Top 3 Kuliner Khas Pemalang, Nyummy Banget

Uniknya, kudapan khas di kawasan jalur persinggahan lalu lintas jalur pantai utara (pantura) ini memiliki 3 macam kudapan yang lengkap, mulai dari kue, buah dan juga jenis bubur

 Gambar Ilustrasi Nanas Madu (Instagram/@sayurbox)

SOLOPOS.COM - Gambar Ilustrasi Nanas Madu (Instagram/@sayurbox)

Solopos.com, PEMALANG — Setiap daerah pasti memiliki kudapan atau jajanan ringan khas yang jarang ditemui di daerah lain. Salah satunya adalah kuliner khas Kabupaten Pemalang.

Uniknya, wilayah di jalur persinggahan lalu lintas jalur pantai utara (pantura) ini memiliki tiga macam kudapan yang lengkap, mulai dari kue, buah, dan juga bubur

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Berikut ini tiga  macam kudapan yang ada di Kabupaten Pemalang:

Nanas Madu

Deretan nanas madu Pemalang dijual di Garut, Jawa Barat (Liputan6com)
Deretan nanas madu Pemalang dijual di Garut, Jawa Barat (Liputan6com)

Anda tentu pernah melihat penjual nanas madu di pinggiran jalan. Namun, tahukah Anda jika buah yang satu ini berasal dari Kabupaten Pemalang? Nanas madu ini kebanyakan berasal dari Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.

Rasa nanas khas Pemalang ini berbeda dengan nanas pada umumnya, yaitu cenderung manis seperti madu. Sementara nanas pada umumnya memiliki rasa yang sedikit asam.

Baca Juga: Ternyata Banyak yang Tidak Tahu Pemalang, Kenapa ya?

Seperti yang telah diberitakan Solopos.com, potensi nanas madu Pemalang ini terbilang melimpah karena nyaris ada sepanjang tahun sehingga bisa menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga. Bahkan nanas madu juga bisa dikonsumsi segala usia. Harganya yang terbilang murah meriah seharga Rp5.000 per satu buah nanas, membuat konsumen bisa membeli nanas dalam jumlah yang cukup banyak.

Kue Amprut

Titi Faryanti
Titi Faryanti, Penjual Kue Amprut (Okezone.com)

Kue amprut merupakan kuliner khas Pemalang yang selalu disajikan di setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri. Kue ini juga dikenal sebagai kue sagon. Melansir dari situs Okezone.com, kue amprut ini biasanya dimakan sebelum sungkeman kepada orang tua. Secara filosofi memakan kue amprut sebelum sungkem  itu merupakan tanda keseriusan untuk meminta maaf.

Baca Juga: Hutan Mangrove Pemalang Kena Sasaran Konservasi dari KKP

Teknisnya,  memakan kue amprut memerlukan keseriusan  agar tidak tersedak. Sama halnya saat sungkeman untuk minta maaf harus serius seperti makan Kue Amprut. Tidak boleh main-main, harus fokus dan penuh sopan santun.

Kue amprut ini banyak dicari oleh warga dari luar Pemalang. Salah satu penjual Kue Amprut Titi Faryanti yang merupakan pemilik sebuah toko cemilan khas Pemalang yang berlokasi di Perumahan Sugihwaras Indah No.61 Pemalang ini mengatakan bahwa pelanggannya yang dari luar Pemalang selalu mencari kue amprut sebagai oleh-oleh

Bubur Blohok

Ibu Sinok (kiri), penjual bubur blohok di Pasar Kabunan, Kabupaten Pemalang
Ibu Sinok (kiri), penjual bubur blohok di Pasar Kabunan, Kabupaten Pemalang (Instagram/@kabarpemalang)

Sekilas, bubur ini mirip dengan bubur sumsum khas Jawa Tengah pada umumnya yang merupakan perpaduan dari tepung beras dengan santan gurih dan disuguhkan dengan gula merah sebagai kuah sehingga membuat cita rasa gurih dan manis berpadu. Namun, kuliner khas Pemalang ini memiliki keistimewaan hlo. 

Baca Juga: Menyampah, Sedekah Laut Warga Asemdoyong Dicibir Warganet

Salah satu penjual bubur blohok di Kabupaten Pemalang adalah Ibu Suciwati yang juga dikenal dengan sebutan Ibu Sinok. Berdasarkan pantuan Solopos.com di laman Instagram @kabarpemalang, Ibu Sinok ini biasa berjualan di Pasar Kabunan yang berlokasi di Desa Kabunan, Kecamatan Taman.

Ibu Sinok dulunya berjualan keliling, namun seiring berjalannya waktu dan ditambah dengan kondisi usia yang sudah senja mengharuskan dirinya harus berjualan dengan cara mager di salah satu lapak di pasar tersebut. Bubur-bubur yang dijual di lapaknya ditempatkan di sebuah baskom besar. Harganya juga terjangkau, satu porsi bubur blohok bisa dinikmati dengan harga mulai dari Rp2.500.

Pembeli bisa memilih jenis bubur untuk dicampur dalam satu porsi. Biasanya para pembeli yang datang ke tempat Ibu Sinok untuk take away (dibungkus) untuk disantap di rumah. Berdasarkan penuturannya, Ibu Sinok ini sudah berjualan lebih dari 30 tahun.

Sumber: Instagram, Okezone.com, Solopos.com

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kecelakaan Maut di Semarang, Guru asal Jepara Nyungsep di Kolong Truk

      Kecelakaan maut menimpa seorang guru asal Jepara saat mengendarai sepeda motor Honda Vario di Jalan Siliwangi, Jrakah, Ngaliyan, Kota Semarang.

      Sebanyak 30 Pelajar di Dieng Terima Beasiswa PT Geo Dipa Energi

      PT Geo Dipa memberikan beasiswa kepada 30 pelajar SMA sederajat yang ada di kawasan PLTP Dieng.

      Setelah Pati, Giliran Grobogan Diterjang Banjir

      Sebanyak 10 desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), dilanda banjir akibat meluapnya air Sungai Lusi.

      Candi Borobudur Dikepung Empat Sungai, Empat Gunung, dan Sesar Gempa Aktif

      Candi Borobudur memiliki potensi ancaman bencana alam tak sedikit, karena dikepung empat sungai, empat gunung, dan satu sesar aktif. 

      Ke Semarang, Menteri Perdagangan Jamin Stok Bahan Pokok saat Nataru

      Menteri Perdagangan (Mendag), Zulfikli Hasan, memastikan stok bahan pangan cukup menjelang libur akhir tahun atau Natal dan Tahun Baru 2023.

      Usulan UMK Jepara 2023 Naik 7,78% Disambut Demo Buruh

      Serikat pekerja atau buruh di Jepara menggelar aksi demo menuntut kenaikan UMK 2023 senilai 7,78 persen.

      Banjir Genangi Tanjung Emas, Karyawan Pabrik Pulang Lebih Cepat

      Banjir kembali menggenangi sejumlah pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jumat (2/12/2022).

      Dapat Dukungan PAN untuk Capres, Ganjar: Biar Antarpartai Komunikasi

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, angkat bicara terkait dukungan kader PAN di Jateng yang mengusungnya untuk maju capres 2024.

      Zulhas Sebut Semua Kader PAN Usul Ganjar Capres

      Ketua Umum PAN, Zulfikli Hasan, menyebut hampir seluruh kader PAN mendukung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, maju sebagai capres 2024.

      Dahsyat! Siswa MAN 2 Banyumas Juara Kontes Robot di Malaysia

      Siswa MAN 2 Banyumas sukses merebut dua medali juara dalam ajang 11th World Robotic for Peace (WRP) 2022 yang digelar di Universitas Teknologi Malaysia.

      Mengenal Es Badeg, Minuman Legendaris Khas Banyumas

      Salah satu minuman khas Banyumas yang saat ini mulai jarang ditemui adalah es badeg yang terbuat dari bunga kelapa atau manggar.

      Alami KDRT, Curhatan Istri TNI di Semarang via Video Viral

      Video seorang istri yang curhat mengalami KDRT oleh suami yang merupakan anggota TNI di Semarang mematik reaksi Kodam IV Diponegoro.

      Sejarah Benteng Portugis Jepara, Dibangun Pasukan Mataram untuk Halau Belanda

      Sejarah Benteng Portugis di Jepara, Jawa Tengah (Jateng), tidak terlepas dari hubungan baik antara Kerajaan Mataram dengan pasukan Portugis.

      Wonosobo Bentuk Kampung Bahasa Inggris Berbasis Ponpes

      Ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati antara lain terkait dengan promosi wisata, membentuk destinasi wisata edukasi melalui kampung bahasa berbasis pondok pesantren, pengembangan SDM ponpes khususnya Yayasan Al-Maksum melalui pelatihan bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin.

      Daftar Daerah di Jateng yang Angka Kematian Bayi Tinggi, Kebanyakan di Selatan

      Berikut daerah di Jawa Tengah atau Jateng dengan tingkat atau angka kematian bayi tertinggi sepanjang 2022.