Terapkan Protokol Kesehatan, Siswa SD di Kawasan Rawan Bencana III Merapi Belajar Tatap Muka

Sejumlah siswa SDN 2 Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menggelar pembelajaran tatap muka.

SOLOPOS.COM - Kegiatan belajar mengajar di kawasan rawan bencana Merapi. (Boyolali.go.id)

Solopos.com, BOYOLALI – Sejumlah siswa SDN 2 Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menggelar pembelajaran tatap muka. Sekolah yang masuk Kawasan Rawan Bencana III Merapi ini terkendala gadget untuk pembelajaran jarak jauh.

Seperti diketahui, di saat pandemi Covid-19, sekolah diminta untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Namun, SDN 2 Tlogolele tak bisa melakukan hal itu karena terkendala alat komunikasi atau gadget yang dimiliki para siswa atau orang tuanya.

Warga Solo Wajib Tahu, Ini Dia Visi Misi dan Program Unggulan Lengkap Gibran-Teguh dan Bajo

“Anak itu gadget tidak semua punya. Dari 120 hanya 30 persen yang punya gadget. Dari kelas 1 hingga kelas 6 itu dapat pembelajaran entah lewat WA itu tidak bisa,” jelas Kepala Sekolah SD Negeri 2 Tlogolele, Sri Sukarni, seperti dikutip dari laman Boyolali.go.id, Jumat (27/11/2020).

Perjuangan siswa di sekolah tersebut pun kian berat dengan naiknya status Gunung Merapi menjadi siaga. Seperti diketahui, kelompok rentan di kawasan rawan bencana mulai diungsikan. Meski begitu, para siswa masih semangat mengikuti pembelajaran.

Guru dan Tenaga Pendidikan Kemenag Non PNS Akan Peroleh Bantuan Rp1,8 Juta, Ini Syaratnya!

Karena digelar di masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar ini pun menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Baik siswa dan guru menggunakan face shield. Selain itu, ada pembatasan pembelajaran dan waktu tatap muka.

30 Menit

Setiap kelas hanya dua kali dalam sepekan melakukan pembelajaran tatap muka. Kemudian pembelajaran itu cuma digelar selama 30 menit hingga satu jam. Hal itu tentu untuk mengurangi risiko penularn Covid-19.

“Dalam satu pekan kami berkoordinasi, satu kelas dua kali. Itu saja hanya setengah jam sampai satu jam. Pemberian tugas, mengumpulkan tugas,” lanjut Sri.

Emoh Hanya Dapat Debu, Pemdes Tlogoharjo Akan Bangun Rest Area di JLS Wonogiri Untuk Dongkrak Ekonomi

Pembelajaran tatap muka ini dimulai sejak tiga bulan yang lalu. Namun, beberapa hari ini pihaknya melakukan home visit ke rumah para siswa. Mereka berasal dari Dukuh Stabelan, Takeran dan Belang.

Berita Terbaru

Tim Ahli Satgas Klaten Usulkan Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Diberi Penanda Khusus

Solopos.com, KLATEN – Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengusulkan pemberian tanda khusus bagi warga terkonfirmasi positif...

Cegah Persebaran Covid-19 dengan Nyatakan Saya Siap Divaksin

Solopos.com, SRAGEN — Warga asal Dukuh Rejosari RT 004, Desa Donoyudan, Kalijambe, Sragen, Johan Wahyudi, 49, menyatakan siap divaksin...

Belasan Hajatan Digelar Pekan Ini Di Gondangrejo Karanganyar, Camat: Abaikan Prokes, Bubarkan!

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, mengancam membubarkan hajatan semasa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) apabila tidak mematuhi...

Nekat, Gelar Hajatan di Sukoharjo akan Dibubarkan

Solopos.com, SUKOHARJO-- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sukoharjo memperketat pengawasan terhadap hajatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di...

Kasus Covid-19 di Ponpes Colomadu Karanganyar, Diduga Gegara Santri Nggak Jujur

Solopos.com, KARANGANYAR -- Delapan orang santri putri di salah satu pondok pesantren atau ponpes di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, terkonfirmasi...

Penyaluran BST Klaten Difokuskan di Desa Demi Mencegah Kerumunan

Solopos.com, KLATEN – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai atau BST tahap 10 pada Januari 2021 melalui Kantor Pos Klaten tetap...

New Normal Sragen: Belanja Nyaman dengan 3M di Supermarket

Solopos.com, SRAGEN — Dua petugas bersiaga di dua pintu masuk Luwes Sragen, Jumat (15/1/2021). Keduanya bertugas mengukur suhu tubuh...

Tempat Ibadah Solo Diperketat Selama PPKM!

Solopos.com, SOLO — Tempat peribadatan memperketat protokol kesehatan jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Upaya tersebut sebagai wujud tempat...

Terapkan Paseduluran Keluarga, Warga KRB III Merapi Selalu Siap Mengungsi

Solopos.com, KLATEN — Warga di kawasan rawan bencana atau KRB III erupsi Gunung Merapi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang,...

80% Warga Sragen Sudah Mematuhi Aturan PPKM

Solopos.com, SRAGEN — Tingkat kepatuhan warga Sragen dalam mentaati Instruksi Bupati tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mencapai...