Jual Beli Rumah Bersubsidi Pakai Aplikasi SiKasep dan SiKumbang
Ilustrasi rumah bersubsidi. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, SOLO-- Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Soloraya menggelar sosialisasi dan pelatihan sistem terbaru untuk pengadaan rumah bersubsidi.

Untuk diketahui, dalam rangka penyaluran kebutuhan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) menciptakan aplikasi Sistem informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep).

PPDPP juga menciptakan aplikasi SiKumbang, yaitu SiKasep yang diperuntukkan khusus untuk pengembang. Aplikasi itu efektif diterapkan di 2020.

Untuk menyikapi hal baru tersebut, Apersi Soloraya kemudian menggelar acara pelatihan yang melibatkan para developer dan pengusaha properti di Soloraya. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Serba Guna Bank BTN Solo, Kamis (23/1/2020).

Koordinator Wilayah Apersi Soloraya, Adam Budi Santoso, mengatakan mulai tahun ini para pengembang yang ingin menjual rumah bersubsidi harus masuk ke aplikasi SiKumbang. Sedangkan masyarakat yang ingin membeli rumah bersubsidi juga harus mengakses aplikasi SiKasep.

"Untuk itu kami pun harus mempersiapkan diri salah satunya dengan mempelajari tentang aplikasi tersebut. Ini sebagai tindak lanjut dari sosialisasi yang sudah dilakukan di Jakarta belum lama ini. Kami sosialisasikan kepada seluruh anggota agar proyeknya bisa segera berjalan," kata dia kepada wartawan di Kantor BTN Solo, Kamis.

Dia mengatakan melalui aplikasi tersebut diharapkan bisa lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkan rumah bersubsidi.

"Aplikasi ini lebih kepada pendataan pengembang, serta memberi kemudahan masyarakat. Pengembang yang mau memasarkan rumah subsidi FLPP [fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan] wajib masuk di aplikasi SiKumbang. Untuk konsumen yang mau membeli rumah bersubsidi, harus masuk SiKasep," kata dia.

Wakil Sekjen Apersi Pusat, Soni Marsono, mengatakan ke depan Apersi akan menjalankan kebijakan pemerintah pusat.

"Untuk itu teman-teman di daerah perlu segera mengetahui informasi yang lengkap. Itulah perlunya sosialisasi ini," kata dia.

Menurutnya penggunaan aplikasi tersebut juga bisa untuk menyesuaikan kebutuhan rumah dengan upaya untuk menyediakan rumah bersubsidi yang dilakukan pengembang. Artinya pemerintah dalam menyiapkan anggaran subsidi bisa langsung mengetahui dari aplikasi mengenai permintaan dari masyarakat, bukan hanya informasi dari pengembang.

Virus Corona Merebak, Bandara Solo Awasi Ketat Penerbangan Dari Tiongkok

Sementara itu Kepala cabang BTN Solo, Deddy Armanto, mengatakan ada beberapa perubahan untuk akad KPR subsidi. Menurutnya hal itu dilakukan pemerintah agar anggaran subsidi yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Negara berpendapat perlu mekanisme baru untuk mengukur permintaan [rumah bersubsidi] tidak hanya mendengar dari asosiasi pengembang. Akhirnya muncul konsep SiKumbang dan SiKasep tersebut," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho