Sudah Punya Calon Sendiri di Pilkada Klaten, PDIP Masih Pengin Berkoalisi
Lambang PDIP Perjuangan. (Detik.com)

Solopos.com, KLATEN — DPP PDI Perjuangan telah mengumumkan rekomendasi calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) di Pilkada Klaten 2020.

Pasangan calon (paslon) rekomendasi dari DPP PDIP itu adalah Sri Mulyani yang merupakan ketua DPC PDIP Klaten sekaligus petahana bupati Klaten dan Aris Prabowo yang merupakan wakil ketua bidang kehormatan DPC PDIP Klaten.

Meski sudah mengusung calon dari partainya, PDIP masih berharap untuk membangun koalisi besar dengan partai lain pada Pilkada 2020. Rencana koalisi besar disebut-sebut pernah dibahas sebelum turun rekomendasi pasangan calon dari DPP PDIP.

Kelelahan & Kurang Pelindung, 3.000 Tenaga Medis China Terinfeksi Corona

Ketua DPC PDIP Klaten, Sri Mulyani, menuturkan sudah ada pembicaraan dengan pimpinan parpol besar yang ada di Kabupaten Klaten pada 2019. Komunikasi itu dibangun untuk membuat koalisi besar bersama-sama mengusung pasangan calon.

"Saat itu saya duduk di sana dengan ketua-ketua parpol sebagai Ketua DPC PDIP Klaten bukan Sri Mulyani [bakal Cabup Klaten]," kata Sri Mulyani saat ditemui wartawan di Setda Klaten, Senin (24/2/2020).

Sri Mulyani mengatakan pimpinan parpol yang saat itu duduk bersama membahas terbentuknya koalisi besar dengan PDIP adalah Partai Gerindra, PKS, PAN, PKB, Partai Nasdem, serta Partai Golkar.

Ingin Buktikan Bumi Datar, Pria Ini Tewas Bareng Roket Buatannya

Dalam perkembangannya, Partai Golkar sudah membuat komitmen berkoalisi dengan PDIP mengusung pasangan calon bersama.

"Saat ini saya memang belum membangun kembali komunikasi dengan partai-partai besar di Klaten. Nanti dilihat perkembangannya. Saya masih memegang teguh apa yang pernah dijanjikan berupa kesepakatan bersama yang kami lakukan di 2019 bersama partai-partai di Klaten untuk membuat koalisi besar," jelasnya.

Disinggung sikap Partai Golkar Klaten yang membatalkan rencana koalisi dengan PDIP pada Pilkada Klaten 2020, Sri Mulyani mempersilakan jika Partai Golkar berpindah haluan. Namun, Mulyani menyindir sikap tersebut.

"Mangga saja. Kebijakan tetap saya serahkan sepenuhnya ke partai bersangkutan. Kalau saya orang Jawa yang dipegang omongannya. Apa pun adalah menyangkut nama baik, nama besar partai. Kalau saya selaku ketua partai tentu saya jaga kehormatannya [partai]," jelas Mulyani.

Sikap Gerindra

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Klaten, Mujaeroni, tak menampik pernah menjalin komunikasi dengan PDIP untuk membentuk koalisi besar. Namun, komunikasi itu belum sampai pada kesepakatan.

Hari Ini Dalam Sejarah: 25 Februari 1932, Adolf Hitler Jadi Orang Jerman

Soal kemungkinan Partai Gerindra berkoalisi dengan PDIP pada Pilkada Klaten 2020, Mujaeroni memberi sinyal kemungkinan tersebut kecil. "Kami sudah ajukan kader kami melamar menjadi bakal cawabup. Tetapi, ketika rekomendasi turun kader kami tidak masuk. Ya sudah," kata dia.

Mujaeroni mengatakan Partai Gerindra terus menjalin komunikasi dengan parpol lain. Dia tak menampik ada kemungkinan muncul pasangan calon penantang Sri Mulyani-Aris Prabowo di Pilkada Klaten 2020.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho