Emoh Hanya Dapat Debu, Pemdes Tlogoharjo Akan Bangun Rest Area di JLS Wonogiri Untuk Dongkrak Ekonomi
Jalur Lintas Selatan di kawasan Kecamatan Giritontro. (Instagram/@KitaGiritontro)

Solopos.com,WONOGIRI -- Pemerintah Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, bakal membangun rest area di Jalur Lintas Selatan Wonogiri pada 2021. Harapannya, keberadaan tempat peristirahatan itu bisa meningkatkan perekonomian warga desa tersebut.

Rest area yang diberi nama Ampiran tersebut bakal dibangun menggunakan dana desa di tanah kas desa, tepatnya di Dusun Plereng. Adapun tanah yang digunakan seluas 8.000 meter persegi.

Kepala Desa Tlogoharjo, Miyanto, mengatakan dana desa yang akan dianggarkan untuk membangun rest area tahap pertama senilai Rp100 juta. Pada 2021, akan dibangun musala dan toilet terlebih dahulu. "Jadi pembangunan ini bertahap. Karena kalau sekali jadi, dana desa tidak mampu. Agar langsung bisa digunakan, tahap pertama dibangun musala dan toilet dulu," kata dia kepada wartawan belum lama ini.

Debat Pilkada Wonogiri: Kedua Paslon Dinilai Minim Data

Selanjutnya, kata dia, rest area bisa dikembangkan dengan menambah beberapa fasilitas. Bisa berupa kios atau pusat jajanan, SPBU mini dan lain sebagainya.

Ia mengatakan potensi pendapatan dari rest area di kawasan JLS ini cukup tinggi. Karena jalur itu digunakan pengunjung menuju ke beberapa tempat wisata, seperti Pantai Klayar dan beberapa kawasan wisata pantai lainnya.

"Selain itu JLS di Wonogiri, tepatnya di Giritontro, menjadi pertemuan tiga daerah, yakni Pacitan, Wonogiri, dan Wonosari, Gunungkidul, atau sering disebut dengan istilah Pawonsari," kata Miyanto.

Desa Tlogoharjo Giritontro Wonogiri Bebas Kekeringan pada 2021

Arus Kendaraan Tinggi

Camat Giritontro, Fredy Sasono, menjelaskan dasar pertimbangan rencana pembangunan rest area atau Ampiran di Tlogoharjo itu adalah tingginya arus kendaraan pada akhir pekan. Pada Sabtu dan Minggu ratusan mobil dari luar daerah dan puluhan bus wisata melintasi jalur tersebut.

"Selama ini saat akhir pekan wilayah kami hanya jadi perlintasan. Hanya dapat debu dan suara mobil. Bahkan terkadang ada yang membuang sampah atau kardus di area kami. Nah dari situ kami menangkap peluang jika di JLS Giritontro dibangun rest area. Tempat yang representatif ada di Tlogoharjo," kata dia.

Fredy menambahkan, untuk menjadi bangunan sempurna, dibutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat tahun menyesuaikan kemampuan anggaran di desa. "Yang dijual atau ditawarkan kali pertama peristirahatannya itu [musala dan toilet] dulu. Nanti untuk tahun berikutnya bisa ditambahi fasilitas lain. Jadi prosesnya bertahap. Tapi pada pembangunan tahap pertama sudah bisa dibuka atau digunakan," ungkap dia.

Desa di Wonogiri Didorong Bentuk Tim Pemakaman Pasien Covid-19, Ini Sebabnya

Rest area itu nantinya berdekatan dengan sumur bor yang baru selesai dibuat. Jadi tidak ada masalah soal pasokan air. "Kami berharap pembangunan pada 2021 nanti bisa berjalan lancar. Sehingga bisa memberi dampak yang baik bagi masyarakat sekitar," kata Fredy.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom