Punya Penyakit Autoimun? Ini Daftar Makanan yang Wajib Dikonsumsi & Dihindari
Ilustrasi capcay sayur. (Liputan6.com)

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pesohor mengaku menderita penyakit autoimun. Penyakit ini berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuh sendiri.

Normalnya, sistem kekebalan tubuh menjaga tubuh dari serangan organisme asing, seperti bakteri atau virus. Namun, seseorang yang menderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuhnya melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing.

Beberapa penyakit autoimun pada umumnya yaitu, nyeri sendi, psoriasis, lupus, dan kelenjar tiroid. Gejala umumnya yaitu kelelahan, pembengkakan kelenjar tiroid, atau masalah kulit.

Penyakit autoimun dapat disebabkan oleh faktor genetik, infeksi, dan lingkungan. Faktor lingkungan termasuk diet, toksin, dan jumlah bakteri dalam sistem pencernaan. Dirangkum dari Food Revolution, beberapa waktu lalu, penyakit autoimun tidak dapat dicegah.

Banyak Orang Malas Antre, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Namun, orang yang terkena penyakit autoimun harus menjaga apa yang mereka konsumsi. Sebab, pemilihan makanan berperan penting untuk kesembuhan tubuh.

Menurut penelitian Role of “Western Diet” in Inflammatory Autoimmune Diseases, penyakit autoimun mungkin dipengaruhi oleh pemilihan makanan. Beberapa jenis makanan termasuk dalam antiinflamasi.

Antiinflamasi mendukung tubuh dalam menjaga respons imun. Berikut makanan yang harus dimakan untuk mengurangi penyakit autoimun.

Sayuran Hijau

Dirangkum dari Harvard Health Publishing, sayuran hijau memiliki nutrisi yang tinggi. Contohnya daun kale, bayam, kol hijau, dan brokoli. Sayuran tersebut mengandung antioksidan dan polifenol yang baik bagi tubuh.

Jamur

Jamur memiliki kandungan antiinflamasi. Dalam penelitian Antiinflammatory and Immunomodulating Properties of Fungal Metabolites, disebutkan metabolisme jamur dapat menstimulasi komponen tertentu dalam sistem imun.

Pikiran Nunung Srimulat Dirusak Narkoba, Ini Efek Sabu bila Dikonsumsi Tiap Hari

Imunomodulator pada jamur dapat menjadi bagian penting dalam mengobati dan mencegah penyakit. Penyakit itu dapat disebabkan kondisi kekebalan tubuh atau gangguan imun yang lain.

Bawang

Bawang putih maupun bawang merah mengandung antioksidan. Antioksidan berfungsi untuk mencegah penyebab peradangan akibat alergi. Selain itu, protaglandin dan histamin berfungsi mengobati penyakit degeneratif sendi dan peradangan sendi.

Dalam penelitian Antioxidant, anti?inflammatory, and antimicrobial properties of garlic and onion, manfaat lain dari bawang yaitu antiinflamasi dan antibakteri. Organosulfur pada bawang menghambat peradangan dan pertumbuhan bakteri.

Squash

Squash memiliki kandungan antiinflamasi yang baik. Sayur tersebut mengandung asam lemak seperti omega 3. Beberapa jenis antioksidan seperti zeaksantin, lutein, dan betakaroten terkandung dalam squash. Squash yang biasa ditemui yaitu, labu, zukini, dan labu kuning.

Turnip dan Rutabaga

Turnip
Turnip (Freepik)

Turnip adalah tanaman sejenis lobak. Turnip mengandung antioksidan seperti, glukosinolat dan karoten. Tanaman ini pun memiliki vitamin C, potasium, zink, besi, dan banyak kandungan lain.

Dilansir Medical News Today, dalam 55 gram turnip hijau liar terdapat 18 kalori, 0,82 gram protein, 0,17 gram lemak, 3,92 gram karbohidrat, 1,8 gram serat, dan 0,45 gram gula.

Laki-Laki Lebih Rentan, Bahaya Selfie 5 Kali Lipat Serangan Hiu

Mineral yang terkandung dalam 55 gram turnip yaitu 104 miligram kalsium, 0,61 miligram besi, 17 miligram magnesium, 23 miligram fosfor, 163 miligram potasium, dan 0,1 miligram zink.

Dalam 55 gram turnip hijau liar juga terdapat 22 miligram sodium. Maka dari itu, tidak disarankan untuk menambah garam ketika memasak sayuran ini.

Rempah-Rempah

Beberapa jenis rempah-rempah mengandung manfaat berupa antiinflamasi dan meningkatkan respons imun. Rempah-rempah tersebut termasuk jahe, cabai pedas merah, bawang, kayu manis, dan kunyit.

Menurut penelitian Curcumin and Autoimmune Disease, kurkumin yang terkandung dalam kunyit membantu penyembuhan penyakit. Penyakit tersebut adalah sklerosis, radang sendi, psoriasis, dan inflammatory bowel disease (IBD).

Berdasarkan jurnal Alternative Medicine Review, suplemen kurkumin dapat mengurangi sekitar 60% nyeri dan 73% sendi kaku.

Berdasarkan penelitian Anti-Oxidative and Anti-Inflammatory Effects of Ginger in Health and Physical Activity: Review of Current Evidence, kandungan gingerol dan sogarol pada jahe dapat menghambat peradangan. Komponen pada jahe juga dapat mencegah reaksi alergi.

Ketika ada makanan yang disarankan, ada pula makanan yang harus dihindari seseorang yang terkena penyakit autoimun. Setidaknya ada tiga jenis makanan yang harus menjadi perhatian penderita autoimun.

Gluten

penyakit autoimun
Gluten haris dihindari penderita autoimun (Freepik)

Dikutip dari Wikipedia, gluten adalah campuran amorf dan protein yang terkandung dalam beberapa serealia terutama gandum. Bagi penderita autoimun, gluten mungkin menyebabkan hal serius.

Walah! Pesepeda di Wonogiri Sering Terobos Lampu Merah, Yakin Tak Kena Tilang

Penderita autoimun harus menghindari gluten dalam tiga bulan hingga enam bulan. Menurut penelitian Prevalence of a Gluten Free Diet and Improvement of Clinical Symptoms in Patients with Inflammatory Bowel Diseases, gluten dapat memperburuk kondisi sklerosis, asma, dan radang sendi.

Gula

Penderita penyakit autoimun rentan terkena efek buruk dari gula. Menurut penelitian Role of sugars in human neutrophilic phagocytosis, beberapa jenis gula seperti, glukosa, fruktosa, dan sukrosa dapat merusak fungsi sistem imun. Akan lebih baik untuk meminimalisasi konsumsi gula.

Makanan Hewani

Protein hewani seperti pada daging, susu, dan telur dapat menyebabkan inflamasi. Penderita penyakit autoimun akan memiliki kondisi yang lebih buruk akibat protein hewani.

Menurut studi Journal of American Dietic Association, pasien autoimun yang menjalankan diet vegan untuk tiga setengah bulan menunjukkan hasil yang positif. Hasilnya, nyeri, sendi bengkak, dan kaku pada tubuh berkurang.

Kisah Nyi Trini dan Nyai Sauban Jadi Asale Desa Tuban Karanganyar

Itulah gambaran mengenai makanan yang disarankan dikonsumsi dan dihindari seseorang yang mengalami penyakit autoimun. Tentu selain makanan juga penting melakukan pengobatan penyakit autoimun.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom