Tutup Iklan

2 Wanita Solo Ngaku Tertipu Lelang Arisan Online Ratusan Juta Rupiah

Stelah mengikuti lelang arisan online tersebut selama 10 bulan, mereka tidak menerima uang hasil lelang arisan seperti yang sudah dijanjikan.

 Ilustrasi arisan online (freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi arisan online (freepik.com)

Solopos.com, SUKOHARJO – Dua orang perempuan asal Kota Solo, Jawa Tengah, mengaku tertipu hingga ratusan juta rupiah akibat tergiur iming-iming lelang arisan online yang dilakukan oleh L, salah satu warga Solo yang tinggal di Sukoharjo. Mereka saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti penguat sebelum memutuskan untuk melaporkan secara resmi ke Polres Sukoharjo.

Dua wanita berinisial LS dan E warga Solo mengatakan awal mula tertarik mengikuti tawaran investasi bodong dan arisan online yang dibuat oleh L setelah diajak oleh salah satu rekan mereka dengan iming-iming keuntungan hampir mencapai dua kali lipat. Namun, setelah mengikuti lelang arisan online tersebut selama 10 bulan, mereka tidak menerima uang hasil lelang arisan seperti yang sudah dijanjikan. Akibatnya, LS mengaku mengalami kerugian sebesar Rp290 juta dan E merugi Rp70 juta.

“Awalnya itu selama enam bulan awal ada uang masuk meskipun tidak banyak. Jadi saya percaya dan meneruskan ikut lelang arisannya. Tapi sekitar di pertengahan Juni 2021, owner arisan mulai menunjukkan tanda tidak bisa membayar. Karena uang saya belum kembali, saya sekarang terlilit utang bank karena saya harus mengganti uang teman-teman lainnya yang ikut saya lelang arisan,” ucap LS ketika ditemui wartawan Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Bruk…Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

LS dan E mengaku sudah berupaya menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Namun, owner arisan berinisial L tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Sehingga, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk berkonsultasi ke Polres Sukoharjo.

“Karena menghilang dan tidak tahu keberadaannya sekarang di mana, kami memutuskan untuk berkonsultasi ke Satreskrim Polres Sukoharjo. Kami memutuskan lapor ke Polres Sukoharjo karena yang bersangkutan tinggal di rumah kontrakannya di Sukoharjo transaksi dan perbincangan juga dilakukan di rumahnya,” beber dia.

Korban dari Soloraya dan Luar Daerah

Dari hasil konsultasi yang dilakukan, LS dan E diminta untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan penipuan tersebut sebelum melaporkan secara resmi. LS juga mengungkapkan, selain dia dan rekannya, total anggota arisan online yang merasa ditipu sebanyak 54 orang dari Soloraya dan luar daerah.

“Kami sudah berkoordinasi untuk mengumpulkan bukti-bukti mulai dari catatan transfer ke rekening pelaku, bukti percakapan dan lainnya. Kemungkinan kami Senin [25/10/2021] akan melapor secara resmi,” jelas dia.

Baca juga: Tak Ingin Ada Klaster Covid-19 PTM, Begini Strategi Disdikbud Sukoharjo

Setelah mengalami pengalaman tersebut, E mengaku sudah kapok dan mengaku tidak akan tergiur dengan iming-iming arisan online. Dia berharap setelah melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut, uangnya bisa kembali.

“Sekarang sudah kapok saya. Sekarang inginnya uang saya bisa kembali lagi biar tidak ada beban lagi,” ucap dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Satu Pasien Sembuh, Kecamatan Delanggu Klaten Terbebas dari Covid-19

Kecamatan Delanggu menjadi satu dari 21 kecamatan di Klaten yang terbebas Covid-19.

Innalillahi, Berita Duka, Kades Plosowangi Cawas Klaten Meninggal Dunia

Kepala Desa (Kades) Plosowangi, Kecamatan Cawas, Klaten, Surip, 65, meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Cawas, Selasa (30/11/2021) pukul 14.00 WIB.

Kejar Target Rp2,5 Miliar, Lazismu Sragen Gerakkan Zakat Akhir Tahun

Lazismu Sragen membidik pegawai swasta dan pengusaha untuk menyalurkan zakat mereka ke Lazismu.

Round Up: 15 Kasus Pembuangan Bayi di Sukoharjo yang Menggemparkan

Terhitung sejak 2012, terdapat 15 kasus pembuangan bayi di Sukoharjo. Hanya sebagian kecil dari bayi yang ditemukan masih hidup. Sebagian besar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tertahan, Simpanan Anggota KSP SB Solo Ada yang Sampai Rp570 Juta Lho

Nilai uang simpanan para anggota KSP Sejahtera Bersama Regional Solo yang masih tertahan hingga saat ini bervariasi dan ada yang mencapai Rp570 juta seorang.

Djaran Goyang-Magbul, Ini Merek Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sukoharjo

Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dalam ratusan kali operasi penegakan selama 2020-2021 dimusnahkan di Sukoharjo.

UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

UMK Wonogiri naik sekitar 0,07% disbanding tahun lalu.

Masalah Adminduk Persulit Advokasi Orang dengan HIV/AIDS di Wonogiri

Masalah administrasi kependudukan mempersulit Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri untuk mengadvokasi orang dengan HIV/AIDS.

Sukses di Bendosari, Bazar Tani Ditiru 11 Kecamatan Lain Se-Sukoharjo

Kecamatan Bendosari dianggap sukses menggelar bazar tani sehingga Distankan Sukoharjo meminta semua kecamatan mengadakan kegiatan serupa.

Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

Makin Wah, Tirto Mili Klaten bakal Dilengkapi Embung dan Pulau Buatan

Pemancingan Tirto Mili di Desa Pasung, Wedi, Klaten, bakal ditingkatkan dengan membangun embung dilengkapi pulau buatan.

KSP Sejahtera Bersama Solo Bermasalah, Anggota Minta Atensi Pemerintah

Pemerintah diharapkan bisa hadir dan membantu memberikan solusi atas kasus gagal bayar koperasi simpan pinjam seperti yang terjadi di KSP Sejahtera Bersama Solo.

Optimalkan Pajak Galian C, Pemkab Klaten Gandeng Desa di Lereng Merapi

Bupati Klaten Sri Mulyani berharap warga ikut membantu mengendalikan aktivitas pertambangan galian C.

Umur Kurang 1 Bulan, Perempuan Menangis Gagal Daftar Perdes Wonogiri 

Seorang perempuan warga Pokoh Kidul sampai menangis tidak bisa mendaftar perangkat desa sebab umurnya kurang satu bulan.