Selama 6 Hari di Magelang, Bharada E dan Brigadir J Tinggal Sekamar

Bahkan saat mengawal keluarga Irjen Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah dari tanggal 2-7 Juli 2022, mereka tidur sekamar. 

 Bhayangkara Dua Richar Eliezer (Bharada E) (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Bhayangkara Dua Richar Eliezer (Bharada E) (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Pengacara Deolipa Yumara menegaskan Bharada Richard Eliezer (Bharada E) tidak memiliki motif apapun menghabisi nyawa rekannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Menurut Deolipa, Bharada E dan seniornya Brigadir J berkawan akrab.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Bahkan saat mengawal keluarga Irjen Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah dari tanggal 2-7 Juli 2022, mereka tidur sekamar.

“Ini sekalian saya cerita berdasarkan pengakuan Richard. Mereka itu berkawan baik. Richard tidak punya motif untuk menembak mati rekannya sendiri. Bagaimana bisa? Bahkan saat di Magelang itu dari tanggal 2-7 Juli mereka tinggalnya dalam satu kamar kok. Mana mungkin menembak mati temannya sendiri kalau tidak karena dipaksa atasannya,” ujar Deolipa Yumara menceritakan pengakuan kliennya, Bharada E, dalam wawancara di kanal Youtube Uya Kuya TV dan dilihat Solopos.com, Kamis (11/8/2022) malam.

Baca Juga: Pengacara: Ferdy Sambo Janjikan Uang dan Kasus Bharada E Dihentikan

Penembakan sebanyak empat kali itu dilakukan atas perintah atasannya, Irjen Pol Ferdy Sambo, di mana Bharada E tidak punya kuasa untuk menolak.

“Dia anggota Brimob berumur 24 tahun, patuh pada atasan. Tidak mungkin ia berani membantah. Atasannya teriak ‘tembak, tembak’. Dia mikirnya kalau tidak menembak, Ferdy Sambo akan gelap mata dan menembak Brigadir J. Lalu dia sebagai saksi mata juga akan ditembak biar tidak ada saksi lagi. Daripada dia ikut mati akhirnya menembak Brigadir J. Begitu suasana psikologinya saat itu,” tutur Deolipa.

Deolipa menceritakan awal ketika dirinya menjadi penasihat hukum Bharada Richard Eliezer (Bharada E).

Baca Juga: Brigadir J Berlutut, Bharada E Tembak 4 Kali atas Suruhan Ferdy Sambo

Menurutnya, ketika itu Bharada E dalam kondisi depresi berat atas kasus yang membelitnya. Apalagi tim pengacara dari Ferdy Sambo yang mendampinginya mengundurkan diri.

“Selain pengacara, saya kan lulusan psikologi juga. Saya ambil jiwanya. Saya ajak bicara pelan-pelan. Saya tekankan ke dia atasannya bukan Ferdy Sambo lagi. Atasannya sekarang adalah Tuhan. Baru setelah itu dia kuat lagi dan mau bercerita,” kata pengacara asal Jombang, Jawa Timur itu.

Setelah kondisinya tenang, Bharada E lantas bertutur banyak tentang skenario yang dibuat atasannya Irjen Pol Ferdy Sambo beberapa saat setelah Brigadir J tewas ditembak.

Baca Juga: Pakar Hukum: Pengakuan Sambo Bisa karena Jujur atau Justru Pengaburan

Menurut Bharada E, Ferdy Sambo memakai sarung tangan lalu mengambil pistol Brigadir J dan menembakkan ke dinding beberapa kali. Tindakan itu sebagai alibi telah terjadi baku tembak di lokasi tersebut.

Bharada E diminta mengaku sebagai lawan baku tembak Brigadir J sementara ajudan lainnya, Bripka RR dan KM menjadi saksi.

“Skenario itu dibikin Ferdy Sambo setelah kejadian penembakan. Semuanya dijanjikan aman,” ujar pengacara

Baca Juga: Brigadir J Berlutut, Bharada E Tembak 4 Kali atas Suruhan Ferdy Sambo

Ia melanjutkan, berdasarkan keterangan Bharada E, Ferdy Sambo menenangkan anak buahnya yang ada di ruangan itu.

Ferdy Sambo menjanjikan kasus tersebut akan dihentikan oleh polisi (SP3) karena Bharada E dianggap membela diri dari tembakan Brigadir J.

Mereka juga dijanjikan uang sebagai kompensasi memuluskan skenario. Alasan penghentian kasus dan janji uang itu yang membuat Bharada E dkk. mengikuti skenario Ferdy Sambo.

“Ya dijanjikan uang, sebagai imbalan nanti setelah semuanya selesai. Dijanjikan SP3 karena Bharada E bela paksa,” lanjut pengacara berambut gondrong tersebut.

Baca Juga: 2 Versi Motif Pembunuhan Brigadir J, Mana yang Benar?

Namun Deolipa tidak bersedia menyebut nominal uang yang dijanjikan Ferdy Sambo sebagai kompensasi untuk Bharada E.

“Itu substansi penyidikan,” elaknya.

Bharada E juga mengaku dirinya menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) dari jarak dekat sebanyak empat kali atas suruhan Irjen Pol Ferdy Sambo.

Baca Juga: Ferdy Sambo Rencanakan Bunuh Brigadir J, Hukuman Mati Membayangi

Brigadir J pun tewas bersimbah darah.

Beberapa saat sebelumnya, ketika masuk ke ruangan tersebut Bharada E melihat Brigadir J dalam posisi berlutut di depan Ferdy Sambo.

“Di dalam ruangan itu ada beberapa orang, saya gak sebut nama karena substansi penyidikan. Brigadir J berlutut. Itu kata Richard kepada saya,” ujar Deolipa.

Baca Juga: 2 Versi Motif Pembunuhan Brigadir J, Mana yang Benar?

Deolipa mengatakan, Bharada E tidak bercerita kepadanya tentang alasan kenapa harus menembak Brigadir J.

Namun sebagai anak buah, Bharada E tidak berani menolak perintah atasannya yang seorang jenderal bintang dua.

“Polisi umur segitu mana berani membantah. Ya dia ikut perintah atasan. Menembaklah dia,” lanjut Deolipa.

Baca Juga: Ferdy Sambo Rencanakan Bunuh Brigadir J, Hukuman Mati Membayangi

Hukuman Mati

Jeratan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati sulit lepas dari mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. 

Dalam pemeriksaan kali pertama sebagai tersangka di Markas Komando Brimob Polri, Kamis (11/8/2022), Ferdy Sambo mengakui dirinya merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J karena marah istrinya, Putri Candrawathi dilecehkan.

Baca Juga: Brimob Selamatkan Orang Tua Bharada E dari Kelompok Ferdy Sambo

Tindakan pelecehan itu, versi Ferdy Sambo, terjadi saat istrinya dan Brigadir J berada di Magelang pada tanggal 2-7 Juli 2022.

Direktur Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian, mengatakan Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan itu bersama dua ajudannya, Bripka RR dan Bharada E.

Baca Juga: Pakar Hukum: Pengakuan Sambo Bisa karena Jujur atau Justru Pengaburan

“Bahwa berdasarkan keterangannya FS mengatakan dirinya marah dan emosi karena mendapat laporan dari istrinya PC bahwa istrinya mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabatnya di Magelang oleh almarhum Brigadir J. FS lalu memanggil RR dan RE (Bharada E) untuk membunuh Brigadir J,” ujarnya dalam jumpa pers yang dikutip Solopos.com dari Breaking News MetroTV, Kamis (11/8/2022) malam.

Pengacara keluarga mendiang Brigadir J, Jonathan Baskoro , menyatakan itu baru pengakuan sepihak dari Ferdy Sambo. Ia tetap yakin Brigadir J tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan tersebut.

“Itu baru pengakuan sepihak yang harus dibuktikan. Namanya pengakuan sepihak bisa benar bisa salah. Tapi kami tetap yakin Brigadir J tidak melakukan perbuatan tercela itu,” tandasnya.

Baca Juga: Jejak Berdarah Duren Tiga Akhiri Karier Moncer Ferdy Sambo

Sependapat dengan Jonathan, ahli hukum pidana Hibnu Nugroho menyatakan, pengakuan Ferdy Sambo tentang motif pembunuhan itu harus diuji secara hukum agar tidak sekadar menjadi tudingan.

“Ini perkembangan baru, menjawab tentang motif tindakan itu yang kemarin belum jelas dan katanya sensitif. Apapun keterangan tersangka itu perkembangan baru dan harus dibuktikan nanti di pengadilan,” ujar profesor ilmu hukum itu seperti dikutip Solopos.com dari Breaking News MetroTV, Kamis (11/8/2022) malam.

Ia menjelaskan pernyataan tersangka harus diuji apakah merupakan pembenaran, pengakuan atau pengaburan.

Baca Juga: Ferdy Sambo Mengaku Bunuh Brigadir J karena Istri Dilecehkan

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Hadapi Proses Hukum di KPK

      Aktivis Papua Charles Kossay meminta Gubernur Lukas Enembe berjiwa besar untuk menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukannya.

      Kunjungan ke Gili Ketapang Probolinggo Naik Drastis Seusai Pandemi Mereda

      Pulau kecil di Probolinggo Jatim yang menawarkan keindahan alam bawah laut lewat snorkeling tersebut selama pandemi pernah nol kunjungan selama empat bulan.

      Tapanuli Utara Diguncang Gempa M 6.0, 1 Warga Meninggal Dunia

      Selain menyebabkan 1 warga meninggal dunia, gempa bumi di Tapanuli Utara Sumatra Utara juga menyebabkan sembilan orang terluka.

      Puan Bakal Bacakan Ikrar di Upacara Hari Kesaktian Pancasila

      Sejumlah wakil rakyat menjadi petugas pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2022), termasuk Ketua DPR Puan Maharani yang ditugasi membacakan dan menandatangani ikrar. 

      Masa Berlaku Paspor RI Jadi 10 Tahun, Begini Syarat dan Cara Penerbitannya

      Imigrasi menyatakan untuk wakru penerapan paspor dengan masa berlaku 10 tahun masih dalam tahap persiapan.

      Ini 4 Negara yang Eksis Komunis

      Komunis adalah salah satu ideologi yang diterapkan di beberapa negara. Hingga kini, eksistensi negara komunis masih ada.

      Besok Operasi Zebra 2022 Dimulai, Kakorlantas: Tilang Bukan Target, Tapi Tertib

      Operasi Zebra 2022 yang akan dilaksanakan selama 14 hari di seluruh wilayah Indonesia mulai 3-16 Oktober 2022.

      Ini Pesan Nadiem Makarim di Hari Kesaktian Pancasila

      Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan saktinya Pancasila terletak bagaimana menjadikan nilai-nilai di dalamnya sebagai petunjuk dan tujuan hidup sehari-hari sebagai Bangsa Indonesia.

      Seusai Ramai Kabar Lesti Kejora, KPI Larang Pelaku KDRT Tampil di TV & Radio

      Setelah ramai kabar Lesti Kejora menjadi korban KDRT Rizky Billar, KPI Pusat melarang pelaku KDRT untuk tampil di TV dan radio.

      Lukas Enembe Tersangka, KPK: Jangan Provokasi Masyarakat!

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka murni penegakan hukum yang menurut Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, penanganan perkaranya murni tindak lanjut atas laporan masyarakat.

      Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila 2022

      Berikut ini terdapat naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila 2022 yang biasanya dibaca saat momen upacara.

      Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dan Maknanya

      Berikut ini terdapat cerita sejarah Hari Kesaktian Pancasila dan maknanya yang diperingati tanggal 1 Oktober setiap tahunnya.

      Tak Daftar di Sihalal, Sertifikat Halal Tak Keluar

      sesuai regulasi, satu-satunya pihak yang berwenang mengeluarkan sertifikasi halal hanya BPJPH.

      13 Perwira Polri Naik Pangkat, Ada 8 Jenderal Baru

      Sebanyak 13 pati Polri mendapatkan kenaikan pangkat baik dari Komisaris Besar (Kombes) ke Brigadir Jenderal (Brigjen) maupun Brigjen ke Inspektur Jenderal (Irjen).

      Jutaan Masyarakat Indonesia Bakal Jatuh Miskin karena Garis Kemiskinan

      Sebanyak 13 juta warga negara Indonesia (WNI) terancam jatuh miskin akibat Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru.