Terjaring Razia di Karanganyar, 23 Pelajar Sragen Dihukum Salat Berjamaah
Kapolsek Jenawi, AKP Handoyo, memberikan pengarahan kepada pelajar yang terjaring operasi saat konvoi kelulusan pada Senin (4/5/2020). (Istimewa/Dok. Polsek Jenawi)

Solopos.com, JENAWI -- Sebanyak 23 pelajar dihukum salat berjamaah karena terjaring razia operasi gabungan di Jenawi, Karanganyar, mengantisipasi konvoi kelulusan pelajar di wilayah perbatasan.

Update Covid-19 Karanganyar: Nihil Kasus Baru, 11 Positif Covid-19 Masih Dirawat

Anggota Polsek Jenawi masih mengantisipasi konvoi yang dilakukan pelajar untuk merayakan kelulusan hingga Selasa (5/5/2020). Mereka masih mendapati sejumlah pelajar melakukan konvoi kelulusan hingga Senin (4/5/2020).

Rata-rata pelajar yang tertangkap itu bukan berasal dari Kabupaten Karanganyar. Mereka melakukan konvoi di wilayah Kabupaten Karanganyar. Kapolsek Jenawi, AKP Handoyo, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, menyampaikan operasi gabungan anggota TNI/Polri, satpol PP Kecamatan Jenawi. Mereka berpatroli mulai pukul 15.00 WIB hingga 19.30 WIB pada Senin.

Cegah Kerumunan, Pembagian Zakat di Karanganyar Bakal Dibantu Satpol PP

"Dari hasil patroli, penyisiran, dan penyekatan gabungan tim petugas, kami mengamankan 23 pelajar dan 12 kendaraan bermotor roda dua. Mereka pelajar SMK di wilayah Kabupaten Sragen. Kami juga menyita 24 baju yang sudah dicoret menggunakan cat semprot dan tiga buah cat semprot," kata Kapolsek saat dihubungi Solopos.com, Selasa (5/5/2020).

Polisi membina puluhan pelajar yang merayakan kelulusan dengan berkonvoi itu. Mereka diminta melaksanakan salah berjamaah di musala mapolsek dan pulang menunggu dijemput orang tua/wali. Sejumlah pelajar, menurut Handoyo, sempat berusaha melarikan diri ke arah permukiman dan area persawahan.

Ramai Konvoi Gabungan Pelajar Sragen-Karanganyar, Sekolah & Aparat Ancang-Ancang

"Kami minta mereka disiplin, patuhi protokol Covid-19. Mereka sempat lari ke permukiman dan persawahan, tetapi akhirnya manut. Sanksi pembinaan salat. Di Jenawi tidak ada konvoi, aman. Itu pelajar dari wilayah lain. Patroli rutin tetap dilakukan mengantisipasi konvoi lanjutan."

Razia Pelajar di Karanganyar Sejak Sabtu

Sebelumnya, AKP Handoyo menyampaikan polisi dibantu anggota koramil dan satpol PP melakukan patroli di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Sragen, yakni di Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Upaya penyekatan dan patroli konvoi kelulusan dilaksanakan sejak Sabtu (2/5/2020).

Diduga Jadi Korban Gendam, Dagangan Difabel Jogonalan Klaten Raib

"Sabtu itu kami awali dengan cek lokasi rawan dijadikan tempat berkumpul pelajar. Kami gandeng warga sekitar untuk ikut menghalau apabila ada pelajar yang menongkrong di lokasi itu. Kami cek ke toko yang menjual cat semprot. Kami minta penjual selektif menjual cat semprot pada hari itu. Sabtu sore hingga hari ini [Senin] kami patroli gabungan dan menyekat wilayah perbatasan. Patroli sampai perbatasan Ngargoyoso di kebun teh," ujar Handoyo saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Saat patroli, Sabtu, mereka menangkap sejumlah pelajar yang menongkrong di dekat kebun teh. Polisi menggeledah barang bawaan dan jok sepeda motor. Ditemukan seragam dan cat semprot. Seluruh barang bukti diamankan polisi.

18 Provinsi Tanpa Kasus Positif Covid-19 Baru, Ini Sebarannya

Hingga saat ini aparat masih terus menyisir lokasi rawan konvoi pelajar di wilayah Karanganyar dan sekitarnya.

"Siswa kami bina. Kami persilakan pulang. Tetapi sejumlah barang yang akan digunakan untuk merayakan kelulusan, kami sita. Sampai hari ini masih patroli fokus di wilayah perbatasan. Tidak menutup kemungkinan mau masuk [wilayah Karanganyar] atau melintas. Kami cegah."


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho