Tiki Webinar Series: Belajar Manajemen Keuangan untuk Meraih Untung Berkelanjutan
Tangkapan layar diskusi Webinar Tiki Series Manajemen Keuangan via Youtube di Griya Solopos, Rabu (23/9/2020). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO--Pelaku UMKM kerap melakukan kesalahan dalam manajemen keuangan usaha sehingga perkembangan usaha tidak maksimal.

Kesalahan tersebut terutama tidak memisahkan rekening usaha dengan rekening pribadi, tidak memiliki perencanaan yang matang, dan tidak memiliki laporan keuangan.

Padahal, laporan keuangan penting bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk mengetahui kondisi usaha sehingga dapat menjadi dasar untuk mengambil kebijakan bisnis. Selain itu, laporan keuangan juga sebagai syarat untuk pinjaman modal dari mitra atau perbankan.

Laporan keuangan minimal terdiri dari laporan neraca, laba rugi, dan laporan arus kas. Menyusun laporan keuangan tidak sulit bagi pelaku usaha yang tak memiliki latar belakang akuntansi sekalipun. Lalu bagaimana kiatnya?

Hal tersebut menjadi bahan diskusi Tiki Webinar Series edisi ketiga bertajuk Manajemen Keuangan yang ditayangkan di chanel Youtube SoloposTV, Rabu (23/9/2020).

Dukung Penanganan Pandemi Covid-19, Coca-Cola Serahkan Bantuan Satu Unit Ambulans Kepada PMI

Manajemen Keuangan

Redaktur Solopos, Alvari Kunto Prabowo (kiri) berdiskusi dengan Ketua International Council for Small Business (ICSB) Kota Solo, Edi Suhardi saat Webinar Tiki Series Manajemen Keuangan via Youtube, Rabu (23/9/2020).
Redaktur Solopos, Alvari Kunto Prabowo (kiri) berdiskusi dengan Ketua International Council for Small Business (ICSB) Kota Solo, Edi Suhardi saat Webinar Tiki Series Manajemen Keuangan via Youtube, Rabu (23/9/2020).

Webinar yang sekaligus untuk memperingati ulang tahun ke-50 Tiki itu dua narasumber, yaitu Ketua International Council for Small Business (ICSB) Kota Solo, Edi Suhardi dan Konsultan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kota Solo, Saptono.

Edi yang juga sebagai Direktur BDS Rafinda, menjelaskan sebenarnya pelaku usaha bisa fokus saja menjalankan bisnis karena laporan keuangan bisa diserahkan kepada yang berkompeten. Manajemen keuangan merupakan bentuk administrasi meliputi perencanaan, penyimpanan, penggunaan, pencatatan, yang diakhiri dengan pelaporan.

Menurut Edi cara mengelola keuangan usaha dengan membuat keuangan usaha terpisah dengan keuangan pribadi, perencanaan keuangan, membuat laporan keuangan, mencatat laba rugi dengan tepat, memastikan arus kas yang sehat, menyisihkan laba untuk mengembangkan usaha, dan melibatkan pihak ketiga.

“Besar gaji sebagai owner dan karyawan ambil 10 persen dari laba. Satu per tiga laba untuk menambah modal, satu per tiga untuk pengeluaran tak terduga, dan satu per tiga untuk mengambangkan usaha,” katanya.

Dia mengatakan, keuangan usaha tidak boleh digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Pelaku UKM harus disiplin menjalankan manajemen keuangan keluarga.

Ekonom Sebut Resesi Indonesia Tak Separah Singapura Dan Malaysia

Tips Menghindari Rugi

Redaktur Solopos, Alvari Kunto Prabowo (kiri) berdiskusi dengan Konsultan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kota Solo, Saptono saat diskusi Webinar Tiki Series Manajemen Keuangan via Youtube  di Griya Solopos, Rabu (23/9/2020).
Redaktur Solopos, Alvari Kunto Prabowo (kiri) berdiskusi dengan Konsultan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kota Solo, Saptono saat diskusi Webinar Tiki Series Manajemen Keuangan via Youtube di Griya Solopos, Rabu (23/9/2020).

Sementara itu, Saptono menjelaskan tujuan usaha untuk memperoleh keuntungan secara berkelanjutan. Namun, UMKM yang gagal disebabkan sejumlah faktor, antara lain piutang tidak terkendali, tidak menjamin ketersediaan stok barang, dan perencanaan keuangan yang kurang matang.

“Laba merupakan indikator untuk mendapatkan keuntungan dan arus kas merupakan indikator usaha bisa berkelanjutan. Satu periode tertentu mengalami rugi tapi masih ada kas maka usaha masih bisa berjalan,” paparnya.

Menurut Saptono, menentukan harga jual dengan cara menghitung seluruh biaya-biaya dengan cermat dan menambahkan laba yang diharapkan. Biaya-biaya terdiri dari harga pokok produksi dan biaya operasional.

Sedangkan, upaya usaha agar berkelanjutan, antara lain dengan menjaga kas selalu harus tersedia dengan informasi yang akurat, penjualan dengan piutang harus terukur, melakukan investasi dengan perencanaan matang, dan memiliki keterampilan negosiasi.

“Cara mendapatkan laba secara berkelanjutan dengan mencatat laporan keuangan dengan disiplin sehingga menghasilkan informasi yang akurat untuk mengambil kebijakan usaha,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Bank Indonesia mengembangkan alat bantu pencatatan laporan keuangan untuk pelaku UMKM secara gratis. Aplikasi Siapik dapat diakses dengan menginput transaksi keuangan harian secara sederhana.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom