Tegal dari Pelopor Lockdown, Covid-19 Terendah, hingga Kini Terhina...
Sejumlah warga tidak mengenakan masker menyaksikan musik dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2020). (Antara-Oky Lukmansyah)

Solopos.com, JAKARTA — Kota Tegal jadi perhatian Indonesia setelah konser dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo viral di media sosial. Rekaman video konser dangdut di Kota Tegal saat pandemi Covid-19 itu menyebar bak virus di gadget melalui perpesanan singkat Whataapp.

Konser dangdut tersebut digelar di lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu malam (23/9/2020) sebagai rangkaian dari acara khitanan anak sang wakil ketua DPRD Kota Tegal itu. Menurut laporan Antara, Jumat (25/9/2020), pelaksanaan hiburan tersebut diduga tidak memperoleh izin dari kepolisian karena menghadirkan banyak orang padahal di tengah pandemi Covid-19.

Konser musik dengan dihadiri massa itu sungguh tak bisa dinalar dan itu jelas-jelas mencemarkan nama baik Kota Tegal.

Penelitian Ahli Brasil Ungkap Efek Virus Corona di Otak...

Masih ingat saat Covid-19 melanda, Maret tahun ini? Jauh sebelum konsep Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dirumuskan pemrintah, awal April, Kota Tegal sudah berani membuat terobosan dengan menerapkan lockdown.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menginstruksian blokade pintu masuk Kota Bahari itu selama empat bulan, mulai 30 Maret hingga 30 Juli. Lockdown Kota Tegal tersebut menjadi buah bibir secara nasional karena dianggap sebagai terobosan yang berani, ketika belum ada regulasi resmi dari pemerintah pusat yang menolak konsep karantina.

Konsistensi Dedy Yon Supriyono untuk menjaga ketat Kota Tegal membuahkan hasil yang sangat signifikan. Berdasarkan data corona.jatengprov.go.id, kasus positif Covid-19 di Kota Tegal mencapai 84 orang menempati posisi paling buncit di antara 35 kota dan kabupaten di Jateng.

Jelang Penghujan, Fatin Shidqia Rilis Pelangi dan Hujan

Menempati jumlah kasus paling kecil di Jateng, Kota Tegal adalah satu-satunya wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 di bawah 100. Berikut urutan jumlah kasus positif Covid-19 di Jateng hingga Sabtu (26/7/2020).

No.WilayahTerkonfirmasiNo.WilayahTerkonfirmasi
1Kota Semarang4.90519Banyumas399
2Demak1.52720Rembang340
3Kudus1.48421Pati327
4Jepara1.44622Batang324
5Kendal90223Pemalang306
6Semarang77024Klaten272
7Boyolali76325Banjarnegara213
8Sukoharjo58126Tegal205
9Purworejo49027Pekalongan191
10Grobogan48228Cilacap179
11Kota Surakarta47229Kota Magelang164
12Magelang46830Purbalingga161
13Sragen46531Kota Salatiga161
14Wonosobo44632Brebes161
15Karanganyar43933Kota Pekalongan150
16Kebumen41434Wonogiri148
17Blora41435Kota Tegal84
18Temanggung406   

Kapolsek Dicopot

Sayang sekali, reputasi Kota Tegal tersebut tercoreng oleh kasus konser dan itu digelar oleh wakil ketua DPRD yang notabene adalah bagian dari unsur pemerintahan daerah untuk menegakkan protokol Covid-19.

Karena itulah proses hukum terus berjalan untuk mengusut seberapa jauh pelanggaran protokol Covid-19 dilakukan. Wasmad selaku penyelenggara acara dangdutan di tengah Covid-19 di Kota Tegal itu telah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, Kamis (24/9/2020).

Ular Berwarna Biru Pirus Asli Indonesia Viral di Medsos

Sementara itu, dari Jakarta dilaporkan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi mencopot Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno sebagai buntut konser dangdut tersebut. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menyatakan saat ini Joeharno telah dinonaktifkan dari jabatannya untuk menjalani proses pemeriksaan internal.

"Kapolsek sudah diserahterimakan dan Kapolseknya diperiksa oleh Propam," ujar Argo, Minggu (26/9/2020), seperti dilaporkan Antara.

Argo mengatakan Polri juga tengah melakukan pendalaman berdasarkan LP No. LP/A/91/IX/2020/Jateng/Res Tegal Kota bertanggal 25 September 2020 atas dugaan pelanggaran Pasal 93 UU No. 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP.

4 Tempat di Tata Surya Ini Paling Mungkin Dihuni Alien

Hal tersebut disebabkan penyelenggaraan acara dangdut yang menimbulkan kerumunan massa sehingga dimungkinkan menimbulkan percepatan penyebaran Covid-19 atau klaster baru penularan.  Selain itu, kata Argo, beberapa barang bukti juga turut diamankan terkait konser dangdut tersebut.

"Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi dan terlapor Wasmad Edi Susilo," ucap Argo.

Sebelumnya, Wasmad menggelar hajatan dengan konser dangdut yang dihadiri ribuan orang di Lapangan Tegal Selatan. Pelaksanaan hiburan tersebut diduga tidak memperoleh izin dari kepolisian karena menghadirkan banyak orang di tengah pandemi Covid-19. Wasmad selaku penyelenggara acara telah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian pada Kamis (24/9/2020).

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis/Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom