Sragen Hari Ini: 17 Juni 2015, Motor Dinas Pak Kades Terazia, Ngamar?

Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 17 Juni 2015, tim gabungan menggelar razia di kawasan Jl. Ring Road Utara Sragen dan menangkap enam pasangan tidak resmi.

 Ilustrasi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (JIBI/Semarangpos/Istimewa-Kementerian Dalam Negeri)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (JIBI/Semarangpos/Istimewa-Kementerian Dalam Negeri)

Solopos.com, SRAGEN — Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 17 Juni 2015, tim gabungan menggelar razia di kawasan Jl. Ring Road Utara Sragen dan menangkap enam pasangan tidak resmi.

Solopos.com edisi Rabu (17/6/2022) mengabarkan razia yang dilaksanakan tim gabungan di hotel melati kawasan Ring Road Utara Sragen pada Selasa (16/6/2015) malam. Tim gabungan menangkap enam pasangan pria dan wanita.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Tim gabungan terdiri atas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial, Kodim, Polres, dan Sub Denpom Polisi Militer (PM). Dalam razia itu, tim gabungan juga menyita sepeda motor berpelat merah. Kendaraan tersebut diketahui merupakan kendaraan dinas kepala desa (kades) di Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Ternyata, sepeda motor itu dipinjam oleh seorang pria yang tak lain rekan dari kades di Kecamatan Ngrampal. Pria itu diringkus petugas ketika hendak keluar dari kamar hotel bersama pasangan tidak resminya.

Saat hendak digiring ke Kantor Satpol PP, pria tersebut berkilah tidak melakukan hubungan layaknya suami istri. “Saya ke sini untuk mencari anak saya. Saya tidak melakukan apa-apa di hotel ini,” ujar pria itu.

Baca Juga : Ngamar Saat Ramadan, 9 Pasangan Tak Resmi Digerebek Polisi

Selain itu, razia gabungan juga menangkap seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial JN, 50. Dia tepergok berduaan dengan seorang wanita paruh baya yang bukan istrinya, IS, di sebuah hotel kelas melati di Jl. Ring Road Utara Sragen, Selasa malam.

JN tidak bisa berkutik saat tim gabungan menyergapnya di sebuah kamar hotel. Pasangan tidak resmi itu digiring ke Kantor Satpol PP Sragen bersama lima pasangan mesum lainnya.

“Dia [IS] bukan istri saya. Kebetulan suaminya punya penyakit gula selama bertahun-tahun. Jadi, saya yang selama ini merawatnya,” kata JN saat ditemui wartawan di Kantor Satpol PP Sragen.

Di hadapan petugas Satpol PP, JN mengakui dirinya merupakan salah satu PNS di lingkungan Pemkab Sragen. Meski sudah memiliki istri, tiga anak, dan tiga cucu, JN nekat mengajak IS melakukan hubungan layaknya suami istri di kamar hotel.

Kasi Pengendalian dan Operasional Satpol PP Sragen yang saat itu dijabat oleh Sukamto mengatakan enam pasangan tak resmi itu terjaring razia di dua hotel dari lima hotel yang didatangi tim gabungan.

Baca Juga : Niat Operasi Pekat di New Kemukus Sragen, Polisi Malah Menemukan Ini

Menurutnya, tim gabungan akan mengintensifkan operasi pekat selama Ramadan. Melalui operasi pekat itu tim gabungan akan menciptakan suasana Ramadan yang tenang dan nyaman. “Dengan suasana yang nyaman, warga Sragen bisa melaksanakan ibadah dengan tenang selama Ramadan,” katanya.

Tim gabungan melepaskan enam pasangan tidak resmi itu setelah menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan. Namun, mereka mendapat pembinaan dari tim gabungan sebelum dilepaskan.

Selain mendatangi lima hotel, tim gabungan juga menyisir sejumlah lokasi yang biasa dijadikan tempat transaksi prostitusi dan pesta minuman keras. Diduga informasi operasi pekat itu bocor sehingga tim gabungan pulang tanpa membawa hasil.

Konten Soloraya Hari Ini menyajikan berita peristiwa pada masa lalu yang menyita perhatian publik di Soloraya. Tujuannya tak lain supaya pembaca bisa mengambil pelajaran berharga dari setiap peristiwa di masa lalu.

Baca Juga : Polres Sragen Gencarkan Operasi Pekat, Miras 2.453 Botol Disita

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

+ PLUS Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

Penggunaan teknologi biogas bisa membantu menyelamatkan Objek Wisata Air Terjun Pletuk di Dusun Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, yang sepi pengunjung karena tercemar limbah kotoran sapi.

Berita Terkini

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

Murah Banget! Harga Makanan di Warung Pak Solet Makamhaji Mulai Rp8.000

Harga makanan di warung makan Pak Solet, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, murah meriah, mulai Rp8.000 per porsi.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Bakal Hujan Lama

Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Minggu (3/7/2022), hujan akan turun sejak siang hingga malam.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Minggu 3 Juli 2022 Hujan Siang Malam

Inilah prakiraan cuaca untuk kawasan Sukoharjo pada hari Minggu (3/7/2022).