Unik, Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Klaten Ini Digelar di Jalan Umum
Warga di Bugel RT 003/RW 014, Krakitan, Bayat, Klaten, menggelar upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila di dukuh setempat, Kamis (1/10/2020). (Solopos.com-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Warga di RT 003/RW 014, Dukuh Bugel, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat menggelar upacara Hari Kesaktian Pancasila di jalan utama di dukuh setempat, Kamis (1/10/2020) pagi.

Selain upacara, para peserta upacara juga menyaksikan teatrikal singkat yang menggambarkan terkait kesaktian Pancasila.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila diikuti sejumlah elemen masyarakat di Bugel, yakni para pelajar, petani, ibu rumah tangga (IRT), para sesepuh, para pemuda, anggota Kokam, dan lainnya.

Perajin Batik Jarum Klaten Ini Pilih Jual Mobil Ketimbang Berutang Agar Produksi Tetap Berjalan

Bertindak selaku pembina upacara, yakni Hananta. Sedangkan komandan upacara, yakni Sarjono. Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila diawali penghormatan terhadap pembina upacara. Selanjutnya pengibaran bendera Merah Putih.

Di tengah pengibaran bendera Merah Putih itu, beberapa pengguna jalan tetap leluasa melintasi area pelaksanaan upacara lantaran akses menuju ke Bugel tidak ditutup. Di antaranya, penjual bakso cilok, sopir truk yang mengangkut muatan pasir, warga dari dukuh lain di Krakitan, dan lainnya.

Ikut Memberikan Penghormatan

Meski demikian, upacara tetap berlangsung khidmat. Bahkan, petani dan penjual bakso cilok turun dari sepeda motornya untuk ikut memberikan penghormatan ke bendera Merah Putih.

"Saat saya melintas di tengah jalan itu, ternyata ada upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Saya spontan turun dari sepeda motor dan ikut memberikan penghormatan kepada Merah Putih. Rasanya ikut bergetar [jiwa] saat memberikan penghormatan itu," kata penjual bakso cilok selama 30 tahun di Krakitan, yakni Edi Wandoyo, 66, saat ditemui wartawan di sela-sela upacara.

Berikutnya, para peserta upacara turut mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Selanjutnya, petugas upacara membacakan teks Pancasila dan pembacaan UUD 1945.

Kepala DKK Sragen Masuk Daftar Penerima BPUM Rp2,4 Juta, Kok Bisa?

Sebelum acara doa di bagian akhir upacara, Hananta selaku pembina upacara memberikan amanahnya di hadapan peserta upacara.

"Sebagai penerus bangsa, harus melanjutkan Pancasila sebagai pandangan hidup. Upaya mengganti Pancasila dapat digagalkan. Marilah tetap menjaga keharmonisan dan kebersamaan. Jangan mudah diprovokasi yang mengakibatkan sebuah perpecahan," kata Hananta yang juga dikenal sebagai ketua RT 003, Krakitan, pascaupacara berlangsung.

Begitu upacara rampung, para peserta upacara melihat teatrikal singkat yang menggambarkan kesaktian Pancasila.

Sila-Sila Pancasila

Selanjutnya, Suryono yang juga dikenal sebagai guru SD memberikan penjelasan terkait sila-sila di dalam Pancasila ke sejumlah siswa SD di pos ronda di Bugel, Krakitan, Bayat.

Pencetus Upacara Memperingati Hari Pancasila di Krakitan, Asim Sulistyo, mengatakan pelaksanaan upacara ini untuk menggugah semangat nasionalisme ke para generasi penerus bangsa.

"Saat ini, jiwa dan semangat nasionalisme mulai tergerus. Kegiatan ini untuk meningkatkan semangat nasionalisme," katanya.

Jaga Soloraya Kondusif, Ini Imbauan Danrem Warastratama kepada Perguruan Silat

Salah satu peserta upacara, Riris Setiyani, 38, mengaku senang dan turut bangga menjadi bagian pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

"Tadi mulai ngumpul di sini pukul 08.00 WIB. Rasanya bangga bisa mengikuti kegiatan ini. Bisa menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom