Ilustrasi Beasiswa (pelajarindonesia.org)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pendaftaran program beasiswa mahasiswa berprestasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri telah dibuka secara online mulai Selasa (29/10/2019) hingga Selasa (12/11/2019) mendatang.

Pendaftaran bisa dilakukan setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu. Setelah mendaftar, mahasiswa wajib menyerahkan berkas ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri.

Jadwal penyerahan berkas sama dengan jadwal pendaftaran online. Jadwal pendaftaran itu berubah dari rencana awal. Sebelumnya panitia merencanakan membuka pendaftaran pada 21 Oktober-1 November.

Kabar Duka: Adik Raja Solo PB XIII, G.K.R. Galuh Kencana, Meninggal Dunia

Sekretaris Disdikbud Wonogiri, Sriyanto, kepada Solopos.com, Rabu (30/10/2019), mengatakan panitia mengundurkan jadwal dan memperpanjang waktu pendaftaran agar mahasiswa asal Wonogiri punya kesempatan mendaftar lebih lama.

Panitia pun bakal tetap melayani pendaftaran dan penyerahan berkas pada Sabtu dan Minggu. Kebijakan itu diambil untuk memudahkan mahasiswa.

Seperti diketahui, mahasiswa asal Wonogiri kebanyakan menyewa tempat indekos di sekitar kampus mereka di berbagai daerah di Indonesia. Mereka memiliki kesempatan pulang kampung saat libur kuliah, Sabtu atau Minggu.

Oleh karena itu panitia memutuskan tetap melayani pendaftaran dan penyerahan berkas pada akhir pekan agar mahasiswa dapat menggunakan kesempatan pulang kampung itu untuk menyerahkan berkas.

Diduga Palsukan Surat, Lurah Kabupaten Klaten Dilaporkan ke Polisi

“Ada petugas yang siap menerima berkas pendaftaran pada akhir pekan. Jadwal piket sudah kami buat,” kata Sriyanto melalui telepon.

Dia menginformasikan nilai beasiswa, kuota, dan persyaratan tetap sama dengan rencana awal. Beasiswa yang sudah disiapkan, yakni Rp12 juta/orang untuk setahun.

Kuotanya 461 mahasiswa yang terdiri atas 145 mahasiswa penerima beasiswa 2018 (program pemberian beasiswa lanjutan) dan 316 penerima baru. Total anggaran yang disediakan Pemkab mencapai Rp5,532 miliar.

Kuota itu jauh lebih banyak daripada 2018 lalu. Saat itu kuotanya hanya 162 mahasiswa dengan anggaran Rp1,944 miliar. Dari total penerima beasiswa itu, 17 mahasiswa di antaranya tak lagi menerima beasiswa lagi karena sudah lulus.

Ada pula yang indeks prestasi kumulatif (IPK)-nya turun hingga kurang dari 3. Syarat beasiswa bisa berlanjut jika mahasiswa itu IPK-nya minimal 3.

Heboh Lem Aibon Rp82 Miliar, Anies Baswedan Salahkan E-Budgeting Warisan Ahok

“Persyaratannya apa saja dan jadwal lengkapnya sudah kami unggah di website www.mapres.wonogirikab.go.id. Mahasiswa yang berminat silakan mengecek dan segera saja mendaftar. Pada hari pertama pendaftaran dan pagi tadi [Rabu] saya cek pendaftarnya sudah lebih dari 70 orang,” imbuh Sriyanto.

Dia menambahkan mulai 2018 program dijalankan dengan mekanisme berbeda dibanding dua tahun sebelumnya. Pada 2016 dan 2017, program menyasar mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin.

Namun, mulai 2018 program menyasar mahasiswa berprestasi secara umum. Hal itu sesuai saran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurut BPK mahasiswa berprestasi tidak hanya dari keluarga miskin.

Penerima beasiswa 2018 yang memenuhi syarat tetap diberi beasiswa hingga lulus kuliah. Demikian halnya juga berlaku pada penerima beasiswa 2019 dan tahun-tahun berikutnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten