Dua pekerja merakit mesin disel untuk menggerakkan sepur kelinci di bengkel Sumber Cahaya Sambungmacan, Sragen, Sabtu (11/1/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Sepur kelinci yang diproduksi warga Sambungmacan, Sragen, terjual hingga luar Pulau Jawa.

Usaha pembuatan sepur kelinci ini dimulai sekitar 10 tahun lalu hingga kini lebih dari 100 unit sepur kelinci telah dikirim ke wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan luar Jawa dengan harga Rp42,5 juta-Rp65 juta per unit.

Penjelasan itu disampaikan pengusaha sepur kelinci Sumber Cahaya Sambungmacan, Sragen, Sriyanto, saat berbincang dengan Solopos.com di bengkelnya, Sabtu (11/1/2020).

Sriyanto merintis bengkel pembuatan sepur kelinci itu setelah belajar merakit sepur kelinci secara autodidak. Awalnya ia bekerja sama dengan industri dari Jombang untuk suplai bahan bakunya.

Pemasaran produknya dengan cara konvensional, yakni dari mulut ke mulut dan dari jaringan pertemanan dengan warga di perantauan wilayah luar Jawa. Sriyanto belum menyentuh model pemasaran secara online karena tak ada waktu.

Sriyanto dibantu empat orang untuk merakit sendiri sepur kelinci di bengkel Jl. Sragen-Ngawi Sambungmacan, Sragen.

“Permintaan sepur kelinci itu ada yang dari Sulawesi, Kalimantan, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Permintaan paling banyak dari Jawa Timur, mulai dari Nganjuk, Bojonegoro, Tuban, dan seterusnya,” ujar Sriyanto.

Namanya Tak Disebut Mega di Rakernas, Wali Kota Solo: Mungkin Lupa

Setiap bulan Sriyanto memperoduksi 2-3 unit sepur kelinci yang lalu dijual dengan harga tertentu berdasarkan kelas kualitas barang. Untuk kelas I Rp65 juta/unit, kelas II Rp49 juta/unit, dan kelas III Rp42,5 juta/unit.

Dia menjelaskan permintaan sepur kelinci itu biasanya dari pengelola objek wisata atau taman wisata. Dia memberi garansi untuk produksinya sampai pembeli bisa mengoperasikan sepur dan mendapat penghasilan.

Bahkan Sriyanto berani membeli kembali sepur kelinci itu apabila pembeli tidak menginginkannya lagi. “Dengan demikian ada semacam jaminan usaha bagi pembeli. Kalau di Sragen sendiri juga sudah banyak pembelinya dan bahkan ada paguyuban sendiri,” katanya.

Selain merakit sepur kelinci, Sriyanto juga merakit mesin selep gabah dan mesin pengrontok jagung. Dia mengatakan mesin selep gabah cukup banyak permintaan dari Sulawesi. Mesin selep gabah itu dijual dengan harga Rp40 juta-Rp50 juta per unit.

Gadis 14 Tahun Meninggal Dalam Kecelakaan di Karanganyar, 2 Sopir Mobil Diperiksa Polisi

Ia sempat mendapat kontrak dari pemerintah daerah di luar Jawa untuk pembuatan mobil selep gabah keliling. Untuk pengirimannya, Sriyanto menggunakan jasa ekspedisi barang.

Biasanya pengiriman itu memakan waktu sampai empat hari untuk pengiriman dari Sragen sampai Sulawesi. Sriyanto pun sudah bersiap menghadapi zona industri di wilayah Sambungmacan.

Dia berencana mengubah bengkel yang digunakan sekarang menjadi showroom atau ruang display produknya. Sementara bengkel produksi akan menggunakan lahan baru di belakang bengkel yang lebih luas.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten