwa MUI, hewan ternak yang terpapar virus PMK dengan gejala ringan hukumnya sah dijadikan hewan kurban. Sedangkan, hewan ternak terpapar PMK dengan gejala klinis kategori berat hukumnya tidak sah dijadikan hewan kurban.

Hewan ternak bergejala berat yang dinyatakan sembuh dalam rentang waktu antara 10 sampai 13 Dzulhijjah maka hukumnya sah dijadikan hewan kurban. “Umat muslim diimbau untuk membeli hewan ternak yang kondisinya sehat dan sesuai kriteria hewan kurban. Misalnya, hewan ternak yang cukup umur,” kata dia.

Baca juga: Beli Sayur di Warung Rudy 21 Mojolaban Sukoharjo Pakai Nomor Antrean

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Hampir Semua Rumah Satu RW di Joton Klaten akan Tergusur Proyek Tol Solo-Jogja 3 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Jika Solo Jadi Ibu Kota Provinsi Soloraya, Maka... 56 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ini Keunggulan Desa Conto Wonogiri yang Jadi Desa Wisata Terbaik Jateng 2022 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Quick Response 110 Polres Sukoharjo Selamatkan Pemuda yang Nyaris Bunuh Diri 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Puluhan Penyandang Disabilitas Boyolali Galang Dana untuk Korban Gempa Cianjur 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Siap-Siap! Lokananta Solo Segera Bertransformasi Jadi Creative & Commercial Hub 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Unik! Pemilihan Ketua RT dan RW di Bareng Klaten Dilakukan secara Online 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Film Pendek, Pidato Inggris dan Arab Sumbang Emas Jateng di Pospenas IX Solo 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Granat Unwidha-Pengamen di Klaten Galang Donasi untuk Korban Gempa Cianjur 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Pesona Girpasang Klaten, Destinasi Wisata Dataran Tinggi Terbaik Se-Indonesia 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Harga Sembako di Pasar Sukoharjo Naik Jelang Nataru, Telur Paling Tinggi 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Bantu Korban Gempa Cianjur, Puluhan Seniman Reog Ponorogo Pentas di CFD Solo 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Gelar Pesta Nikah di Pura Mangkunegaran Solo, Kaesang dan Erina Catat Sejarah 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tujuh Sukarelawan Karanganyar Bantu Evakuasi Korban Gempa di Cianjur 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Wah, 10 Kereta Kencana Disiapkan untuk Kirab Pernikahan Kaesang-Erina di Solo 5 jam yang lalu