Ular kobra yang ditemukan di Royal Citayam Residence, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jabar, Minggu (8/12/2019). (Detik.com)

Solopos.com, SOLO — Pada musim penghujan akhir 2019, banyak kasus penemuan ular kobra di sejumlah permukiman. Mulai dari Gunungkidul, Bogor, dan daerah lainnya, ular kobra tiba-tiba muncul dan membuat panik warga.

Fenomena tersebut tentu membuat ngeri dan memicu kewaspadaan lebih saat musim penghujan kali ini. Bagiamana tidak? Ular kobra dikenal sebagai ular berbisa yang mematikan.

Atas fenomena itu, Peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Amir Hamidy, menjelaskan soal dua jenis ular kobra yang ada di Indonesia, yakni kobra Sumatra dan kobra Jawa. Ular tersebut punya kemampuan menyemprotkan bisa.

"Kobra Sumatera atau Naja Sumatrana yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan dan kobra Jawa atau Naja Sputarix yang terdistribusi di Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Rinca, Sumbawa dan Flores," ujar Amir seperti dikutip Detik.com, Jumat (13/12/2019).

Ia menyebut kobra Jawa biasanya hidup di wilayah perbatasan hutan yang terbuka, savana, persawahan hingga pekarangan rumah. Menurutnya, ular ini bisa tumbuh hingga 1,8 meter.

Sekali bertelur, kobra betina disebutnya mampu menghasilkan hingga 20 butir telur. Telur itu diletakkan di lubang-lubang tanah atau bawah serasah daun kering yang lembap serta bakal menetas dalam waktu tiga hingga empat bulan.

"Awal musim penghujan adalah waktu menetasnya telur ular. Fenomena ini wajar, dan merupakan siklus alami," ujar Amir.

Ia menyebut suhu ruangan hangat dan lembap cenderung disukai oleh ular untuk tempat menetaskan telur, termasuk induk ular kobra. Telur-telur itu akan ditinggalkan dan dibiarkan menetas sendiri.

"Begitu menetas, anakan kobra akan menyebar ke mana-mana," tandasnya.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten