Brigadir J Berlutut, Bharada E Tembak 4 Kali atas Suruhan Ferdy Sambo

Ketika masuk ke ruangan tersebut Bharada E melihat Brigadir J dalam posisi berlutut di depan Ferdy Sambo.

 Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo (tengah) bersama para ajudannya, di antaranya Brigadir Josua (lingkaran merah) dan Bharada E (lingkaran kuning). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo (tengah) bersama para ajudannya, di antaranya Brigadir Josua (lingkaran merah) dan Bharada E (lingkaran kuning). (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Bharada Richard Eliezer (Bharada E) mengaku dirinya menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) dari jarak dekat sebanyak empat kali atas suruhan Irjen Pol Ferdy Sambo.

Brigadir J pun tewas bersimbah darah.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Beberapa saat sebelumnya, ketika masuk ke ruangan tersebut Bharada E melihat Brigadir J dalam posisi berlutut di depan Ferdy Sambo.

“Di dalam ruangan itu ada beberapa orang, saya gak sebut nama karena substansi penyidikan. Brigadir J berlutut. Itu kata Richard kepada saya,” ujar pengacara Bharada E, Deolipa Yumara dalam wawancara di kanal Youtube Uya Kuya TV dan dilihat Solopos.com, Kamis (11/8/2022) malam.

Baca Juga: 2 Versi Motif Pembunuhan Brigadir J, Mana yang Benar?

Deolipa mengatakan, Bharada E tidak bercerita kepadanya tentang alasan kenapa harus menembak Brigadir J.

Namun sebagai anak buah, Bharada E tidak berani menolak perintah atasannya yang seorang jenderal bintang dua.

“Polisi umur segitu mana berani membantah. Ya dia ikut perintah atasan. Menembaklah dia,” lanjut Deolipa.

Baca Juga: Ferdy Sambo Rencanakan Bunuh Brigadir J, Hukuman Mati Membayangi

Saat curhat kepadanya, Bharada E menangis dan menyesali perbuatannya menembak rekannya tersebut. Namun ia tidak kuasa menolak perintah Ferdy Sambo.

“Dia mikirnya kalau tidak menembak, Ferdy Sambo akan gelap mata dan menembak Brigadir J. Lalu dia sebagai saksi mata juga akan ditembak biar tidak ada saksi lagi. Daripada dia ikut mati akhirnya menembak Brigadir J. Begitu suasana psikologinya saat itu,” kata pengacara asal Jombang, Jawa Timur itu.

Hukuman Mati

Jeratan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati sulit lepas dari mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. 

Dalam pemeriksaan kali pertama sebagai tersangka di Markas Komando Brimob Polri, Kamis (11/8/2022), Ferdy Sambo mengakui dirinya merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) karena marah istrinya, Putri Candrawathi dilecehkan.

Baca Juga: Brimob Selamatkan Orang Tua Bharada E dari Kelompok Ferdy Sambo

Tindakan pelecehan itu, versi Ferdy Sambo, terjadi saat istrinya dan Brigadir J berada di Magelang pada tanggal 2-7 Juli 2022.

Direktur Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian, mengatakan Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan itu bersama dua ajudannya, Bripka RR dan Bharada E.

Baca Juga: Pakar Hukum: Pengakuan Sambo Bisa karena Jujur atau Justru Pengaburan

“Bahwa berdasarkan keterangannya FS mengatakan dirinya marah dan emosi karena mendapat laporan dari istrinya PC bahwa istrinya mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabatnya di Magelang oleh almarhum Brigadir J. FS lalu memanggil RR dan RE (Bharada E) untuk membunuh Brigadir J,” ujarnya dalam jumpa pers yang dikutip Solopos.com dari Breaking News MetroTV, Kamis (11/8/2022) malam.

Pengacara keluarga mendiang Brigadir J, Jonathan Baskoro , menyatakan itu baru pengakuan sepihak dari Ferdy Sambo. Ia tetap yakin Brigadir J tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan tersebut.

“Itu baru pengakuan sepihak yang harus dibuktikan. Namanya pengakuan sepihak bisa benar bisa salah. Tapi kami tetap yakin Brigadir J tidak melakukan perbuatan tercela itu,” tandasnya.

Baca Juga: Jejak Berdarah Duren Tiga Akhiri Karier Moncer Ferdy Sambo

Sependapat dengan Jonathan, ahli hukum pidana Hibnu Nugroho menyatakan, pengakuan Ferdy Sambo tentang motif pembunuhan itu harus diuji secara hukum agar tidak sekadar menjadi tudingan.

“Ini perkembangan baru, menjawab tentang motif tindakan itu yang kemarin belum jelas dan katanya sensitif. Apapun keterangan tersangka itu perkembangan baru dan harus dibuktikan nanti di pengadilan,” ujar profesor ilmu hukum itu seperti dikutip Solopos.com dari Breaking News MetroTV, Kamis (11/8/2022) malam.

Ia menjelaskan pernyataan tersangka harus diuji apakah merupakan pembenaran, pengakuan atau pengaburan.

Baca Juga: Ferdy Sambo Mengaku Bunuh Brigadir J karena Istri Dilecehkan

Menurut Hibnu, kuncinya ada pada profesionalitas penyidik Bareskrim Polri yang mengusut Ferdy Sambo.

“Itu yang harus diuji apakah benar pengakuan jujur, atau sekadar pembenaran atau malah pengaburan untuk kepentingan kelompok tertentu atau meringankan hukumannya sendiri,” ujar Hibnu menanggapi hasil pemeriksaan Ferdy Sambo di Mako Brimob Polri, hari ini.

Di Magelang

Versi Ferdy Sambo, pelecehan itu terjadi saat Brigadir J dan Putri Candrawathi berada di Magelang dalam rangka mengantarkan anak Ferdy Sambo ke tempat belajarnya.

Direktur Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian, mengatakan itu pengakuan Ferdy Sambo yang harus dibuktikan di pengadilan nanti.

“Hari ini untuk kali pertama kami memeriksa FS sebagai tersangka. Kemudian bersamaan juga tim sudah memeriksa tersangka KM, RE dan RR di Bareskrim. Kalau FS diperiksa Mako Brimob Polri dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB,” ujar Brigjen Andi Rian.

Baca Juga: Kasus Ferdy Sambo Disorot Media Malaysia, Singapura dan Australia

Marah mendapat laporan tersebut, ujar Dirpidum, Ferdy Sambo lantas memanggil tersangka Bripka RR dan Bharada E untuk merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J.

“Itu pengakuan tersangka di BAP. Kita sama-sama tahu, tersangka itu syukur kalau mau bunyi, kalau tidak juga tidak apa-apa. Yang pasti kami sudah punya dokumen dan bukti-bukti yang akan dibuktikan nanti di pengadilan,” ujar Dirpidum.

Pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo dilakukan di Markas Komando Brimob Polri di Depok, Jawa Barat.

Baca Juga: Pengacara Sebut Asmara Polwan dan Ferdy Sambo, Benarkah Rita Yuliana?

Sedangkan pemeriksaan terhadap tiga tersangka lainnya masing-masing KM, Bripka RR dan Bharada E, dilakukan di Bareskrim Polri.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Belum Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Bisa Kena Tilang, Ini Alasannya

      Dalam UU tersebut, Aan mengatakan, STNK harus dimintakan pengesahan setiap satu tahun sekali.

      Uni Eropa Kecam Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia

      Rusia dianggap Uni Eropa sebagai ancaman bagi keamanan global.

      Jadi Rujukan se-Indonesia, Ini Alasan Gus Baha Masih Ceramah Berbahasa Jawa

      Walaupun penggemar Gus Baha sudah menjangkau lintas suku dan daerah tapi ia masih sering menggunakan bahasa Jawa di setiap ceramahnya.

      Berulangkali Lakukan KDRT, Rizky Billar Sulit Lepas dari Jeratan Pidana

      Polisi juga meminta Lesti Kejora untuk melakukan visum untuk melengkapi laporannya.

      Gempa Bumi Tapanuli Utara Picu Kebakaran Pasar Sarulla

      Si jago merah melahap bangunan pasar Sarulla dengan kobaran yang besar.

      Puan Maharani Bacakan Ikrar di Hari Kesaktian Pancasila, Begini Isinya

      Ikrar Puan Maharani tersebut yang diamini semua peserta upacara Hari Kesaktian Pancasila.

      Kecam Lukas Enembe, Majelis Rakyat Papua: Tak Elok Judi Pakai Uang Korupsi

      Menurutnya, perjudian dengan menggunakan dana korupsi sangat tidak etis, karena di kampung-kampung di Papua masih banyak masyarakat yang miskin dan menderita.

      Perkuat Pengembangan Experiential Tourism dan Ecotourism Kalitaji Kulonprogo

      Keunikan landscape Lembah Kalitaji sangat potensial untuk pengembangan experiential tourism yang memberikan pengalaman bagi wisatawan.

      Kemenristekdikti Hadirkan 7 Program Kedaireka 2022

      Tujuh program Ekosistem Kedaireka yang diluncurkan meliputi Kedaireka Academy, RekaTalks, Match Making Innovation Forum, RekaPitch, CEO Mentorship, RekaPreneur, dan RekaPods.

      Jokowi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

      Presiden Joko Widodo alias Jokowi memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2022). 

      Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Hadapi Proses Hukum di KPK

      Aktivis Papua Charles Kossay meminta Gubernur Lukas Enembe berjiwa besar untuk menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukannya.

      Kunjungan ke Gili Ketapang Probolinggo Naik Drastis Seusai Pandemi Mereda

      Pulau kecil di Probolinggo Jatim yang menawarkan keindahan alam bawah laut lewat snorkeling tersebut selama pandemi pernah nol kunjungan selama empat bulan.

      Tapanuli Utara Diguncang Gempa M 6.0, 1 Warga Meninggal Dunia

      Selain menyebabkan 1 warga meninggal dunia, gempa bumi di Tapanuli Utara Sumatra Utara juga menyebabkan sembilan orang terluka.

      Puan Bakal Bacakan Ikrar di Upacara Hari Kesaktian Pancasila

      Sejumlah wakil rakyat menjadi petugas pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2022), termasuk Ketua DPR Puan Maharani yang ditugasi membacakan dan menandatangani ikrar. 

      Masa Berlaku Paspor RI Jadi 10 Tahun, Begini Syarat dan Cara Penerbitannya

      Imigrasi menyatakan untuk wakru penerapan paspor dengan masa berlaku 10 tahun masih dalam tahap persiapan.

      Ini 4 Negara yang Eksis Komunis

      Komunis adalah salah satu ideologi yang diterapkan di beberapa negara. Hingga kini, eksistensi negara komunis masih ada.