Sudah Dilonggarkan, Pengusaha Kuliner Sukoharjo Masih Nekat Langgar SE PPKM
Petugas Satpol PP Sukoharjo menempel lakban pembatas antarpengunjung di depan kasir di Mitra Swalayan, Sukoharjo, Selasa (19/1/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sejumlah pengusaha kuliner wilayah Kecamatan Sukoharjo masih melanggar kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM meski sudah ada pelonggaran jam buka.

Mereka kedapatan nekat melayani pembeli makan di tempat setelah pukul 19.00 WIB. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukoharjo, Havid Danang Purnomo, mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan saat memantau penerapan protokol kesehatan di taman kota dan swalayan, Selasa (19/1/2020).

Pemantauan penerapan protokol kesehatan itu dilaksanakan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kecamatan Sukoharjo di Taman Pakujoyo, Laris Swalayan, dan Mitra Swalayan.

Instalasi Listrik dan Air Siap, RS Lapangan Vastenburg Solo Buka Awal Februari

“Masih ada pengusaha kuliner yang masih melayani pembeli makan di tempat pada pukul 20.00 WIB atau 21.00 WIB. Padahal, mereka sudah diberi kelonggaran sesuai revisi surat edaran [SE] Bupati Sukoharjo,” kata Havid, Selasa.

Tim satgas lantas memberi peringatan keras kepada para pengusaha kuliner yang melanggar aturan PPKM Sukoharjo. Mereka diminta untuk mencegah kerumunan di restoran dan warung makan guna menghambat laju persebaran Covid-19.

Apabila mereka masih membandel dengan mengulangi hal serupa, penegakan protokol kesehatan diserahkan Satpol PP Sukoharjo.

Jadwal Penetapan Cabup-Cawabup Terpilih Sukoharjo Belum Jelas, Ini Penyebabnya

“Layanan makan di tempat maksimal pukul 19.00 WIB kemudian bisa dilanjutkan dengan sistem take away atau bungkus hingga pukul 21.00 WIB. Ada kelonggaran jam operasional yang diberikan kepada pengusaha kuliner malam,” ujarnya.

Perketat Physical Distancing

Dalam kesempatan itu, tim satgas memantau penerapan protokol kesehatan di swalayan dan toko modern. Para karyawan dan pengunjung wajib memakai masker. Setiap pengunjung wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum masuk ke swalayan.

Petugas keamanan bakal mengukur suhu tubuh setiap pengunjung. Havid meminta agar pengelola swalayan memperketat physical distancing atau jaga jarak saat pengunjung mengantre untuk membayar di kasir.

Kasus Covid-19 di Klaten Tambah 33 Orang, Tiga Meninggal Dunia

Anggota satpam bakal disiagakan di sekitar kasir untuk memantau jarak antarpengunjung. “Secara umum, penerapan protokol kesehatan swalayan dan toko modern sudah dijalankan karyawan maupun pengunjung. Hanya penerapan physical distancing yang perlu diperketat,” ujarnya.

Petugas membatasi jarak antarpengunjung dengan menempel lakban di lantai depan kasir. Setiap pengunjung yang mengantre harus berjarak 1,5 meter sehingga tak terjadi kerumunan.

Pada sisi lain, seorang pengunjung swalayan asal Kelurahan Begajah, Kecamatan Sukoharjo, Maya, mengatakan selalu memakai masker saat beraktivitas luar rumah. Begitu pula saat berbelanja kebutuhan pokok di swalayan. Apalagi, tren kasus Covid-19 Sukoharjo terus meningkat setiap hari.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom