Terapkan 5 Hari Sekolah Untuk SMP, Disdikbud Wonogiri Lakukan Poling
Ilustrasi sekolah.(JIBI/Dok)

Solopos.com, WONOGIRI -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri berencana menerapkan lima hari sekolah pada Senin-Jumat untuk SMP negeri.

Terkait itu, Disdikbud menghimpun pendapat dan masukan dari sekolah, murid, maupun wali murid jenjang SMP. Kebijakan lima hari sekolah itu dengan pertimbangan untuk memberi siswa waktu lebih lama bersama keluarga, di samping guna mengefisienkan biaya operasional siswa dan sekolah.

Sekretaris Disdikbud Wonogiri, Sriyanto, kepada Solopos.com, Kamis (31/10/2019), menyampaikan seluruh SMP negeri sudah menggelar polling atau jajak pendapat sejak dua pekan lalu. Lewat poling itu Disdikbud ingin mengetahui respons siswa, orang tua siswa, dan guru terkait penerapan lima hari sekolah.

Sudah banyak sekolah yang menyerahkan hasil poling. Disdikbud masih menunggu hingga seluruh hasil poling terkumpul. Setelah terkumpul, hasil poling akan dianalisis.

Saat Polisi Wonogiri Jadi Korban Prank Para Pocil...

Hasil akhirnya akan disampaikan kepada Bupati Joko Sutopo. Sriyanto menyebut keputusan sepenuhnya merupakan kewenangan Bupati. Saat ditanya hasil poling sementara, Sriyanto mengatakan belum dapat menyampaikannya.

“Tak lama lagi paling polingnya sudah rampung,” kata Sriyanto saat dihubungi Solopos.com.

Poling digelar agar Disdikbud Wonogiri mendapat masukan dan saran dari berbagai pihak, termasuk orang tua siswa. Masukan-masukan tersebut akan bahan pertimbangan Bupati dalam menentukan kebijakan.

Sriyanto menginformasikan apabila lima hari sekolah diterapkan, kegiatan belajar mengajar berlangsung pukul 07.00 WIB hingga 15.30 WIB dengan waktu istirahat yang disesuaikan.

Kabar Duka: Adik Raja Solo PB XIII, G.K.R. Galuh Kencana, Meninggal Dunia

Hal itu sesuai penghitungan tim yang dilakukan dengan cara seluruh jam belajar Sabtu dibagi secara merata pada Senin-Jumat. Pada hari biasa, pelajaran berlangsung pukul 07.00 WIB hingga 13.30 WIB. Khusus untuk Jumat hingga pukul 11.00 WIB.

“Misalnya nanti Bupati memutuskan akan menerapkan, rencananya akan diadakan uji coba dulu di beberapa sekolah, entah dua atau tiga bulan. Hasil uji coba akan dievaluasi, hasil evaluasi disesuaikan, lalu jika dampaknya positif, kebijakan diterapkan secara menyeluruh di SMP,” imbuh Sriyanto.

Kepala SMPN 1 Kismantoro, Tri Irianto, mengaku sudah selesai menggelar poling. Hasilnya, mayoritas siswa, orang tua siswa, dan guru setuju lima hari sekolah. Apabila Disdikbud mengambil kebijakan tersebut secara resmi, Tri menyatakan sekolahnya siap melaksanakan. Dia hanya tinggal menyesuaikan kegiatan ekstrakurikuler.

Kepala SMPN 3 Wonogiri, Nurtjahjo, menyatakan hal sama. Lebih kurang 80 persen warga sekolah dan orang tua siswa setuju diterapkan lima hari sekolah.
Rudi Hartono



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom