Namanya Tak Disebut Mega di Rakernas, Wali Kota Solo: Mungkin Lupa
Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO — Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, menyebut beberapa nama kepala daerah yang dianggap berbakti kepada daerahnya. Hal itu disampaikan Mega pada pidato pembukaan Rakernas PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Namun, Megawati tak menyebutkan nama Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. Sang wali kota pun tak ambil pusing namanya tak disebut Mega dalam pidato pembukaan Rakernas PDIP.

"Solo tidak disebut itu bagi saya tidak ada persoalan. Yang penting saya melaksanakan tugas sebagai petugas partai di seksekutif mau dan mampu menjabarkan visi misi partai. Berjuang untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Itu adalah visi PDIP," terang dia.

Tak disebutnya Solo dalam pidato saat Rakernas menurut Rudy bisa jadi karena Megawati lupa. Sebab penyebutan beberapa daerah oleh Megawati tidak berdasarkan teks, melainkan berdasarkan ingatan sosok Ketua Umum PDIP itu.

"Dalam hal ini mungkin yang diambil contoh yang sudah masuk di DPP, sudah jadi Gubernur atau jadi pembicara di DPP waktu sekolah partai. Mbak Mega tak mungkin mampu mengingat semua karena saat menyebut itu bukan atas dasar tulisan," urainya.

Dalam pidatonya di pembukaan Rakernas PDIP, Mega pertama menyebutkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai kepala daerah yang berbakti bagi daerahnya. Kemudian dia juga menyebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

"Azwar Anas dari Banyuwangi, Hendi dari Semarang, Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah. Apalagi ya. Itulah susahnya karena banyak, Bapak Presiden, jadi menghapalkannya sering kali lupa. Tapi begitulah banyaknya contoh-contoh kader kami yang memang telah bekerja berbakti bagi daerahnya masing-masing. Oh iya, Giri dari Badung, Bali. Apalagi ya? Cukuplah," sebut Megawati.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho