Terlibat Pengeroyokan di Sidoarjo, Belasan Pesilat Ditangkap Polisi

Belasan orang anggota perguruan pencak silat ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Sidoarjo dalam kasus pengeroyokan.

 
Petugas Satreskrim Polresta Sidoarjo menunjukkan barang bukti dan pelaku pengeroyokan, Kamis (11/8) (ANTARA/HO-Polresta Sidoarjo)

SOLOPOS.COM - Petugas Satreskrim Polresta Sidoarjo menunjukkan barang bukti dan pelaku pengeroyokan, Kamis (11/8) (ANTARA/HO-Polresta Sidoarjo)

Solopos.com, SIDOARJO — Belasan orang anggota perguruan pencak silat ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Sidoarjo, Jawa Timur. Belasan pesilat itu ditangkap karena diduga menjadi pelaku pengeroyokan hingga melukai sejumlah korbannya.

Kapolresta Sidoarjo, Komisaris Besar Polisi Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu (7/8/2022) malam pada dua lokasi yaitu Jalan Raya Ponti dan kawasan Museum Mpu Tantular.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Di lokasi Jalan Raya Ponti, korban pengeroyokan dari anggota perguruan silat adalah ANF, warga Candi, Sidoarjo, yang sedang menutup warung angkringan. Korban didatangi sekelompok pemuda tak dikenal dari perguruan silat KS yang mengendarai 10 sepeda motor dengan berboncengan.

“Sebagian dari mereka menghampiri korban ANF karena dianggap salah satu anggota perguruan silat PSHT dari kaos yang dipakai dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban. Ada yang menggunakan tangan kosong, ruyung dan sebilah bambu,” ujarnya, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: Tahun Ini Berusia 1 Abad, Begini Sejarah Pendirian PSHT

Dari pengeroyokan itu mengakibatkan korban ANF mengalami luka pada pelipis kanan, lengan tangan kanan dan punggung. Sesaat kemudian beredar informasi di media sosial ada anggota PSHT yang dikeroyok anggota perguruan KS di kawasan Jalan Raya Ponti.

Setelah itu, sejumlah pemuda dari kelompok PSHT dan PSHW melakukan penyisiran mencari anggota dari perguruan KS sampai kawasan Museum Mpu Tantular.

Di lokasi kejadian ini, sejumlah pemuda yang diduga dari perguruan silat KS dan pelaku pengeroyokan terhadap ANF sedang berada di sebuah warung kopi sekitaran Museum Mpu Tantular, yakni FAP, warga Candi, Sidoarjo dan FDS, warga Sukodono, Sidoarjo.

Baca Juga: Harga Porang Anjlok, Petani Madiun Desak Kementan Standardisasi Harga

FAP dan FDS kemudian dikeroyok delapan pemuda dari PSHT dan PSHW meskipun dari hasil pemeriksaan polisi korban FAP dan FDS adalah anggota dari PSHT.

Korban FAP mengalami luka memar pada wajah dan robek pada kaki kiri akibat senjata tajam. Sedangkan Korban FDS mengalami luka pada kepala bagian belakang hingga pingsan di lokasi kejadian.

“Ada delapan pemuda yang kami tangkap di lokasi kedua [Museum Mpu Tantular] dan empat pemuda kami tangkap di lokasi pertama [Jalan Raya Ponti]. Semuanya kami tetapkan sebagai tersangka dan empat orang di antaranya masih di bawah umur. Motifnya adalah akibat perseteruan antarperguruan silat,” katanya.

Baca Juga: Sudah 3 Hari! Kapal KLM Cinta Kembar Hilang Kontak di Perairan Sumenep

Mengenai ancaman pasal yang dikenakan para tersangka, kata dia, yakni Pasal 80 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara 3 tahun 6 bulan, Pasal 170 KUHP tujuh tahun penjara, Pasal 351 Jo. Pasal 55 KUHP ancaman hukuman 2 Tahun 8 bulan penjara.

“Kemudian terhadap tersangka yang terbukti membawa dan menggunakan senjata tajam dikenakan ancaman hukuman 10 tahun penjara, seperti tertuang dalam Pasal 2 ayat (1) UU darurat no. 12 tahun 1951,” katanya.

Atas perbuatan yang dilakukan para pemuda dari kelompok perguruan silat tersebut, menurut Kapolresta Sidoarjo pihaknya akan memanggil masing-masing perguruan silat, pihak sekolah, orang tua hingga RT/RW tempat tinggal semua yang terlibat.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” kata dia.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pemprov Jatim Gelar Operasi Pasar di 25 Titik, 2 Titik Ada di Madiun

      Untuk mengendalikan inflasi setelah kenaikan harga BBM, Pemprov Jatim menggelar operasi pasar di 25 pasar tradisional yang ada di Jawa Timur.

      Hotman Paris Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis di Surabaya

      Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea membuka layanan konsultasi hukum gratis di Surabaya.

      Peringati Hari Tani Nasional, Murid di Madiun Membatik Motif Hasil Pertanian

      Sejumlah murid di MTs Negeri 3 Madiun memperingati Hari Tani Nasional dengan membatik dengan motif hasil pertanian.

      Prakiraan Cuaca di Madiun Sabtu: Cerah dari Pagi Sampai Malam Hari

      Simak prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Sabtu 24 September 2022.

      Tendang Temannya hingga Tewas, Pelajar SMKN 2 Jember Divonis 5 Tahun Penjara

      Seorang pelajar SMKN 2 Jember divonis hukuman lima tahun penjara karena menendang temannya hingga meninggal dunia.

      Seorang Nelayan Hilang saat Melaut di Trenggalek, Hanya Ditemukan Perahunya

      Seorang nelayan menghilang saat melaut di Trenggalek sejak Rabu lalu.

      Petugas PLN Gadungan Bobol Rumah Warga di Ponorogo, Begini Modusnya

      Seorang pria yang mengaku sebagai petugas PLN membobol rumah warga dan mencuri sejumlah barang berharga di Ponorogo.

      Sejarah Gang Dolly Surabaya, dari Makam Menjadi Tempat Prostitusi Terbesar

      Gang Dolly yang ada di Kota Surabaya sebelum ditutup oleh pemerintah sempat menjadi tempat prostitusi terbesar di kawasan Aisa Tenggara.

      Tekan Angka Inflasi, Wali Kota Madiun Ngantor di Pasar Besar

      Wali Kota Madiun, Maidi, akan nagantor di Pasar Besar untuk memantau harga kebutuhan pokok dan berupaya menakan angka inflasi.

      KA Kertanegara Tabrak Mobil di Kediri, Satu Orang Meninggal Dunia

      Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan kereta api dan mobil di perlintasan kereta api Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

      Prakiraan Cuaca Madiun Jumat, BMKG: Cerah dan Hujan Tipis pada Sore Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Jumat 23 September 2022.

      Waduh, Ruko Milik Pemkot Madiun Banyak Disewakan Secara Ilegal oleh Makelar

      Sejumlah pertokoan yang merupakan milik Pemkot Madiun disinyalir disewakan oleh makelar dengan harga sewa lebih tinggi.

      Kasus Pencabulan Mas Bechi Jombang, Saksi Kunci Tolak Hadir di Persidangan

      Saksi kunci dalam kasus pencabulan dengan terdakwa Mas Bechi menolak untuk hadir di dalam persidangan.

      Pakai Kaos Perguruan Silat, 3 Pemuda di Gresik Dikeroyok Puluhan Orang

      Polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam pengeroyokan pemuda yang mengenakan kaos perguruan silat.

      BMKG: Madiun Kamis Ini Diperkirakan Cerah Berawan dari Pagi sampai Malam Hari

      Simak prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Kamis 22 September 2022.