Tutup Iklan
Walah! Pesepeda di Wonogiri Sering Terobos Lampu Merah, Yakin Tak Kena Tilang
Pesepeda di Wonogiri melaju saat melintas di traffic light di Wonogiri, Minggu (26/7/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI – Sejumlah pesepda yang melintas di jalan raya Wonogiri kerap menerobos lampu lalu lintas. Hal ini pun membuat pengguna jalan waswas.

Setelah mewawancarai beberapa pesepeda setidaknya ada tiga alasan yang membuat mereka tenang-tenang saja meski melanggar lampu merah.

Ada pesepeda yang menganggap dirinya tidak terikat aturan lalu lintas. Sebab, bagi dia aturan hanya mengikat pengguna sepeda motor, mobil, atau kendaraan bermotor lainnya. Atas pemahaman itu pesepeda beranggapan jika melanggar pun tidak akan dikenai tilang seperti yang diberikan kepada pengendara kendaraan bermotor.

Peluang Putri Woelan Cucu PB XII Jadi Cawali Solo Penantang Gibran di Pilkada 2020

Berat di Angkatan Pertama

Salah seorang pesepeda yang tinggal di Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Lukman, menyampaikan alasan lain. Dia melanggar lampu merah karena jika berhenti merasa akan berat saat angkatan pertama melaju.

“Bersepeda itu enaknya konstan melajunya, jadi mengayuhnya enggak berat. Kalau berhenti di tengah perjalanan, angkatan pertama pasti berat saat mengayuh. Jadi lebih cepat capai,” kata pemuda itu.

Dia mengaku menerobos lampu merah tak sembarangan. Dia mengurangi kecepatan saat di persimpangan untuk memastikan dirinya aman ketika kendaraan bermotor lain melintas.

Salut! Siswa Indonesia Raih 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional

Pelanggaran Lalu lintas

Berdaasarkan pantauan Solopos.com di sejumlah traffic light di Wonogiri, Mingggu (26/7/2020), mayoritas pesepeda melanggar aturan. Mereka tetap melaju meski lampu lalu lintas menyala merah.

Pantauan saat dua kali traffic light di pertigaan depan Kantor Kecamatan Selogiri, Wonogiri misalnya, seluruh rombongan pesepeda yang melintas dari arah Sukoharjo tidak ada yang berhenti. Kondisi itu membuat salah satu pengendara sepeda motor geleng-geleng kepala.

Pantauan di traffic light perempatan Krisak dekat Terminal Giri Adipura, Krisak, Singodutan, Selogiri, Wonogiri menunjukkan fakta yang sama.

Sebelum ke Demak, Ustaz Sempon Wonogiri Terima Banyak Tamu di Pondok

Bahkan, saat di lajur kiri jalur arah Sukoharjo ada truk berhenti karena lampu menyala merah, adaperempuan yang justru menuntun sepedanya agar tetap bisa melintas di sebelah kiri truk.

Setelah bisa melewati truk pesepeda itu menunggangi sepedanya lagi dan melanjutkan perjalanan. Ironisnya, tindakan itu diikuti seorang anak yang bersepeda bersamanya.

Saat mengamati di traffic light perempatan Wonokarto atau dekat RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Solopos.com mendapat kondisi berbeda.

Pengacara Otto Hasibuan Jadi Kuasa Hukum Djoko Tjandra

Ada satu rombongan pesepeda berseragam komunitas tertentu dari arah Selogiri, Wonogiri, yang berhenti saat lampu menyala merah. Selebihnya, para pesepeda lain menerobos lampu merah.

Bahkan, ada pesepeda yang melaju di lajur lawan agar bisa menghindari sepeda motor dan mobil yang berhenti ketika lampu merah menyala. Kondisi yang sama terjadi di traffic light Kerdukepik.

Dalam satu rombongan, mayoritas pesepeda menerobos lampu merah di Wonogiri meski pengguna jalan lainnya berhenti. Hanya dua pesepeda dari rombongan tersebut yang berhenti.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho