Tutup Iklan
Pikiran Nunung Srimulat Dirusak Narkoba, Ini Efek Sabu bila Dikonsumsi Tiap Hari
Komedian Tri Retno Prayudati atau Nunung (kiri) dan suaminya July Jan Sambiran (kanan) tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani sidang perdana di Jakarta, Rabu (2/10/2019)

Solopos.com, SOLO — Nunung Srimulat buka-bukaan mengenai kehidupan rumah tangganya termasuk ketika dulu ia masih mengonsumsi sabu-sabu. Efek sabu itu pun disebut Nunung telah merusak pikirannya.

Di channel Youtube Deddy Corbuzier, Rabu (29/7/2020), Nunung menjelaskan keputusan talak diucapkan suaminya Iyan Sambiran saat mereka masih mengonsumsi narkoba. Sehingga membuat pikiran kalut dan berujung pada pertengkaran.

“Karena pikiran dua-duanya sudah dirusak sama narkoba, kami saling curiga. Kata cerai itu hampir setiap hari aku ucapkan sama Iyan,” imbuh Nunung.

Harga Emas Naik Lagi, Akankah Cetak Rekor Baru Lagi?

Saat terjerat narkoba pada Juli 2019, polisi sempat menyebut Nunung Srimulat mengonsumsi sabu-sabu setiap hari.

Sebagaimana dikutip dari Yayasan untuk Dunia Bebas Narkoba, beberapa waktu lalu, sabu yang memiliki kandungan metamfetamin biasanya menghasilkan perasaan nyaman dan energi semu.

Efek sabu yang terasa adalah pemakai akan cenderung memaksakan dirinya untuk melakukan sesuatu dengan lebih cepat dan lebih jauh dari yang seharusnya.

”Jadi para pemakai dapat merasakan crash yang parah atau kehancuran secara fisik dan mental setelah efek obat memudar,” sebut yayasan itu.

Penggunaan narkoba ini dalam waktu lama mengurangi rasa lapar alami. Efek sabu bagi pengguna juga bisa berupa penurunan berat badan yang luar biasa.

Kabar Gembira! 15.000 Warga Miskin di Jateng Dapat Sambungan Listrik Gratis

Efek sabu lainnya seperti pola tidur yang kacau, hiperaktif, rasa mual, delusi kekuasaan, lebih agresif, dan sifat lekas marah.

Efek-efek lain yang mengkhawatirkan insomnia, kebingungan, halusinasi, kecemasan, paranoid, dan lebih agresif. Dalam beberapa kasus, pengguna mengalami konvulsi yang dapat berakibat kematian.

Efek sabu lebih berbahaya bila digunakan dalam jangka panjang. Penggunaan sabu menyebabkan kerusakan yang permanen.

”Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, kerusakan pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan stroke atau detak jantung yang tidak teratur yang berakibat kerusakan kardiovaskular atau kematian, dan kerusakan pada liver, ginjal dan paru-paru.”

Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo: Tempat Berlibur dan Kungkum Sang Raja Kini Merana

Para pengguna bisa mengalami kerusakan otak, termasuk melemahnya daya ingat dan meningkatnya ketidakmampuan untuk memahami pemikiran abstrak. Yang sembuh biasanya mengalami ingatan kosong dan ayunan suasana hati yang berlebihan.

Suhu Tubuh Naik

Dilansir dari WebMD, narkotika yang juga dikenal dengan sebutan crystal meth ini dapat membuat suhu tubuh pengguna naik begitu tinggi.

”Pengguna sabu juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena HIV / AIDS. Obat dapat memengaruhi penilaian dan mengurangi pengendalian diri. Seseorang yang berada di bawah pengaruh obat ini lebih mungkin terlibat dalam perilaku berisiko, seperti seks yang tidak aman,” sebagaimana dikutip dari laman Bisnis.com.

Tanda-tanda atau ciri orang menggunakan sabu, antara lain tidak peduli dengan penampilan diri, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan, pupil mata melebar dan gerakan mata cepat, tingkah laku berlebihan dan berbicara terus menerus.

Sungguh Berat! Pemotongan Sapi Kurban Presiden Jokowi di Solo Butuh 18 Orang

Efek sabu bagi pengguna juga memiliki perubahan suasana hati yang tinggi sehingga ketika marah bisa meledak-ledak. Pola tidurnya juga aneh, bisa begadang selama berhari-hari atau bahkan berpekan-pekan.

BNN di laman bnn.go.id menyebutkan ada beberapa gejala orang yang sakau sabu. Tanda yang bisa dilihat seperti nafsu makan meningkat, mudah marah, tidur lama, halusinasi, pernapasan tidak teratur, bicara gagap, hingga kulit pucat.

Bila ada orang yang sakau sabu, BNN menyampaikan beberapa langkah seperti menyiapkan air panas dalam botol dan meletakkan di ruang yang tenang.

Batu Misterius Watu Sigong Klaten Mau Dijadikan Destinasi Wisata, Ini Gambarannya

Fungsi dari air panas ini untuk menghilangkan sakit perut pada pengguna. Caranya botol berisi air panas itu bisa diletakkan pada bagian perut pengguna sehingga kondisi orang ini akan merasa lebih baik.

”Sebaiknya kita tidak langsung memberikan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit. Sebaiknya kita menunggu instruksi dari dokter mengenai obat yang tepat diberikan pkepada orang yang tengah sakau ini. Hindari memberi minuman bersoda atau pun berkafein. Sebab dikhawatirkan dapat membuat kondisi pasien itu bertambah buruk,” sebut BNN.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho