Tahukah Anda? Kilang Minyak Cilacap Terbesar di Indonesia lo...

Tahukah Anda? Kilang Minyak Cilacap disebut-sebut yang terbesar di Indonesia

Rabu, 28 September 2022 - 07:57 WIB Penulis: Aghniya Fitrisna Damartiasari Editor: Sri Sumi Handayani | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Kilang Minyak Cilacap dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Perluasan yang dilakukan dari waktu ke waktu membuat Kilang Minyak Cilacap menjadi yang terbesar dengan kapasitas produksi yang tinggi per hari. (Pertamina.com)

Solopos.com, SOLO — Tahukah Anda? Kilang Minyak Cilacap disebut-sebut yang terbesar di Indonesia. Bahkan, letaknya dianggap paling strategis di Asia Tenggara.

Seberapa luas kilang minyak Cilacap yang disebut terbesar di Indonesia tersebut?

Melansir dari kanal YouTube Pertamina, Jumat (16/9/2022), kilang minyak Cilacap memiliki luas lahan lebih dari 200 hektar. Lebih tepatnya, ditengok dari laman uns.ac.id pada karya tulis berjudul Analisis manajemen Public Relations PT Pertamina (Persero) oleh Repona Indah Pertiwi yang dibuat tahun 2011, kilang minyak Cilacap memiliki luas areal 250 hektar.

Adapun luas keseluruhan lahan mencapai 526 hektar yang terdiri dari 250 hektar kilang minyak beserta perluasan, 10,5 hektar pipa track dan jalur jalan, 22,5 hektar terminal minyak dan pelabuhan. Lalu, 87,5 hektar perumahan dan sarana, 27 hektar rumah sakit dan lingkungan pendukung, 70 hektar lapangan terbang, dan 9 hektar kilang paraxylene.

Dengan luasan tersebut, tak heran jika kapasitas produksi kilang minyak Cilacap terbesar di Indonesia ini dapat mencapai 348 ribu barrel per hari. Hasil produksi tersebut bahkan mampu memenuhi sepertiga kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional serta 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa.

Baca Juga : Ini 5 Kilang Minyak di Indonesia, Cilacap Terbesar

Sejak berdiri hingga saat ini, kilang minyak Cilacap terbesar di Indonesia ini memiliki progress pembangunan yang terbilang signifikan. Pada tahun 2015 kilang minyak Cilacap secara resmi mengoperasikan fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang telah dibangun sejak tahun 2011.

Fasilitas RFCC dengan teknologi katalis tersebut memungkinkan Indonesia mengonversi minyak berat atau residu atmosferik maupun vacuum residue oil menjadi produk yang lebih bernilai seperti LPG, propilena, hingga gasoline.

Kilang minyak Cilacap diklaim telah memberikan banyak kontribusi kepada negara. Di antaranya, mengurangi impor BBM hingga Rp10 triliun per tahun. Kehadirannya juga mampu meningkatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,12%.

Kilang minyak Cilacap terbesar di Indonesia ini juga memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 41,52%. Angka tersebut lebih besar melebihi target dari pemerintah sebesar 30%. Selain itu, Kilang minyak Cilacap mampu menghasilkan produk BBM dengan oktan RON 92 serta standar Euro IV.

Pada tahun 2020, Pertamina menghadirkan Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC) yang mampu menghasilkan minyak hidrokarbon ringan (mogas) 92 atau pertamax dengan kapasitas produksi mencapai 1,2 juta kiloliter per tahun.

Baca Juga : Ini Sejarah Kilang Minyak Cilacap, Terbesar di Indonesia

Berbagai produk non-BBM juga dihasilkan di lahan tersebut seperti base oil, paraffinic oil, aspal, industrial fuel oil, serta produk hasil ekstraksi, minarex.

Bahkan, kilang minyak Cilacap terbesar di Indonesia ini merupakan kilang pertama dan satu-satunya yang tergolong ke dalam Lube Oil Gorup 1 menurut klasifikasi produsen base oil dari American Petroleum Institute (API). Kilang minyak Cilacap juga merupakan kilang pertama di Indonesia yang mengembangkan produk farmasi.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional mengungkapkan bahwa kilang minyak Cilacap memiliki produksi avtur tertinggi di Indonesia sebesar 18,44 juta barrel per tahun. Selain itu, 4,2% sisanya produk lube-based, dan 3,6% petrokimia.

Di tahun 2021, kilang minyak Cilacap terbesar di Indonesia ini juga mengembangkan produk Pertamax F1-10 yang dipergunakan khusus untuk mobil F1. Selain itu, paracetamol sebagai hasil produk farmasi dari Pertamina diproyeksikan mampu menambah nilai strategis kilang minyak Cilacap untuk Indonesia karena dapat mengurangi impor produk tersebut hingga US$ 24,9 juta.

Baca Juga : Terminator Canon Foam Kunci Pemadaman Api di Kilang Balongan

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE jateng Jelang Libur Nataru, Bus Pariwisata Jadi Perhatian Dishub Semarang 3 jam yang lalu

HEADLINE jateng Tabrak Trotoar, Pengendara Motor Meninggal Terlindas Minibus di Semarang 3 jam yang lalu

HEADLINE jateng Ayo Party Tahun Baruan di Hotel Dekat Pantai Bandengan Jepara, Dijamin Pecah! 5 jam yang lalu

HEADLINE jateng Pj Wali Kota Salatiga: Hasil Korupsi Bukan Rezeki 6 jam yang lalu

HEADLINE jateng Kaget! Hendak Salat Jumat, Warga Semarang Temukan Mayat di Depan Rumah 7 jam yang lalu

HEADLINE jateng Lewat Flashmob, Cara Dispangtan Salatiga Sosialisasikan Kenyang Tak Harus Nasi 7 jam yang lalu

HEADLINE jateng Pemkot Salatiga Raih 2 Penghargaan di Akhir 2022, Ini Daftarnya 8 jam yang lalu

HEADLINE jateng Terekam CCTV, Siswa SMK di Semarang Serang Sekolah Lain dengan Sajam 8 jam yang lalu

HEADLINE jateng Drama My Superhero Tomato SD Kristen Satya Wacana Ingatkan Pola Hidup Sehat 9 jam yang lalu

HEADLINE jateng Berenang di Sungai Bogowonto, Seorang Lansia Purworejo Hanyut 9 jam yang lalu

HEADLINE jateng Wuiihhh Keren! Peralatan Makan dari Kayu Buatan Jepara Tembus Pasar Dubai 10 jam yang lalu

HEADLINE jateng Program Matching Fund, Dosen UKSW Ciptakan Aplikasi eRumputTernak 10 jam yang lalu

HEADLINE jateng Si Baja, Animasi Belajar Budaya Jawa Karya ISI Jogja Dikenalkan di Salatiga 16 jam yang lalu

HEADLINE jateng Simak! Ini Skenario Rekayasa Lalu Lintas saat Pernikahan Kaesang-Erina 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng UMK Kota Semarang Tertinggi di Jateng, Begini Reaksi Buruh 1 hari yang lalu