Sampah Kayu di Kali Buntung Sukoharjo Bersih Usai Dikeruk Alat Berat

Proses pengerukan sampah kayu di Jembatan Cendini selama sekitar tiga jam dan akhirnya aliran air Kali Buntung kembali lancar.

R Bony Eko Wicaksono - Solopos.com
Selasa, 18 Januari 2022 - 20:26 WIB

SOLOPOS.COM - Alat berat dioperasikan untuk mengeruk sampah kayu yang menumpuk di sekitar Jembatan Cendini, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Selasa (18/1/2022). (Istimewa/dok. Bagas Windaryatno)

Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Sukoharjo mengerahkan satu alat berat untuk mengeruk tumpukan sampah kayu di tiang penyangga Jembatan Cendini di Kecamatan Bulu yang menghambat aliran air Kali Buntung. Dalam waktu kurang dari tiga jam, aliran air sungai kembali mengalir lancar.

Kepala DPP Sukoharjo, Bagas Windaryatno, langsung turun lapangan memantau pengerukan sampah kayu di Kali Buntung menggunakan alat berat di sekitar Jembatan Cendiri. Sebelumnya, Bagas telah berkoordinasi dengan unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Bulu dan gabungan kelompok tani (gapoktan) yang sawahnya terdampak luapan air Kali Buntung pada Senin (17/1/2022).

“Alat berat itu milik DPP Sukoharjo. Sampah kayu di tiang penyangga jembatan cukup banyak sehingga harus menggunakan alat berat,” kata dia, kepada Solopos.com, Selasa (18/1/2022).

Baca juga: Duh, 86 Ha Sawah di Bulu Sukoharjo Terendam Banjir Luapan Kali Buntung

Bagas menyebut genangan air yang merendam lahan pertanian berangsur-angsur surut. Puluhan hektare lahan pertanian di Desa Ngasinan, Lengking, dan Puron, Kecamatan Bulu terendam banjir akibat meluapnya air sungai. Air sungai tak bisa mengalir karena tersumbat tumpukan kayu di sekitar jembatan.

Proses pengerukan sampah kayu di Jembatan Cendini selama sekitar tiga jam. “Sekarang aliran air sungai sudah lancar karena tak ada lagi sampah kayu. Alhamdulillah, pengerukan sampah kayu di jembatan hanya sekitar tiga jam,” ujar dia.

Mencari Solusi Permanen

Mantan Camat Grogol itu menyampaikan bakal berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk mencari solusi permanen permasalahan sampah di Jembatan Cendini. Dia menyebut konstruksi tinggi jembatan cenderung sejajar dengan jalan sehingga air sungai mudah meluap apabila aliran sungai tersumbat sampah.

Baca juga: Pedagang Keluhkan Pasar Bekonang Sukoharjo Sepi Usai Dibangun 2 Lantai

Diberitakan sebelumnya, lahan pertanian seluas 86 hektare di tiga desa di wilayah Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, terancam gagal panen akibat terendam luapan air Kali Buntung. Banjir yang merendam areal persawahan disebabkan tumpukan sampah di tiang penyangga Jembatan Cendini yang menghambat aliran air sungai.

Hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan ketinggian air Kali Buntung bertambah signifikan pada Minggu (16/1/2022) malam. Tumpukan sampah rumah tangga dan kayu menyumbat aliran sungai di Jembatan Cendini. Akibatnya, air sungai meluap dan merendam lahan pertanian di Desa Ngasinan, Lengking, dan Puron.

“Lahan pertanian yang terendam banjir sekitar 86 hektare. Air sungai meluap lantaran tumpukan sampah di tiang penyangga jembatan,” kata Camat Bulu, Widyanto Setya Wibowo, Senin.

Baca juga: SMP di Sukoharjo Gelar PTM 100 Persen, Harus Patuhi Ketentuan Ini

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif