Suami yang Membacok Istri di Ngawi Ternyata Residivis Kasus Pembunuhan

Pelaku penganiayaan istri di Kabupaten Ngawi ternyata seorang residivis kasus pembunuhan.

 Ilustrasi upaya penganiayaan. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi upaya penganiayaan. (Freepik)

Solopos.com, NGAWI — Pelaku penganiayaan istrinya sendiri di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ternyata seorang residivis kasus pembunuhan. Pelaku baru keluar dari penjara 10 hari lalu kemudian menganiaya istrinya secara sadis.

Pelaku berinisial EB, 40, menganiaya istrinya sendiri dengan senjata tajam pisau dan parang. Korban yang berinisial BR, 29, yang mengalami luka parah kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Pelaku menjalani hukuman penjara karena kasus pembunuhan pada 2016. Saat itu, pelaku dihukum penjara selama 10 tahun. Namun, pelaku mendapatkan program asimilasi sehingga masa hukumannya menjadi 6 tahun.

“Pelaku ini baru 10 hari yang lalu bebas dari penjara,” kata Kanit II Satreskrim Polres Ngawi, Iptu Badrudin, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: Sadis! Suami Bacok Istri di Ngawi Sampai Kritis

Kejadian pembacokan itu terjadi pada Kamis pagi di Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi atau di rumah orang tua korban.

Badrudin menyampaikan penganiayaan itu dipicu pelaku cemburu atas foto di ponsel korban. Dalam foto itu, korban yang merupakan istrinya bermesraan dengan pria lain. Hingga akhrinya pelaku dan korban pun terlibat cekcok.

“Setelah cekcok itu, korban bersama anaknya pergi ke rumah orang tuanya di Desa Wonokerto,” jelasnya.

Kemudian, pada Kamis pagi, pelaku mengantar baju untuk anaknya. Waktu itu, korban menemui pelaku dan terlibat cekcok lagi.

Baca Juga: Misteri Benteng Pendem Ngawi, Dari Makam Tua Sampai Sosok Tanpa Kepala

Hingga akhirnya pelaku masuk ke dapur dan mengambil pisau dan kemudian digunakan untuk menganiaya korban.

Korban saat itu lari keluar rumah dan dikejar pelaku yang membawa parang. Kemudian pelaku membacok korban dengan parang hingga terkapar.

“Setelah menganiaya itu, pelaku kemudian melarikan diri. Sedangkan korban ditolong warga,” ujarnya.

Setelah menganiaya istrinya, pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polres Ngawi. Pelaku menyerahkan diri karena takut dihajar warga.

Korban mengalami luka di bagian wajah kanan dan kepala sampai ke kening. Selain itu, juga mengalami luka-luka di tangan kanan serta jari telunjuk tangan kanan putus.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Berita Terkini

      Profil Farel Prayoga, Penyanyi Banyuwangi Bikin Iriana Jokowi Goyang

      Inilah profil dan biodata Farel Prayoga yang membuat Ibu Negara, Iriana Jokowi, dan sederet pejabat di Istana Merdeka bergoyang pada Rabu (17/8/2022).

      Peredaran 36,3 Kg Sabu-Sabu di Pelabuhan Tanjung Perak Diungkap

      Aparat Polres Tanjung Perak Surabaya mengungkap peredaran sabu-sabu seberat 36,3 kg.

      3 Rekomendasi Nasi Pecel Legendaris Madiun, Salah Satunya Favorit SBY

      Anda pernah mencicipi nasi pecel legendaris di Madiun, Jawa Timur? Makanan dari campuran berbagai jenis sayuran hijau yang disiram bumbu kacang ini meninggalkan cita rasa gurih di lidah.

      Diduga Lecehkan Murid, Pelatih Taekwondo di Malang Ditangkap

      Seorang pelatih taekwondo di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya selama lima tahun, mulai 2016-2021.

      Nenek Saetun Diduga Meninggal 4-5 Hari Lalu, Ditemukan di Tempat Tidur

      Seorang perempuan lanjut usia (lansia), Saetun, 78, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (15/8/2022).

      Prakiraan Cuaca Madiun Selasa: Berawan & Suhu Capai 32 Derajat Celcius

      Prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Selasa 16 Agustus 2022.

      Sekap Karyawan, Bos Perusahaan di Surabaya Ditetapkan Tersangka

      Direktur Utama PT Meratus Line, Slamet Rahardjo, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah menyekap karyawannya.

      Tragis! Sopir Truk Meninggal Tertimpa Kontainer di Tanjung Perak

      Seorang operator truk di kawasan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) yang ada di Jalan Prapat Kurung Selatan, Tanjung Perak, Surabaya, meninggal dunia setelah tertimpa kontainer.

      Pria di Ponorogo Gantung Diri, Istri Ungkap Keanehan Sikap Suaminya

      Seorang karyawan minimarket di Kabupaten Ponorogo ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri.

      Gara-gara Judi Online, Karyawan Swalayan di Ponorogo Nekat Lakukan Ini

      Seorang karyawan swalayan berjejaring di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di dalam swalayan pada Minggu (14/8/2022) sekitar pukul 20.45 WIB.

      Prakiraan Cuaca Madiun Senin: Hujan pada Siang Hari, Suhu Capai 34 °C

      Prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Senin 15 Agustus 2022.

      KA Pandanwangi Tabrak Motor di Jember, 3 Orang Terpendal & Meninggal

      Kereta Api Pandanwangi tabarak sepeda motor di Desa Sumberlesung, Kabupaten Jember, tiga orang meninggal dunia.

      Uniknya Tari Keling, Pemainnya Harus dari Dusun di Ponorogo

      Mengenal tari keling yang menjadi salah satu tari tradisional di Kabupaten Ponorogo.

      Jelang HUT Ke-77 RI, Lokomotif KA Dicuci & Dihias Bertema Kemerdekaan

      Menjelang HUT ke-77 Republik Indonesia, Komunitas Pecinta Kereta Api Lingkup Madiun atau Pecel +63 mencuci dan menghias lokomotif kereta api.

      Karyawan Disekap, Bos Perusahaan di Surabaya Dilaporkan ke Polisi

      Direktur Utama (Dirut) PT Meratus Line, Slamet Rahardjo, diduga menyekap seorang karyawannya bernama, Edi Setyawan.