Tidak Ada Hidran, Kebakaran di Pabrik Kalijambe Sragen Sulit Dipadamkan
Proses pemadaman kebakaran di pabrik Kalijambe, Sragen, Sabtu (24/10/2020). (Solopos.com/Moh Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN – Kebakaran terjadi di salah satu pabrik di kawasan Kalijambe, Sragen, Sabtu (24/10/2020) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Musibah tersebut menimpa pabrik bahan baku PT Eiro Foam & Function yang sebelumnya disebut sebagai pabrik sepatu dan tas.

Proses pemadaman api yang melalap tiga gedung di pabrik tersebut masih berlangsung hingga Sabtu malam pukul 19.30 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran terjun ke lokasi untuk memadamkan api. Empat dari 10 unit mobil damkar itu berasal dari Sragen, sisanya bantuan dari Boyolali, Solo, Karanganyar, dan Sukoharjo.

Waduh Mak! Kasus Positif Covid-19 di Klaten Tambah 16

Petugas mengalami sejumlah kendala dalam memadamkan kebakaran di pabrik Kalijambe, Sragen tersebut. Kasi Pemadan dan Penyelamatan Dinas Satpol PP dan Damkar Sragen, Anton Sujarwo, mengatakan, salah satu penyebab pemadaman api memakan waktu lama adalah tidak adanya fasilitas hydrant di pabrik tersebut.

"Tidak ada hidran di pabrik ini. Jadi, petugas memanfaatkan hidran yang ada di PT Rakabu Sejahtera milik Jokowi [presiden] dan dari Gemolong," demikian laporan jurnalis Solopos.com, Moh Khodiq Duhri dari lokasi kejadian.

Selain tidak adanya hidran kebakaran, api yang membakar pabrik di Kalijambe, Sragen, itu sulit dijinakkan akibat angin yang bertiup kencang. Sampai berita ini diturunkan masih ada satu gedung yang terbakar.

Buang Air di Pinggir Perahu, Nelayan Kendal Tenggelam

Lokasi Pabrik

Berdasarkan pantauan di lokasi, tak kurang dari 20 tangki air dipakai untuk menjinakkan si jago merah. Belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Namun, diduga api merambat dengan cepat akibat bahan baku foam di pabrik yang mudah terbakar. Beruntung malam ini wilayah Kalijambe, Sragen, diguyur hujan rintik-rintik yang diharapkan dapat membantu proses pemadaman api.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran itu membuat warga panik. Apalagi saat muncul kepulan asap hitam yang membumbung tinggi ke langit.

“Memang lokasi pabrik tidak berdekatan dengan pemukiman, tapi warga sekitar berhamburan menuju lokasi. Paling dekat itu kos-kosan, tapi juga lumayan jauh lokasinya. Di lokasi sudah banyak warga. Mereka uyel-uyelan. Warga takut karena melihat kepulan asap pekat yang membumbung tinggi,” papar Johan Wahyudi, warga sekitar yang berada di lokasi saat dihubungi Solopos.com.

Libur Panjang, Kendaraan Masuk Jateng Diprediksi Naik, Siap-Siap Macet!

Johan menambahkan, pabrik itu baru beroperasi sekitar enam bulan terakhir. Saat kebakaran itu terjadi, sejumlah karyawan tengah masuk kerja.

“Sampai sekarang pemadaman api masih berlangsung. Tim pemadam kebakaran datang dari mana-mana. Api makin besar karena mungkin membakar bahan dasar pembuatan sepatu dan tas itu,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom