Sebut Thermogun Tidak Efektif, Gibran Calon Wali Kota  Solo Usulkan Pakai Ini
Gibran Rakabuming Raka (tangkapan layar diskusi virtual Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyebut penggunaan thermogun sebagai alat pengukur suhu badan orang kurang efektif.

Gibran mengusulkan penggunaan alat lain yaitu thermal camera yang menurutnya lebih efektif. Namun ia mengakui harga thermal camera lebih mahal daripada thermogun.

Gibran menyampaikan pendapat tersebut saat menjadi pembicara pada diskusi virtual 'Outlook Ekonomi Solo Tahun 2021: Saatnya Bangkit!' yang digelar Solopos, Senin (18/1/2021) siang.

3 Pegawai Positif Corona, Kantor BPPKAD Solo Lockdown

Selain Calon Wali Kota Solo Gibran, ada narasumber lain yaitu Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Nugroho Joko Prastowo, Pengamat Ekonomi FEB UNS Mulyanto, dan Ketua Apindo Solo Iwan Kurniawan Lukminto.

Diskusi disiarkan secara langsung lewat kanal Youtube Solopos TV, Facebook Solopos.com, Instagram @koransolopos dan radio Solopos FM. “Saya pernah sampaikan yang namanya thermogun itu tidak efektif. Sudah sering saya bilang itu. Saya sedang carikan solusi lain,” ujar Gibran.

Setelah resmi menjabat Wali Kota Solo pada Februari 2021 nanti, pengusaha kuliner itu berkomitmen mengembangkan MICE. Selama beberapa bulan terakhir ia beberapa kali berdiskusi dengan PHRI dan Asita terkait program pengembangan Solo sebagai kota MICE.

Sudah Dilonggarkan, Pengusaha Kuliner Sukoharjo Masih Nekat Langgar SE PPKM

Convention Hall

Potensi MICE Kota Solo ia akui sangat potensial. Sebab jumlah kamar hotel berbagai kelas Kota Bengawan mencapai 6.500 kamar. Belum lagi kamar hotel kabupaten sekitar Solo yang kapasitasnya bisa mencapai 8.000 tamu.

“Kamar hotel wilayah lain di Soloraya seperti Lorin Hotel, Hotel Alana, dan lain-lain, kapasitasnya sampai 8.000 kamar,” terang Gibran yang sebentar lagi ditetapkan sebagai calon wali kota Solo terpilih.

Untuk mendukung pengembangan Solo Kota MICE, ayah dua orang anak itu menekankan perlunya convention hall dengan kapasitas hingga 10.000 orang.

Instalasi Listrik dan Air Siap, RS Lapangan Vastenburg Solo Buka Awal Februari

Keberadaan convention hall besar di Soloraya ia harapkan bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan-pertemuan skala nasional maupun internasional.

“Soloraya ini sangat potensial berkembang menjadi kota MICE. Selain karena ketersediaan kamar hotel, juga karena aksesibilitas yang tinggi. Untuk Terminal Tirtonadi ini akan ada perbaikan lagi di lantai II. Ada convention hall dan sport center. Saya juga akan mengembangkan sport tourism dan wellnes tourism yang saat ini sangat potensial,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom