Razia Masker di Wonogiri Dinilai Efektif, Satpol PP Bakal Lebih Gencar
Satuan Polisi Pamong Praja dan tim gabungan melakukan razia masker di Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri, Jumat (18/9/2020). (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Operasi atau razia masker yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Wonogiri dan tim gabungan di tempat publik dinilai efektif.

Pasalnya, setelah operasi kali kedua dilakukan di tempat yang sama, warga yang melanggar atau tidak memakai masker menurun. Tidak sebanyak operasi kali pertama digelar.

Sistem operasi masker di Wonogiri yakni dilakukan di tempat yang menimbulkan kerumunan. Tidak hanya di kawasan perkotaan, di kawasan daerah yang berpotensi memunculkan kerumunan juga dilakukan razia. Lalu, tempat yang potensi kerumunannya tinggi, seperti wilayah perkotaan, dilakukan beberapa kali razia.

Waduh, 97 Desa di Grobogan Dilanda Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Operasi masker di Wonogiri dimulai sejak 1 September 2020. Hingga saat ini, Jumat (18/8/2020), masih tetap berjalan. Razia masker dilaksanakan hampir di 25 kecamatan yang ada di Wonogiri. Hasilnya ratusan orang terjaring dalam razia tersebut.

Dari 1-17 September, jumlah warga yang terjaring razia sebanyak 534 orang. Kawasan yang banyak dilakukan razia yakni kawasan perkotaan, sudah kali keempat. Selanjutnya Ngadirojo dan Pracimantoro, sudah kali kedua digelar. Wilayah atau kecamatan lain, baru kali kesatu.

Adapun wilayah yang warganya banyak melanggar atau tidak memakai masker yakni Kecamatan Slogohimo. Ada 90 orang yang terjarung razia masker di sana. Warga yang melanggar diberi sanksi teguran lisan, membuat surat pernyataan tertulis, menyanyikan lagu kebangsaan dan melafalkan pancasila.

Penurunan Pelanggar

Kapala Satpol PP Wonogiri, Waluyo, mengatakan, kegiatan razia masker di tempat publik cukup efektif. Terbukti setelah kali kedua digelar razia di tempat yang sama terjadi penurunan pelanggar. Misalnya di Kecamatan Ngadirojo, saat razia pertama ditemukan 39 pelanggar. Kemudian pada razia kedua hanya ditemukan 17 pelanggar.

"Berarti operasi yang kami jalankan ini memberi dampak kepada masyarakat. Mungkin setelah mendengar ada operasi masker, saat keluar rumah warga lantas memakai masker," kata dia kepada Solopos.com di area Sekretariat Daerah Wonogiri, Jumat (18/9/2020).

KPU Wonogiri Imbau Tim Pemenangan Paslon Bentuk Satgas Covid-19

Ia menilai, warga yang tidak memakai masker bukan berarti mereka tidak percaya dengan adanya Covid-19. Namun murni karena kelalaian. Ada alasan yang lupa membawa atau ketinggalan di rumah.

"Razia kami pilih kecamatan yang sering terjadi kerumunan atau keramaian. Kan ada wilayah kecamatan di Wonogiri yang potensi keramaiannya tidak cukup tinggi. Yang melakukam upaya sosialisasi Forkompincam setempat," kata Waluyo.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom