Juliyatmono. (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Wacana pembentukan provinsi baru yang meliputi wilayah eks Keresidenan Surakarta atau Soloraya dan tiga kabupaten di Jawa Timur sebagaimana digulirkan Bupati Karanganyar Juliyatmono mendapat respons beragam dari berbagai kalangan.

Selanjutnya, Juliyamono akan berkomunikasi dengan para kepala daerah di wilayah eks Keresidenan Surakarta atau Soloraya serta tiga kabupaten di Jawa Timur untuk menyampaikan gagasan pembentukan provinsi baru itu.

Juliyatmono menjelaskan Pemerintah Kabupaten Karanganyar memunculkan gagasan tersebut karena ingin mendapatkan respons dari berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Dia menerangkan gagasan tersebut muncul bukan dari orang per orang tetapi untuk efektivitas dan percepatan pembangunan.

“Masyarakat eks Keresidenan Surakarta responsnya baik. Kami akan melakukan silaturahmi kepada kepala daerah lain. Kami tidak mengabaikan tugas kami untuk memperkecil angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan kan butuh percepatan. Provinsi [Jawa Tengah] kan terlalu gemuk, Provinsi Jawa Timur juga luas,” katanya kepada solopos.com melalui sambungan telepon, Minggu (13/10/2019).

Menurut Juliyatmono, belum ada kajian ilmiah secara komprehensif mengenai wacana pemekaran wilayah Soloraya menjadi provinsi.

Untuk melakukan pemekaran membutuhkan dukungan dari semua pihak, antara lain DPRD, Pemerintah, pelaku usaha, pemerhati budaya, dan masyarakat.

“Pada saatnya kami merumuskan kajian komprehensif baik secara akademik, administrasi, perspektif, sosial budaya, dan ekonomi. Menjaring gagasan seluas mungkin, ini harapan kolektif dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Dia mengatakan wacana dan gagasan tersebut perlu dikaji dengan perspektif luas dari semua pihak berkepentingan sehingga dapat diperoleh kelebihan, kekurangan, dampak, kendala dari pemekaran wilayah. Hal tersebut membutuhkan proses panjang.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten