Polisi Tangkap 2 Wanita Bos Arisan Online di Jateng, Tipu Korban Rp4 M

Aparat Ditreskrimsus Polda Jateng menangkap dua wanita yang menjadi bandar arisan online di Semarang dan Demak.

 Dua perempuan tersangka kasus penipuan dengan modus arisan online saat dihadirkan di Mapolda Jateng, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com-Bidhumas Polda Jateng)

SOLOPOS.COM - Dua perempuan tersangka kasus penipuan dengan modus arisan online saat dihadirkan di Mapolda Jateng, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com-Bidhumas Polda Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Aparat Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menangkap dua wanita bandar arisan online ilegal yang beraksi di wilayah Semarang dan Demak. Kedua wanita itu, yakni TVL dan I, melakukan penipuan dengan modus arisan online dengan jumlah korban mencapai 180 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Ditreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, menuturkan tersangka pertama berinisial TVL yang beraksi di wilayah Demak. Korban arisan bodong yang dikelola pelaku mencapai 169 orang dari berbagai wilayah.

PromosiMerdeka Belajar Jalan Pemulihan Pendidikan dari Dampak Pandemi Covid-19

“TVL merupakan owner [pemilik] dengan modus menjanjikan arisan online kepada korban. Namun pada saat jatuh tempo korban tidak mendapatkan apapun dari arisan. Merasa tertipu akhirnya korban melaporkan kejadian itu ke Ditreskrimsus Polda Jateng,” ujarnya saat konfrensi pers di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (18/1/2022).

Baca juga: Kapolda Jateng Copot Kasatreskrim Polres Boyolali, Buntut Hina Pelapor

Menurutnya, kegiatan arisan bodong yang dijalankan TVL selama setahun. Laporan dari korban tersebut diterimanya sejak 11 Januari 2022 lalu. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp3 miliar.

“Tersangka kami profiling akhirnya kami ikuti keberangkatannya melarikan diri ke Bali, terbang ke Surabaya dan kembali ke Semarang. Tersangka kami amankan di stasiun,” jelasnya.

Sementara itu, IN beraksi di Demak. Ia dilaporkan telah melakukan penipuan oleh para anggota arisan online yang dikelolanya ke Ditreskrimsus Polda Jateng pada 4 November 2021 lalu.

“Modus yang dilakukan sama menawarkan melalui aplikasi Whatsapp (WA), menjanjikan arisan online yang aman dengan menunjukkan daftar member. Padahal, member fiktif,” jelas Johanson.

Menurut dia, korban arisan yang dikelola IN sebanyak 14 orang. Namun kenyataan saat arisan jatuh tempo tidak membayarkan kepada korban. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp1 miliar.

Baca juga: 2 Wanita Solo Ngaku Tertipu Lelang Arisan Online Ratusan Juta Rupiah

Melihat kerugian tersebut polisi melakukan pengejaran dan pelaku ditangkap di Semarang. “Potensi kerugian yang dialami korban dari kedua pelaku itu mencapai Rp4 miliar,” jelasnya.

Ia mengatakan kedua wanita tersebut dijerat pasal 45 huruf a ayat 1 Jo pasal 28 ayat 1 UU ITE dan pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Kedua tersangka tersebut terancam hukum 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 Miliar.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy, mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban arisan online kedua bandar tersebut untuk segera melapor ke polisi. “Laporan bisa diadukan melalui aplikasi pengaduan Ditreskrimsus atau SPKT di Polda maupun kantor polisi terdekat. Kami akan segera menindaklanjuti,” jelas Iqbal.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Cabuli Santri 9 Kali, Ustaz Ponpes Magelang Terancam 15 Tahun Penjara

Seorang ustaz sekaligus pengasuh ponpes di Kabupaten Magelang melakukan pencabulan kepada santrinya sebanyak 9 kali.

Tak Hanya Jateng, Semarang Juga Termasuk Kota Terpanas di Indonesia

Bukan hanya di Jawa Tengah saja, Kota Semarang juga termasuk kota terpanas di Indonesia dengan suhu 35 derajat Celcius.

Langka di China, Akar Tunjuk Langit asal Jawa Tengah Diekspor ke Taiwan

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang melepas 575 kilogram akar tunjuk langit asal Jawa Tengah untuk diekspor ke Taiwan, Jumat (13/5/2022), yang tergolong spesies langka hampir punah di China karena terlalu banyak yang menggunakan untuk pengobatan tradisional.

Bukan Hewan, Kethek Jadi Nama Makanan Unik Khas Kebumen

Kethek adalah nama salah satu makanan unik di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang dibuat dari ampas minyak kelapa.

Tesla Bakal Bangun Pabrik di Batang, Ini Kata Pemprov Jateng

Produsen mobil listrik Tesla dikabarkan akan segera membangun pabrik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng).

Berdalih Sewa, Tetangga Bawa Kabur Mobil Warga Grobogan

Pelaku yang merupakan tetangga dusun di Desa Tuko berdalih sewa hanya satu hari sebelum akhirnya membawa kabur milik korban.

Kenapa Semarang Panas?

Tahukah Anda kenapa suhu udara di Kota Semarang, Jawa Tengah, lebih panas?

Mangut Beong, Kuliner Wajib Magelang

Mangut beong adalah sajian kuliner khas Magelang dari ikan langka di Sungai Progo.

Pangeran Benowo, Putra Jaka Tingkir Pendiri Desa Pekuncen Kendal

Pangeran Benowo yang juga bergelar Syekh Abdul  Halim adalah putra dari Sultan Hadiwijaya, penguasa Kesultanan Demak yang juga dikenal dengan sebutan Jaka Tingkir.

Semarang, Kota Terpanas di Jawa Tengah

Semarang adalah kota terpanas di Provinsi Jawa Tengah.

Kronologi Ustaz di Magelang Cabuli Santri: Minta Kopi, Lalu Merayu

Inilah kronologi pengasuh ponpes di Magelang, Jawa Tengah, melakukan pencabulan terhadap santrinya sebanyak sembilan kali.

Bupati Banjarnegara Kepala Daerah Termiskin di Jateng, Segini Hartanya

Syamsudin, Plh Bupati Banjarnegara mendapatkan predikat kepala daerah termiskin di Jawa Tengah (Jateng) berdasar LHKPN KPK.

Bikin Sedih, Menunggu Teman Isi BBM, Gadis di Grobogan Tertabrak Truk

Korban bernama Rizzka Choirotun Faizah sedang menunggu temannya mengisi bensin di SPBU Kaliceret, tiba-tiba truk menabrak dari belakang.

Ini Kronologi Warga Tertembak Senjata Anggota Polisi di Semarang

Ketua RW 16, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang Utara, Slamet Riyadi, 52 tahun, mengungkapkan kronologi tertembaknya Sobirin.

Diduga Ingin Kuasai Harta, Remaja Habisi Nyawa Kekasih

Korban FAW, 14, diduga dibunuh oleh kekasihnya sendiri, R, 17. Motif tindakan itu diduga niat jahat R yang ingin menguasai harta kekasihnya.