Pemain Persis Solo menjalani sesi latihan di Stadion Sriwedari, Solo, Selasa (13/3/2018). (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO — Stadion Manahan telah ditetapkan menjadi satu dari enam stadion yang bakal menjadi venue Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia. Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo harus menyiapkan lima lapangan latihan sebagai pendukung gelaran akbar tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Joni Hari Sumantri, mengatakan, lima lapangan pendukung itu yakni Stadion Sriwedari, Lapangan Kotabarat, Lapangan Banyuanyar, Lapangan Karangasem, dan Lapangan Sriwaru.

Sederet Artis Muda Beradu Akting di Film KKN di Desa Penari

Hitungan kasar kebutuhan dana guna merombak lima lapangan itu sekitar Rp30 miliar. Per lapangan sekurangnya membutuhkan anggaran senilai Rp5 miliar - Rp5,5 miliar. “Kami sudah menyampaikan ke pemerintah pusat soal lapangan pendukung yang belum bisa memenuhi sesuai FIFA [Federasi Sepak Bola Internasional] dan PSSI [Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia]," kata Joni.

"Terapinya harus dilakukan perbaikan dan renovasi, tapi Pemkot tak bisa menganggarkan, jadi minta bantuan pusat,” imbuhnya saat ditemui wartawan di Rumah Dinas Loji Gandrung, Jumat (24/1/2020).

Joni mengatakan sekitar 10 hari lalu, PSSI dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau Stadion Manahan dan sejumlah lapangan pendukung. Ia meyakini kunjungan tersebut menghasilkan skema perbaikan atau renovasi yang dibutuhkan.

“Hitungan kami yang Rp5 miliaran itu bukan berdasarkan DED [detail engineering design] yang sudah jadi. Kami hanya mengukur luasan dan bahannya, bisa jadi lapangan satu dengan yang lain tidak persis sama [kebutuhan anggaran]," jelas Joni.

"Rencananya, penanganan kontruksi oleh pemerintah pusat, sedangkan kami hanya bisa mendukung kebutuhan Analisis dampak lingkungan (Amdal) lalin dan sebagainya, enggak bisa total, karena [dana] terbatas,” lanjutnya.

Jual Beli Rumah Bersubsidi Pakai Aplikasi SiKasep dan SiKumbang

Ditemui di lokasi yang sama, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyebut perhitungan kasar kebutuhan anggaran renovasi tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat.

“Penataan kawasan stadion, seperti lansekapnya sudah ditanggung Kementerian PUPR. Rencananya tahun ini ditata. Tinggal menghitung lapangan latihan dan kemampuan APBD untuk mendukung rencana seluruhnya. Kalau bisa kebutuhan seluruh venue dan lapangan pendukung ditanggung pusat dan kami tinggal melaksanakan,” tandas Rudy.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten