China Janji Sediakan Vaksin Covid-19 untuk Seluruh Dunia
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA – China berjanji akan memproduksi vaksin virus corona penyebab Covid-19 untuk semua negara jika sudah tersedia. Hal ini diungkapkan Presiden China Xi Jinping untuk merespons kritik Amerika Serikat dalam pandemi yang menewaskan lebih dari 315.000 orang di dunia.

Komentar Xi Jinping muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa sebagian negara akan mengutamakan kepentingan nasional dalam pengembangan vaksin virus corona. Ini karena vaksin tersebut dipandang sebagai kunci membuat roda ekonomi bergerak kembali.

Narasi Pelonggaran PSBB & Normal Baru Jokowi Dikritik: Harus Pakai Sains!

"Pengembangan dan penyebaran vaksin Covid-19 di China, jika tersedia, akan dijadikan barang global. Yang akan menjadi kontribusi China untuk memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara-negara berkembang," kata Xi, Senin (18/5/2020).

Hal itu disampaikan Xi Jinping dalam pidatonya di Majelis Kesehatan Dunia, badan pengurus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dikutip Bloomberg. Proposal Uni Eropa sendiri yang disampaikan di majelis ini juga memberikan nada serupa.

57 TKI dari Malaysia Asal Jateng Tiba di Semarang

Hal itu menyoroti perlunya seluruh negara mendapatkan vaksin, obat-obatan, diagnostik, dan teknologi lain yang diperlukan untuk memerangi pandemi.

Di antara lusinan proyek vaksin Covid-19 yang sedang berlangsung di seluruh dunia, China sudah memiliki lima kandidat untuk diuji coba terhadap manusia. Bahkan negara asal virus SARS-CoV-2 itu akan lebih banyak lagi melakukan uji coba vaksin bulan depan.

Jokowi: Urusan Logistik Pemerintah Jangan Terganggu Larangan Mudik!

China menghadapi tuduhan miring dalam hal penyebaran virus tersebut, terutama dari anggota pemerintahan AS pimpinan Donald Trump. Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro melontarkan tuduhan tersebut secara terang-terangan. Dia menuding Negeri Panda mengirim ratusan ribu orang China dengan pesawat terbang ke Milan, New York, dan di seluruh dunia untuk menyebarkan virus.

Xi mengatakan China bertindak transparan dan bertanggung jawab, termasuk dalam pengembangan vaksin Covid-19. China, katanya, memberikan informasi kepada WHO dan negara-negara lain dengan cara yang paling tepat dan cepat. China menyiapkan anggaran senilai US$2 miliar selama dua tahun untuk mendukung perang melawan pandemi, terutama di negara-negara berkembang.

Merasa Dipelintir, Yuri Bantah Tak Umumkan Lagi Kasus Covid-19

Sumber Penyebaran

WHO mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan misi baru ke China untuk mencari sumber virus. Para ahli internasional menjadi bagian dari delegasi sebelumnya ke negara itu pada Februari, saat wabah di China mencapai puncaknya.

“Kita perlu mengejar kerja sama internasional dalam metode pengujian, perawatan klinis, dan penelitian serta pengembangan vaksin dan pengobatan,” kata Xi. "Kita perlu terus mendukung penelitian global oleh para ilmuwan terhadap sumber dan penularan virus,” lanjutnya.

Batal Libur, Laboratorium BBTKLPP Kemenkes Jakarta Bantah Mau Istirahat

Selain soal vaksin, WHO juga menghadapi tuduhan pemerintahan Trump bahwa organisasi itu terlalu berpihak terhadap China dalam krisis Covid-19. Rancangan resolusi UE, yang didukung negara-negara seperti Brasil, Jepang, dan Kanada, menyarankan evaluasi terhadap WHO secepat mungkin.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia menyambut seruan untuk evaluasi independen dan komprehensif serta tidak memihak. "(Evaluasi ini) harus mencakup keseluruhan respon oleh semua aktor dengan itikad baik," katanya dalam sebuah pidato.

Kasus Covid-19 Tak Kunjung Turun, Pemerintah Sibuk dengan Istilah Normal Baru

“Jadi saya akan memulai evaluasi independen pada saat yang tepat untuk meninjau pengalaman. Dan membuat rekomendasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap pandemi secara nasional dan global,” lanjutnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho