Harga Porang Anjlok, Petani Madiun Desak Kementan Standardisasi Harga

Petani di Kabupaten Madiun mendesak Kementerian Pertanian segera melakukan standardisasi porang.

 Petani di Kabupaten Madiun memanem umbi porang di lahannya. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Petani di Kabupaten Madiun memanem umbi porang di lahannya. (Istimewa)

Solopos.com, MADIUN — Petani porang di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menjerit karena harga umbi porang pada musim panen tahun ini sangat rendah. Petani meminta kepada Kementerian Pertanian supaya segera menetapkan standardisasi harga porang.

Saat ini harga porang dari petani hanya Rp2.500 sampai Rp2.600 per kilogram. Padahal sebelumnya harga porang bisa tembus Rp15.000 per kilogram.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Ketua Kelompok Tani Sumber Tani Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, Ahmad Khoiri, mengatakan saat ini banyak petani porang yang mengeluhkan kondisi harga yang terus menerus turun. Bahkan, petani banyak yang terpaksa untuk tidak memanen porang dan membiarkannya di dalam tanah.

“Bulan ini harusnya sudah bisa dipanen. Tapi karena harga yang anjlok, cuma Rp2.600 per kilogram, petani terpaksa tidak memanen,” kata dia, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: Calo PPPK Gentayangan, Diduga Libatkan ASN Pemkab Ponorogo

Khoiri yang juga petani porang ini mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian supaya bisa menetapkan standardisasi harga porang. Sehingga petani memiliki kejelasan terkait harga jual porang ke pabrik pengolahan porang.

“Saat ini belum ada standarisasi harga porang. Harapannya ada standardisasi harga, seperti harga terenda porang berapa. Ya seperti komoditas lain,” jelasnya.

Ketua Yayasan Masyarakat Porang Indonesia (YMPI) Jumanto menyampaikan keluhan mengenai harga porang ini dirasakan seluruh petani porang di Madiun. Padahal Madiun merupakan pusat produksi dan pembenihan tanaman porang.

Baca Juga: Permintaan Tinggi, Pemkab Kediri Kembangkan Benih Nanas Pasir Kelud

Dia menyampaikan banyak petani porang yang akhirnya enggan untuk memanen tanaman porang karena harganya sangat rendah. Harga tersebut bahkan tidak sesuai dengan modal tanam porang.

“Sebagian besar petani di Madiun belum memanen porang. Padahal bulan ini harusnya sudah panen. Karena kalau dipanen sekarang ya mereka akan merugi,” jelas dia, Kamis.

Jumanto menyampaikan ketidak pastian harga porang ini bermula saat Kementerian Pertanian mengakui porang pada 2020. Peralihan status porang itu tidak diiringi dengan ketetapan harga. Sehingga saat ini harga porang diserahkan sepenuhnya kepada tengkulak maupun perusahaan.

Baca Juga: Waspada! 7 Bulan, 207 Warga Madiun Terjangkit DBD, 2 Orang Meninggal

Kondisi ini tentu sangat merugikan para petani karena tidak memiliki patokan harga yang jelas dan aman.

Dia membandingkan saat porang masih berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK), sudah ada penetapan harga terendah yakni Rp5.000 per kilogram. Harga tersebut, kata Jumanto, merupakan harga patokan sehingga tengkulak maupun perusahaan tidak bisa seenaknya dalam membeli porang.

“Harga itu sudah ada dalam Permen LHK No. 64 tahun 2017. Tapi setelah diambil alih Kementerian Pertanian, malah tidak ada standarisasi harga porang. Ini yang bikin harga porang jadi anjlok dan kacau,” tegas dia.

Atas kondisi ini, YMPI yang merupakan pendamping petani porang mendesak kepada Kementerian Pertanian untuk segera menetapkan harga terendah porang. Kedua, pemerintah bisa memfasilitasi antara pengusahan dengan petani supaya duduk bersama terkait harga porang. Sehingga muncul harga yang pas, tidak membuat perusahaan dirugikan dan petani juga tidak dirugikan.

Baca Juga: Gunakan Ketapel, Pria Ini Selundupkan Narkoba ke Lapas Pemuda Madiun

Ketiga, meminta pemerintah memberikan kebijakan khusus terkait pembayaran KUR perbankan petani porang. Hal ini penting karena banyak petani yang menanam porang dengan menggunakan dana KUR (kredit usaha rakyat) dari perbankan.

“Kalau hasil panen tidak ada. Bagaimana petani porang mengembalikan KUR-nya. Ini yang banyak dikeluhkan para petani,” jelas dia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Farel Prayoga Diundang dalam Peringatan Hari Jadi Jatim, Warga Boleh Datang

      Penyanyi cilik asal Kabupaten Banyuwangi yang baru naik daun, Farel Prayoga, bakal tampil dalam acara peringatan Hari Jadi ke-77 Provinsi Jawa Timur.

      Pemkot Madiun Siapkan Rp3,5 Miliar untuk BLT & Subsidi BBM Sektor Transportasi

      Pemkot Madiun menyediakan anggaran senilai Rp3,5 miliar untuk bantuan sosial setelah kenaikan harga BBM.

      549 Kasus Kebakaran Terjadi di Surabaya Selama Sembilan Bulan Terakhir

      Ratusan kejadian kebakaran terjadi di Kota Surabaya dari Januari hingga September 2022.

      Disebut Jadi Korban, Seorang Saksi Bantah Pernah Dicabuli Mas Bechi

      Seorang saksi yang dihadirkan dalam persidangan di PN Surabaya membantah telah dicabuli oleh Mas Bechi.

      Monumen Reog Ponorogo Dibangun di Bukit Gamping Sampung, Segini Anggarannya

      Monumen Reog Ponorogo bakal dibangun di atas bukit gamping yang ada di Kecamatan Sampung.

      Reog Ponorogo Media Dakwah Islam dari Riyokun, Husnul Khatimah

      Reog Ponorogo adalah salah satu media dakwah Islam yang berasal dari kata riyokun yang berarti husnul khatimah.

      Prakiraan Cuaca Madiun Kamis: Cerah & Suhu Capai 33 Derajat Celcius

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Kamis 29 September 2022.

      Kampus Unesa di Magetan Mulai Dibangun, Tahun Depan Terima Mahasiswa Baru

      Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Kabupaten Magetan sudah mulai dibangun dan rencananya tahun depan sudah bisa terima mahasiswa baru.

      Bentrokan Antar Perguruan Silat di Kediri, 15 Pesilat Ditetapkan Jadi Tersangka

      Satreskrim Polres Kediri menetapkan 15 pesilat sebagai tersangka dalam kasus rentetan bentrok yang melibatkan antar perguruan silat.

      3 Hari 2 Kecelakaan Beruntun Terjadi di Madiun, 3 Tewas & 6 Kendaraan Ringsek

      Dua kali kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Madiun-Surabaya dalam tempo waktu tiga hari terakhir.

      Prakiraan Cuaca Madiun Rabu: Cerah dari Pagi & Berkabut Malam Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Rabu 28 September 2022.

      Usai Sosialisasi Pemilu, Mobil Anggota KPU Probolinggo Alami Kecelalakaan

      Anggota KPU Probolinggo mengalami kecelakaan seusai melakukan sosialisasi Pemilu.

      Terima Suap Rp390 Juta, Hakim Itong Dituntut 7 Tahun Penjara & Denda Rp300 Juta

      Hakim nonaktif Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, dituntut oleh jaksa KPK dengan hukuman tujuh tahun penjara dalam kasus dugaan suap.

      Menang Sayembara Desain Monumen Reog Ponorogo, Tim dari Bali dapat Rp100 Juta

      Sayembara desain Monumen Reog Ponorogo dimenangkan oleh tim dari Bali dengan karyanya berjudul Taman Ragam Selaras.

      Rumah di Malang Ludes Terbakar, Satu Penghuni Meninggal Dunia

      Rumah di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (27/9/2022) pagi, terbakar dan satu penghuninya meninggal dunia.