Semarang & Kendal Diguyur Hujan Es, BMKG: Dipicu Awan Kumulonimbus

Berikut penjelasan BMKG terkait fenomena hujan es yang melanda wilayah Kendal dan Kota Semarang pada Jumat (23/9/2022) malam.

Sabtu, 24 September 2022 - 15:29 WIB Penulis: Adhik Kurniawan Editor: Imam Yuda Saputra | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hujan es. (Istimewa/BPBD Madiun)

Solopos.com, SEMARANG — Warga sekitar Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, dan Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), dikejutkan dengan turunnya hujan es pada Jumat (23/9/2022) malam. Berikut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena hujan es yang jarang terjadi di wilayah Semarang Raya.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang, Giyarto, mengaku hujan es yang melanda sebagian wilayah Semarang dan Kendal itu sebenarnya merupakan fenomena yang kerap terjadi di masa peralihan atau pancaroba. Ketika masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan itu potensi awan kumulonimbus muncul sangat tinggi.

“Saat hujan, pada masa peralihan tu lebih banyak disebabkan awan kumulonimbus. Oleh karena awan itu muncul saat pancaroba,” jelas Giyarto, Sabtu (24/9/2022).

Tanda-tanda bisa munculnya awan itu, terang Giyarto, karena pada musim pancaroba kondisi cuaca cukup panas. Bahkan, tingkat konveksi yang sangat tinggi sehingga membuat awan tersebut menjulang besar.

“Bahaya yang terjadi ada banyak hal, antaranya petir, terus mikroba donbass, hujan lebat, sertai angin dan puting beliung dan gumpalan-gumpalan,” bebernya.

Baca juga: Terjadi di Colomadu Karanganyar, Ini Penyebab Hujan Es Menurut Ahli

Gumpalan awan itu, lanjut Giyarto, harus diwaspadai setiap pilot pesawat yang melakukan penerbangan. Pilot dilarang keras menempatkan pesawatnya di samping gumpalan awan maupun masuk ke gumpalan awan itu karena bisa menyebabkan turbulensi.

“Selain petir juga ada kristal es. Itu [kristal es] akan bisa turun menjadi hujan es apabila tinggi dasar awan sangat rendah. Dalam arti secara normal, masing-masing wilayah berbeda, tapi karena awan itu rendah, kemudian biasanya awanya warnanya hitam sekali, jadi tak sempat mencair dan jauh ke tanah,” lanjut dia.

Giyarto pun menyatakan fenomena hujan es itu memang kerap terjadi saat musim pancaroba. Oleh karenanya, ia pun menilai fenomena hujan es seperti yang terjadi di sebagian wilayah Kendal dan Kota Semarang pada Jumat malam itu sebagai sesuatu yang wajar.

Baca juga: Semarang & Kendal Diguyur Hujan Es, Warga: Saya Kira Ada yang Lempar

“Sering terjadi, bukan hanya baru sekali ini. Oleh karenanya, ketika muncul awan itu [kumulonimbus], semua tempat berpotensi,” ujarnya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif