Tutup Iklan

Posisi 15 Kades Kosong, Pemkab Klaten Tak Berencana Gelar PAW

Pemkab Klaten tidak memilih opsi PAW karena saat ini sedang pandemi Covid-19, butuh anggaran banyak, dan kurang memerhatikan asas demokrasi.

 Ilustrasi kepala desa. (Dok Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kepala desa. (Dok Solopos)

Solopos.com, KLATEN–Belasan jabatan kepala desa (kades) di Klaten hingga kini kosong dan dijabat penjabat (Pj) kades. Meski demikian, Pemkab Klaten memilih tak menggelar pemilihan kepala desa antarwaktu (PAW).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, belasan desa yang posisi jabatan kades kosong serta kini diisi pj kades tersebar di beberapa kecamatan. Seperti di Kecamatan Jogonalan, Juwiring, Karanganom, Klaten Selatan, Klaten Utara, Trucuk, Ceper, Karangnongko, Karangdowo, Jatinom, serta Gantiwarno.

Sebelumnya, desa-desa yang kini jabatan kades kosong tersebut menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) pada 2017 serta 2019 lalu dengan masa jabatan dalam satu periode selama enam tahun. Jabatan kades kosong disebabkan berbagai faktor, di antaranya kades definitif meninggal dunia, mengundurkan diri sebelum akhir masa jabatan, atau diberhentikan lantaran tersangkut kasus hukum.

Baca Juga: Kisah Kades Gatak Klaten, Beri Pelayanan Terbaik Meski Kondisi Drop

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan pengisian kekosongan jabatan kades itu bisa dilakukan dengan pemilihan kepala desa (pilkades) atau melalui pemilihan kepala desa antarwaktu (PAW). Namun, Pemkab hingga kini tak memilih opsi menggelar PAW di belasan desa tersebut agar posisi jabatan kades bisa segera terisi pejabat definitif.

“Ibu Bupati tidak setuju dengan PAW. Pertimbangannya karena pertama pandemi Covid-19, kedua karena anggaran, dan ketiga asas demokrasinya kurang karena PAW itu yang memilih hanya beberapa orang saja,” kata Ronny, Rabu (27/10/2021).

Lantaran hal itu, Ronny menjelaskan hingga akhir tahun anggaran 2021, Pemkab tak memiliki rencana menggelar PAW guna mengisi jabatan kades yang kosong. Meski diisi pj kades, Ronny memastikan pemerintahan desa tetap berjalan lancar. Pj kades di belasan desa itu diisi dari unsur PNS. “Kami lihat kinerja pj kades selama ini sudah bagus,” jelas dia.

Baca Juga: Tumbuh Bunga Bangkai, Rumah Ketua RT di Ceper Klaten Didatangi Warga

Kepala Bidang Penataan dan Administrasi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, Agung Kristantana, membenarkan hingga kini belum ada pengisian jabatan kades yang kosong melalui PAW. “Untuk saat ini jabatan kades yang kosong ada di 15 desa,” kata Agung.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Jembatan Terpanjang se-Jateng untuk Mendukung Agropolitan Miri Sragen

Kehadiran jembatan penghubung dua desa terpencil di Kecamatan Miri, Sragen, bakal memudahkan mobilitas warganya yang selama ini harus melintasi wilayah Boyolali untuk bisa ke Sragen kota.

Waktu Pembangunan Fisik Jembatan Terpanjang se-Jateng Belum Pasti

Besarnya anggaran pembangunan jembatan terpanjang se-Jatenng membuat Pemkab Sragen harus mencari dukungan anggaran ke pemerintah pusat dan provinsi.

Sragen Bakal Punya Jembatan Terpanjang di Jateng, Kini Pembebasan Lahan

Pemkab Sragen akan membangun jembatan terpanjang di Jawa Tengah penghubung dua desa terpencil di Kecamatan Miri. Tahun ini baru memasuki tahap pembebasan lahan.

Ada MCK Kuno Era Mangkunagoro VII di Kestalan Solo, Begini Sejarahnya

Ponten atau MCK kuno di pinggir Kali Pepe, Kestalan, Solo, yang merupakan peninggalan era Mangkunagoro VII terlihat megah dengan arsitektur gaya Eropa.

119 ODHA Karanganyar Putus Pengobatan

Dinkes Karanganyar menyebut orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang pengobatannya belum tuntas sangat berisiko menularkan virus kepada orang lain.

LPQ Al-Amin Denokan Sukoharjo Kenalkan Lingkungan Anak lewat Outbound

Kegitan ini untuk mengenal lingkungan sekitar, meningkatkan interaksi sesama santri, dan membangun hubungan antara pendidik dan santri.

Seleksi Perangkat Desa Wonogiri, Sekolah Sediakan Komputer Cadangan

CAT serentak untuk pengisian perangkat desa di Wonogiri bakal digelar di 54 sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan.

WCC Solo Jadi Wadah Terbesar Pesepeda Wanita Soloraya

Women's Cycling Community (WCC) menjadi wadah terbesar pesepeda wanita Soloraya.

Pemkab Sragen Gulirkan Sekolah Unggulan di Saat Ada SD Ambruk

Bupati Sragen mengakum belum meninjau langsung sekolah yang atapnya ambruk. Ia meminta Disdikbud Sragen untuk memetakan kondisi sekolah yang rusak.

Bakul Tengkleng di Solo Baru Viral Karena Ngepruk Harga, Ini Lokasinya

Warung kaki lima yang menjual tengkleng di Gogrol, Solo Baru, Sukoharjo, mendadak viral karena mematok harga yang dianggap tidak masuk akal kepada pembeli.

Kasus Covid-19 pada Ibu Hamil di Karanganyar Tinggi

Dari 5.356 ibu hamil di Karanganyar, sebanyak 263 di antaranya terkonfirmasi Covid-19. Sementara angka kematian ibu hamil tahun ini meningkat dua kali lipat ketimbang sathu lalu.

Tak Hanya Diancam, Korban Pencurian Motor di Baki Juga Dimintai Tebusan

Korban pencurian sepeda motor di Baki, Sukoharjo, tak hanya diancam tapi juga diminta uang tebusan oleh orang tak dikenal setelah mengunggah kejadian pencurian itu di media sosial.

Ngantuk, Mobil Jasa Ekspedisi Tabrak Pagar Jembatan di Gondang Sragen

Pengemudi mobil jasa ekspedisi Si Cepat diduga mengantuk saat terjadi kecelakaan di Desa Bumiaji, Kecamatan Godang, Sragen. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Sasar Emak-Emak, Relawan Ganjar Lantik Srikandi Pagar di Karanganyar

Kelompok Srikandi Pagar Pro Soloraya yang baru dilantik di Karanganyar, Minggu (5/12/2021) malamm bertugas menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo di kalangan emak-emak.

Sragen Komitmen Menjadi Kabupaten Inklusi, Bupati Pelajari Kriterianya

Sragen sudah memiliki SLB [sekolah luar biasa] dan memiliki Pusat Layanan Autis (PLA) sebagai prasyarat kabupaten inklusi.