Solopos Hari Ini: Blunder Era Normal Baru
Harian Umum Solopos Edisi Selasa (19/5/2020)

Solopos.com, SOLO -- Koran Solopos Edisi Selasa (19/5/2020) menyuguhkan informasi mengenai kondisi normal baru atau the new normal yang diutarakan Presiden Joko Widodo. Presiden berencana menerapkan era normal baru di tengah pandemi Covid-19.

Ide Presiden itu menuai kontroversi. Kebijakan itu dinilai terlalu dini karena kurva kasus Covid-19 belum turun.

Lewat Koran Solopos Selasa, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, merenspons rencana Presiden itu. Rudy, sapaan akrab Wali Kota, mengatakan pemerintah sebaiknya mengkaji lebih dalam agar persebaran virus SARS CoV-2 bisa terus ditekan.

217 Pedagang Pasar Juwangi Boyolali Disasar Rapid Test Covid-19, Bagaimana Hasilnya?

Salah satu yang harus dikaji ulang adalah mengizinkan karyawan berusia 45 tahun kembali masuk kantor pada 25 Mei 2020, menormalkan pusat perbelanjaan pada 8 Juni 2020, dan membuka sekolah pada 15 Juli 2020.

Menurutnya, aturan itu blunder karena mayoritas usia di bawah 45 tahun adalah tulang punggung keluarga. Jika mereka bekerja dan tertular, mereka akan membawa virus itu dan menularkannya kepada keluarga.

“Makanya saat penerapan status kejadian luar biasa [KLB], saya putuskan anak sekolah libur, baru kebijakan kerja dari rumah,” kata dia, Senin (18/5/2020).

China Janji Sediakan Vaksin Covid-19 untuk Seluruh Dunia

Rudy mengakui ungkapan berdamai dengan corona bisa jadi tepat. Artinya, masyarakat hidup dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan serta berperilaku hidup bersih dan sehat. Seperti menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, memakai masker, dan sebagainya.

“Kalau di pemerintahan, rapat dibatasi maksimal 10 orang. Hal itu bisa diterapkan dengan syarat pandemi ini setidaknya selesai dulu. Libur sekolah masih sampai 29 Mei. Kami masih pikirkan, apakah akan diperpanjang atau tidak. Jangan dipaksa, terus nanti malah pada kena virus, mubazir pencegahan yang dilakukan dua tiga bulanan ini,” ucap dia.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos

Pensiun, Ini Deretan Prestasi Tontowi Ahmad

Jokowi Minta Masyarakat Bersiap Diri

Halaman 1 Koran Solopos Selasa juga memuat paparan Presiden soal konsep era normal baru. Presiden meminta masyarakat bersiap menghadapi gaya hidup normal baru (the new normal) di tengah pandemi Covid-19.

Era normal baru itu adalah kondisi ketika masyarakat beraktivitas secara normal tetapi tetap memerhatikan protokol kesehatan untuk mencegah persebaran Covid-19.

”Bapak Presiden juga menekankan pentingnya kita harus bersiap siaga untuk menghadapi era normal baru, kehidupan normal baru. Di mana kita akan berada dalam situasi yang beda dengan normal sebelumnya,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, dalam konferensi video seusai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (18/5/2020).

#IndonesiaTerserah, Respons Pelonggaran PSBB dan Pelanggaran Protokol Kesehatan

Dalam rapat kabinet, Muhadjir mengatakan pemerintah juga membahas soal pengurangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut dia, pengurangan ini dilakukan untuk meningkatkan atau memulihkan produktivitas.

Meski begitu, Muhadjir mengatakan kebijakan pengurangan PSBB tersebut belum diputuskan.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos

Narasi Pelonggaran PSBB & Normal Baru Jokowi Dikritik: Harus Pakai Sains!

Berharap Hajatan Boleh Digelar Lagi

Koran Solopos Selasa membawakan informasi mengenai kondisi bisnis katering di tengah pandemi Covid-19. Wabah Covid-19 membuat berbagai sektor ekonomi dan bisnis terpukul, tak terkecuali di Soloraya. Salah satunya adalah bisnis jasa boga atau usaha katering yang otomatis terhenti.

Terlebih Soloraya masuk zona merah lantaran banyaknya kasus pasien positif Covid-19. Pelaku bisnis jasa boga ini mengalami kerugian miliaran rupiah akibat pembatalan event atau hajatan. Selain itu, tidak ada pesanan yang berarti juga tidak ada pemasukan.

Alhasil, ratusan karyawan katering terpaksa dirumahkan. Perkumpulan Penyelenggaraan Jasaboga Indonesia (PPJI) Solo mencatat bisnis katering praktis mandeg sejak Kota Solo ditetapkan berstatus kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 pada pertengahan Maret 2020.

Cegah Kerumunan, Satpol PP Wonogiri Rajin Patroli di Pusat Perbelanjaan

Petugas Humas PPJI Solo, Eko Warsito, mengatakan larangan pemerintah untuk tidak berkumpul atau berkerumun berdampak besar pada keberlangsunan bisnis katering.

“Kami menerima dan menghormati pemerintah dengan menerapkan berbagai aturan pembatasan dan sebagainya. Tapi, tolong dipikirkan juga bagaimana kami, sudah dua bulan lebih tidak kerja, tidak ada pemasukan, pengeluaran jelas banyak, sampai kapan seperti ini,” tutur dia, Minggu (17/5/2020).

Owner katering Shafira ini menjelaskan kondisi ini membuat ratusan karyawan atau tenaga pokok katering dirumahkan. Ini sekaligus sebagai imbas banyaknya hajatan atau pun event yang dibatalkan.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos

Tak Hanya Salat Id di Rumah, Warga Klaten Juga Diimbau Tak Saling Berkunjung Saat Lebaran

Pasar dan Pusat Perbelanjaan bakal Disasar Rapid Test

Di halaman Soloraya, Koran Solopos Selasa mewartakan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar rapid test di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan menyikapi ramainya kedua fasilitas publik tersebut akhir-akhir ini.

Di samping itu, hasil tracing riwayat bepergian pasien terkonfirmasi positif diketahui mereka sempat mengunjungi pasar. Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan rapid test juga sudah dilakukan pada pekan lalu.

Jokowi: Urusan Logistik Pemerintah Jangan Terganggu Larangan Mudik!

Pedagang pasar yang diketahui ramai dikunjungi pembeli menjadi sasaran, selain, sampel pedagang lain yang diambil secara acak. Sejumlah pasar yang disasar dalam rapid test itu, di antaranya Pasar Harjodaksino, Pasar Legi, Pasar Gede, dan Pasar Kadipolo.

Rapid test di pasar tradisional menyasar mereka yang berkontak dengan pasien terkonfirmasi positif, maupun pedagang dengan risiko tinggi karena sering berinteraksi dengan banyak pembeli. Kami yakin aktivitas pedagang pasar ada yang melanggar protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19, terutama kios-kios yang padat,” kata dia, Senin (18/5/2020), seperti dikutip dari Koran Solopos Selasa.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos

Merasa Dipelintir, Yuri Bantah Tak Umumkan Lagi Kasus Covid-19


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho