Solopos.com, SOLO -- Kawasan eks Keresidenan Surakarta atau Soloraya dinilai mumpuni untuk menjadi sebuah provinsi. Soloraya memiliki banyak potensi, baik dari sisi ekonomi, wilayah, dan potensi lainnya.

Mewakili Solo Creative City Network (SCCN), Lilik Setiawan, mengatakan wacana Soloraya sebagai provinsi sudah cukup lama dimunculkan.

"Tapi sebenarnya kalau dibilang layak atau tidak, menurut saya sangat layak," kata dia saat ditemui wartawan di Rumah Dinas Wali Kota Solo, Selasa (8/10/2019) malam.

Bahkan dengan pertumbuhan dan perkembangan daerah di wilayah Soloraya, menurutnya hal itu akan menjadi pemekaran daerah paling positif.

"Pemekaran biasanya akan diiringi pendanaan dan sebagainya agar berkembang. Tapi kalau ini, pemerintah pusat tidak perlu mengeluarkan dana. Tinggal digedok, jalan sendiri," lanjut Lilik.

Terkait potensi perkembangan ekonomi ketika provinsi Soloraya terbentuk, Lilik Setiawan menyebut akan terjadi pertumbuhan luar biasa.

"Kalau jadi provinsi akan ada DPRD. Akan ada kantor-kantor cabang perusahaan yang dibuka. Akan mendorong job empowerment. Banyak peluang yang terbuka saat jadi provinsi. Termasuk kemudahan mengurus kerja sama dengan pihak luar. Bisa menciptakan kawasan ekonomi khusus. Kalau kota madya kan sulit," terang dia.

Namun dia berharap ketika wacana tersebut terealisasi, ibu kota provinsinya tidak berada di Kota Solo.

"Solo biar jadi ibu kota ekonomi. Ibu kota administrasi bisa di daerah lain yang berkembangannya kurang, sehingga tiba-tiba akan menjadi berkembang," kata dia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo, Gareng S. Haryanto, mengatakan Soloraya memiliki potensi untuk bisa menjadi sebuah provinsi.

"Dari sisi pertumbuhan ekonomi saya kira cukup. Kemudian dari kewilayahan, jumlah penduduk, aksesibilitas dan sebagainya mencukupi. Tinggal sinkronisasi antara pemerintah kabupaten dan kota mantinya seperti apa," kata dia saat ditemui solopos.com di Hotel Adiwangsa Solo, Rabu (9/10/2019).

Diberitakan, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, melempar wacana tujuh kabupaten/kota di Soloraya ditambah tiga kabupaten di Jawa Timur bergabung membentuk provinsi baru.

Yuli, sapaan akrab Juliyatmono, menyampaikan wacana tersebut pada beberapa kesempatan saat menghadiri undangan acara kedinasan.

Kabupaten/kota di Soloraya itu adalah Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Boyolali, Klaten, dan Kota Solo. Sedangkan tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Magetan, Madiun, dan Ngawi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten