Sekolah di Karanganyar dengan Murid di Bawah 60 Orang Siap-Siap Regrouping

Dasar pelaksanaan regrouping di Karanganyar, yakni berkaitan dengan ketentuan penyaluran bantuan operasional sekolah (BOS).

 Ilustrasi sekolah (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi sekolah (freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar membentuk tim untuk menyisir sekolah dengan peserta didik kurang dari 60 orang.

Sekolah dengan kriteria jumlah siswa kurang dari 60 orang akan menjadi sasaran penggabungan sekolah atau regrouping. Sekretaris Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Nurini Retno Hartati, menyampaikan dasar pelaksanaan regrouping, yakni berkaitan dengan ketentuan penyaluran bantuan operasional sekolah (BOS).

“Ke depan, regrouping kaitannya dengan BOS. Secara aturan itu [sekolah yang memiliki] murid kurang dari 60 orang sudah tidak bisa mendapat BOS. Itu masalahnya,” kata Nurini saat dihubungi Solopos.com, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Dewan Pendidikan Karanganyar Desak Disdikbud Lekas Regrouping SD, Ini Alasannya

Solopos.com mengecek aturan yang dimaksud, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.6/2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Reguler. Nurini menyebut BOS menjadi satu-satunya anggaran yang dimiliki sekolah, terutama sekolah negeri. Anggaran tersebut untuk penyelenggaraan kegiatan di sekolah.

“Sekolah, terutama negeri tanpa BOS tidak bisa apa-apa. Tapi sebetulnya regrouping tidak melulu soal dana BOS. Ini juga berkaitan dengan mutu pendidikan. Maka harus segera dilakukan regrouping. Langkah awal Disdikbud membentuk tim regrouping,” jelas dia.

Tugas tim regrouping itu menyisir sekolah dengan kondisi peserta didik kurang dari 60 orang. Disdikbud menyampaikan sudah memulai tahapan dengan mengundang koordinator wilayah untuk SD, pengawas untuk sekolah jenjang atas.

Baca juga: Renovasi Gedung Sekolah Selama Pembelajaran Daring Perlu Tidak?

Solopos.com menanyakan apakah kebijakan tersebut akan berlaku secara ketat atau Disdikbud dapat mengambil kebijakan khusus.  Solopos.com juga menyinggung tentang sekolah di wilayah terpencil atau berada di perbatasan, kaitannya dengan akses peserta didik.

“Makanya kan disisir masalahnya apa kok murid bisa kurang dari 60 orang. Soal geografis, itu sulit. Atau bisa jadi program KB [Keluarga Berencana] di lingkungan sekitar sekolah itu sukses. Bibit murid enggak ada. Mungkin pengelolaan enggak pas, kualitas pengelolaan tenaga pendidik kurang,” ujar dia.

Target Pelaksanaaan Secepatnya

Tim regrouping, lanjut Nurini, akan melibatkan pihak lain, seperti dewan pendidikan, persatuan guru Republik Indonesia (PGRI), dan lain-lain. Ditanya target pelaksanaan regrouping, perempuan berkerudung itu menyampaikan secepatnya diselesaikan.

“Tapi terbentur PPKM [pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat]. Jadi sekolah enggak masuk. PPKM ini berdampak ke pendidikan,” katanya.

Kembali ke keputusan melaksanakan regrouping, Solopos.com menyinggung keuntungan dan dampak negatif pelaksanaan program itu. Nurini menyebut soal anggaran, penataan guru dan tenaga pendidik lebih efektif dan efisien pada dampak positif regrouping.

Baca juga: Amplop Bansos Bertuliskan Nama Istri Bupati Karanganyar Sempat Bikin PKL Bingung

“Agak hemat anggaran, dari segi guru juga efektif. Segi negatifnya terutama terkait peta geografis tadi. Kalau sekolah menjadi sulit dijangkau masyarakat setelah regrouping itu merugikan. Sudah jauh, di-regrouping menjadi tambah jauh,” jelas dia.

Menurut Nurini, pemerintah membuat pengecualian untuk sekolah yang berada di lokasi tertentu. Meskipun kondisi peserta didik kurang dari 60 orang, pemerintah mengambil kebijakan khusus.

“Ada satu catatan sesuai aturan BOS kalau peta geografis sekolah betul-betul sulit dijangkau. Walaupun murid kurang dari 60 orang tetap mendapatkan BOS. Makanya kami betul-betul menyisir mana yang layak di-regrouping atau tidak,” ungkap dia.

Daerah Pegunungan dan Terpencil

Hasil penyisiran disimpulkan dan dilaporkan kepada Bupati Karanganyar dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Dihubungi secara terpisah, Pejabat Humas Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar, Hartono, mengingatkan Disdikbud Karanganyar untuk memastikan peserta didik yang bersekolah di daerah pegunungan dan terpencil tidak terkendala mengakses fasilitas pendidikan gara-gara regrouping.

“Tim tadi membahas mana yang bisa dan tidak bisa di-regrouping. Yang harus diperhatian akses peserta didik ke sekolah dan pegawai. Jangan sampai menimbulkan gejolak. Regrouping ini tidak bisa ditunda karena efisiensi,” beber dia.

Baca juga: Inilah Karak Bolon, Karak Tanpa Boraks Nggak Bikin Serak Saat Dimakan

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Muhammad Rohani Gantikan Muh. Abdullah sebagai Anggota KPU Boyolali

Muh. Abdullah, yang dinilai telah melanggar kode etik setelah terlibat perkara kesusilaan.

Terowongan Gunung Pegat, Kokoh Berdiri Meski Berumur Hampir Seabad

Dari dalam terowongan disebut-sebut kerap mengeluarkan gas beracun serta pernah ada yang meninggal dunia

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.