PKL Taman Kartini Sragen Dapat 15 Tenda, Pembeli Tak Bubar saat Hujan

PKL yang tergabung dalam Paguyuban Gang Sekar Sragen mendapat bantuan 15 tenda dari Bank Jateng Cabang Sragen, Jumat (29/4/2022) sehingga pembeli tak bubar saat hujan.

 Ymt. Pemimpin Bank Jateng Cabang Sragen, Yunus Anis C.A. menyerahkan bantuan tenda secara simbolis kepada perwakilan PKL di Taman Kartini, Sragen, Jumat (29/4/2022) siang. (Istimewa/Bank Jateng Sragen)

SOLOPOS.COM - Ymt. Pemimpin Bank Jateng Cabang Sragen, Yunus Anis C.A. menyerahkan bantuan tenda secara simbolis kepada perwakilan PKL di Taman Kartini, Sragen, Jumat (29/4/2022) siang. (Istimewa/Bank Jateng Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Shelter Kartini (Gang Sekar) Sragen, Jawa Tengah mendapat bantuan 15 unit tenda dari Bank Jateng Cabang Sragen, Jumat (29/4/2022).

Bantuan tenda diserahkan Ymt. Pemimpin Bank Jateng Cabang Sragen, Yunus Anis C.A., didampingi Ketua DPRD Sragen, Suparno, kepada perwakilan pedagang anggota Paguyuban Gang Sekar.

PromosiHarta Karun Wonoboyo Klaten, Temuan Timbunan Emas Terbesar Indonesia

Pedagang kaki lima (PKL) di Taman Kartini merasa bersyukur mendapat bantuan dari corporate social responsibility (CSR) Bank Jateng.

Bantuan tenda itu membantu pedagang meningkatkan pelayanan kepada pembeli, terutama saat musim penghujan. Selama ini mereka harus menyewa kajang untuk berteduh pengunjung Taman Kartini.

Ketua Tim Kreatif Taman Kartini Sragen, Bandi Purnomo, menyampaikan 15 perwakilan PKL Taman Kartini hadir saat penyerahan bantuan.

Baca Juga : 1.705 Pekerja Kasar di Sragen Dapat Sembako, Tapi Ada Syaratnya

Bandi menuturkan selain bantuan tenda, Ketua DPRD akan memberi bantuan sewa kajang agar pengunjung tidak kehujanan saat musim penghujan.

Tak hanya itu, 53 PKL Taman kartini mendapatkan kupon pembagian sembako dari Ketua DPRD Sragen.

“Selama Ramadan ini kami sewa kajang dengan cara iuran pedagang agar Taman Kartini ramai pengunjung tanpa khawatir hujan. Kalau hujan tanpa peneduh maka para pengunjung bubar. Bantuan tenda ini sangat bermanfaat,” katanya.

Ketua DPRD Sragen, Suparno, mengajak PKL Taman Kartini agar lebih giat, pantang menyerah, bangkit di masa pandemi, dan terus berkembang.

Baca Juga : Cerita Setahun Selter Kartini Sragen, Kisah Perjuangan 3 Komunitas PKL

Ymt. Pemimpin Bank Jateng Cabang Sragen, Yunus Anis C.A., menyampaikan 15 unit tenda tersebut diberikan sebagai wujud dukungan Bank Jateng terhadap program pemerintah, yakni mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tumbuh.

Bantuan tenda tersebut untuk mendukung operasional pedagang di Taman Kartini yang belum memiliki fasilitas berjualan representatif.

“Selama ini mereka berjualan dengan lapak seadanya sehingga memerlukan tenda untuk mensentralisasi dagangan. Harapan kami ini menjadi stimulus bagi pelaku UMKM agar bisa meningkatkan produktivitas sehingga ekonomi bisa diberdayakan menuju kemandirian,” jelasnya.

Ketua Paguyuban Gang Sekar Sragen, Adi Tri Atmoko, mengatakan bantuan tenda itu bermanfaat bagi pedagang karena ada peneduh untuk pengunjung di saat musim penghujan.

Baca Juga : 20.000 PKL dan Nelayan di Sragen Dapat Bantuan Rp600.000

Dia berharap pedagang bisa berjualan sewaktu-waktu, baik siang maupun malam karena ada tenda.

“Rencananya kami akan memadukan dengan tanaman merambat sehingga dapat menambah asri di Taman Kartini serta menjadi swafoto untuk pengunjung,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.

Investor Swasta Lirik Potensi Wisata Wonogiri, Ini Respons Bupati Jekek

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merespons kehadiran investor swasta di bidang wisata untuk ikut membangun destinasi wisata di wilayah tenggara Provinsi Jawa Tengah itu.

Video Viral Wali Kota Gibran Punguti Sampah di CFD Solo

Aksi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka memunguti sampah di kawasan CFD Solo viral di media sosial.