Sukarelawan membersihkan puing-puing rumah roboh di Desa Tlogotirto, Sumberlawang, Sragen, Kamis (14/11/2019) sore. (Istimewa-BPBD Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Kamis (14/11/2019) sore.

Dalam kejadian itu, rumah milik mantan Kepala Desa (Kades) Tlogotirto, Riyono, di Dukuh Tegalrejo, RT 23, ambruk setelah diterjang angin.

Informasi yang dihimpun solopos.com, tidak ada korban jiwa karena rumah dalam kondisi tak berpenghuni. Rumah berbentuk limasan berukuran 9x13 meter itu hanya digunakan untuk menyimpan kursi-kursi yang biasa dipakai untuk hajatan warga setempat.

Struktur rumah yang sebagian besar berbahan dasar kayu itu ambruk hingga rata dengan tanah. Puing-puing bangunan rumah yang meliputi genting, blandar, reng, usuk, kuda-kuda atap, tiang, dan lain-lain berserakan di lokasi.

Sukarelawan dari Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Sragen, Polsek Sumberlawang, Koramil 017/Sumberlawang, SAR Himalawu, Santana, PLN Sumberlawang dan warga sekitar bahu membahu membersihkan puing-puing bangunan pada Kamis petang.

“Akibat terjangan angin itu, satu rumah rusak berat dengan kerugian sekitar Rp35 juta. Listrik di sekitar lokasi juga padam,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono, kepada solopos.com, Jumat (15/11/2019).

Sementara itu, Riyono, tidak berada di lokasi saat angin puting beliung itu menerjang Desa Tlogotirto. Dia masih berada di Bandara Adi Soemarmo untuk menjemput bapaknya pulang dari umrah.

“Sampai rumah sudah Magrib dan baru tahu ada angin puting beliung. Ambruknya rumah itu bergeser sekitar lima meter, tepatnya di dekat jalan. Sepertinya rumah itu sempat terangkat oleh angin lalu terempas ambruk,” ujar Riyono.

Angin puting beliung juga menerbangkan genting di rumah-rumah warga dan menumbangkan pohon. Satu pohon jati di pinggir jalan tumbang dan menimpa truk yang tengah mengangkut jerami hingga terguling setelah tertimpa pohon jati.

Sopir truk itu selamat dari musibah itu.

“Akar pohon jati itu yang tumbang juga bergeser sekitar satu meter. Jadi, pohon jati itu seolah terangkat lalu dijatuhkan tepat di atas truk yang tengah berjalan,” papar Riyono.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten