Tutup Iklan
Sebuah pertandingan taekwondo. Ist/google-image/ilustrasi

Solopos.com, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Taekwondo Championship VI 2019 dimulai pada Jumat (1/11/2019). Kejuaraan taekwondo terbuka bagi pelajar dan mahasiswa tingkat nasional tersebut mendapat animo luar biasa dari peserta.

Tercatat, 1.257 peserta dari seluruh Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan dua tahunan yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UNS di Sritex Arena, Solo tersebut. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bali, dan D.I. Yogyakarta. Jumlah peserta melampaui target awal yaitu 1.200 peserta.

UKM Taekwondo UNS menyelenggarakan kejurnas itu untuk mengembangkan dan menyosialisasikan olahraga bela diri asal Korea Selatan itu. Mereka juga berharap event semacam itu semakin meningkatkan kualitas atlet, khususnya yang berpartisipasi dalam kejuaraan.

Kejurnas itu secara umum mempertandingkan dua kategori utama yaitu krorugi (tanding) dan poomsae (seni/jurus). Namun, panitia mengklasifikasinya lebih terperinci sesuai usia dan berat badan peserta.

Di kategori kyorugi, panitia membagi menjadi Pelajar A (usia 7-9 tahun dan 10-12 tahun), Pelajar B (13-15 tahun), Pelajar C (16-18 tahun), dan Mahasiswa. Masing-masing subkategori itu dibagi lagi sesuai berat badan peserta.

Sementara di kategori poomsae, panitia membagi menjadi individual, pasangan, dan beregu. Subkategori individual dibagi dalam empat divisi yaitu Pelajar A, Pelajar B, Pelajar C, dan Mahasiswa. Subkategori pasangan dan beregu masing-masing dibagi dalam dua divisi yaitu Pelajar C dan Mahasiswa.

Sekretaris panitia UNS Taekwondo Championship, Maharani Kurnia Retnani Putri, mengungkapkan para peserta pelajar bisa hadir mewakili sekolah maupun dojang (tempat latihan taekwondo). Sementara peserta mahasiswa wajib mewakili universitas atau perguruan tinggi mereka masing-masing.

Kejurnas itu menurutnya bisa jadi tolok ukur prestasi karena panitia mempersilakan atlet dari Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP), Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP), Sekolah Khusus Olahraga (SKO), atlet yang masuk Pelatda, maupun Pelatnas ambil bagian. Selain itu, panitia menggunakan peraturan terbaru yang mengacu pada World Taekwondo Competition Rules untuk kyorugi dan Taekwondo Rules and Interpretation untuk poomsae.

“Walau dimulai Jumat, tapi pembukaan acara kami gelar Sabtu [2/11/2019]. Silakan bagi yang ingin menonton atau memberikan dukungan kepada atlet,” ungkapnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat siang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten